Assalamu’alaikum.wr.wb.

Apa kabar semuanya, semoga selalu dalam naungan Allah SWT. Dan apa kabar puasanya? Ada yang bolong? Apa kabar tadarusnya? Sudah khatam? Apa kabar baju barunya? Sudah beli? Apa kabar kue lebarannya? Sudah buat?

Tak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Ramadhan, bulan yang suci, penuh rahmat dan ampunan. Bulang yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang akan membuat kita terhindar dari api neraka. Tapi apa perasaan kita saat ini? Bersedihkah? Atau malah berbahagia?

Tulisan ini bukan bermaksud mengajari, apalagi menasehati. Tapi tulisan ini sedikit membahas aktifitas kita sehari-hari yang bertujuan sebagai ajang itrospeksi diri bagi kita semua.

Ramadhan Vs. Bulan Lainnya

Advertisement

Kita semua sudah tahu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang berbeda dengan bulan lainnya. Di bulan Ramadhan kita lebih banyak menahan hawa nafsu karena adanya puasa, di bulan Ramadhan kita makan lebih teratur karena adanya sahur dan berbuka, dan di bulan ini kita lebih banyak bersujud karena adanya sahalat tarawih.

Tapi, sudahkah kita memanfaatkan semua hal berpahala di bulan Ramadhan ini?

Taat Berpuasa Vs. Berat Bekerja

Tak semudah apa yang kita pikirkan, Ramadahan bulan yang penuh dengan halangan dan rintangan, penuh godaan dan penuh perjuangan. Sebagai contoh, banyak dari sebagian kita yang rela meninggalkan puasa karena ingin tetap taat dan bersemangat pdalam bekerja. Karena mereka berpikir, dengan berpuasa gerak kerjanya terbatas, semangatnya berkurang, dan kerjanya tak selesai. Astagfirullah.. semoga kita tetap teguh pada pendirian berpuasa dan tetap semangat dalam bekerja.

Tarawih Vs. Buka Bersama

Tarawih dan bka bersama memiliki satu manfaat yang sama, yaitu menjalin silaturahmi dengan sesama, tarawih dengan jamaah di masjid, dan buka bersama dengan teman-teman di tempat berbuka. Kedua hal ini tidak jatuh pada waktu yang sama, tapi buka bersama sering membuat kita lupa bahwa tarawih lebih bermaanfaat dibanding buka bersama. Dan banyak orang yang memilih berbuka bersama dan rela meninggalkan tarawih berjamaah. Apakah kita termasuk orang seperti ini?

I’tikaf Vs. Sahur on the Road

Lagi-lagi. Kita hidup di zaman yang serba ada, Ramadhan dijadikan ajang melaksanakan semua bentuk acara. Salah satu yang sedang trend adalah Sahur on the Road. Bila kita lebih telisiki, ada amalan yang lebih dari Sahur on the Road yaitu beri’tikaf. Rosullah saja mencontohkan beri’tikaf bukan Sahur on the Road. Masuk pada golongan manakah kita?

Tadarus Vs. Update Status

Ramadhan tahun ini sedikit nyentrik dan unik. Pada zaman dahulu, orang-orang lebih senang bertadarus bahwa mengikuti kajian cerah di mesjid. Mencatat semua isi ceramah yang diberikan sebagai tugas yang diberikan sekolah. Berlomba-lomba bertadarus mencapai khatam di bulan Ramadhan (bulan turunnya Al-Quran). Tapi apa yang terjadi saat ini. Semua orang lebih senang update status dibanding tadarus. Lebih asik melihat gadget dibanding melihat Al-Quran. Kalian pasti tahu mana yang lebih berpahala. Masuk golongan mana kita? Astaghfirullah…

Masjid Vs. Mall

Di awal Ramadhan tidak tak penah lupa bagaimana sesaknya mesjid-mesjid, semua orang dengan semangat bertarawih, menyambut datangnya bulan Ramadhan. Tapi apa kini yang terjadi? Mesjid yang besar mulai ditinngalkan jamaanya, semua orang lebih senang datang ke acara Diskon Besar, Midnight Sale dan sebagainya. Padahal kita tahu bahwa setiap malam dan semakin akhir, pahala Ramadhan lebih besar dari pada diskon-diskon yang Mall berikan. Pasti kita salah satu didalam pemburu Diskon Besar daripada Pahala Besar.

Bersedih Vs. Bersenang

Lalu apa yang harus kita lakukan di penghujung Ramadhan ini? Seharusnya bersedih, karena kita akan meninggalkan bulan yang sangat mulia, penuh pahala, rahman dan ampunan. Atau kita harus bersenang karena kegiatan kita tak terhalang oleh puasa?

Kita harus bersedih karena ditinggal Ramadhan, dan bersenanglah karena kita akan menyambut hari kemenangan, hari yang fitri yang dinanti oleh semua umat islami.

Semoga bacaan ini bisa membuat kita berintrospeksi diri, merubah diri bahkan memperbaiki diri ke jalan Illahi. Ramadhan kali ini banyak sekali goadaan (padahal setan dikunci). Kecanggihan teknologi, dan hedonisme yang tinggi membuat kita lupa diri akan nikmatnya Ramadhan yang suci.

Kita hidup di zaman tarawih, tadarus, dan i’tikap adalah amalan sunnah, dan buka bersama, saur on the road, serta berbelanja adalah amalan wajib. Setuju?

Mohon bila terlihat menggurui, tetapi bacaan ini hanyalah sebagai ajang cambuk diri, karena pribadi belum taat pada Illahi.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaaf Lahir & Batin.

Wasssalam,