Sulit menjabarkan setiap gerak langkahmu, Apa yang di sebut cinta atau hanya sekedar permainan drama bertajuk guyonan dan sentilan rasa? Jika hati hanya dijadikan sebagai lahan sebuah permainan, bagaimana mungkin kau bisa merasa lega, sekedar berbangga, atau jumawa? Kau ibarat pemenang dalam lakon drama.

Kita selalu meminta yang baik, tetapi setelah di beri kita mencintai yang tidak baik. Sedikit kutipan dari bapak Mario Teguh,

"Mereka yang terus bertahan dan mengatakan masih mencintai orang yang menyakiti. Mugkin kurang minum air mineral, atau bisa jadi agak sedikit tidak waras."

Kau yang kemarin sempat mengatakan putus dengan sebab yang tidak jelas. Tolong sadar diri, hati bukan ajang permainan. Kau mengatakan cintaku terlalu lebay. Apa ada yang salah jika lalu aku tanya perihal mana yang salah? Apa tidak pantas jika aku menanya perihal keseriusanmu?

Dariku yang sempat mencintaimu harapku kamu bisa mengerti apa arti sebuah perhatian sederhana dan cinta tulus. Kamu yang saat ini masih bisa tertawa semoga tetap seperti itu – tertawa bahagia. Namun semoga kau cepat sadar juga. Aku disini mencintaimu dan aku peduli yang kamu definisikan sebagai kata lebay atau berlebihan.

Advertisement

Terima kasih untuk sekedar rasa yang sudah tercipta. Sekedar ungkapan yang kemudian menguap dengan sendirinya, atau ungkapan basa – basi yang terdengar enteng di telinga. Kepadamu pernah ku titipkan rasa setia, kuharap kau tak lupa atau sekedar jadi orang yang berbeda.