Terlintas beberapa tahun silam saat kau menawarkan masa depan padaku , pertemuan itu terlalu singkat memang , tapi pesonamu sempat membutakan aku saat itu , memilikimu adalah hal yang sangat aku impikan saat itu , ya..aku metyakinkn pada dunia bahwa aku merasa menjadi wanita paling beruntung saat itu.

Tapi kenyataannya salah aku telah terlalu percaya pada lelaki yang baru saja ku kenal , dari awal aku selalu membanggakanmu di hadapan banyak orang pada keluargaku , teman temanku dan semua orang aku selalu berusaha meyakinkan hal yang baik pada dirimu . Ya salahnya aku begitu mudahnya mempercayaimu dan membanggakanmu sangat , padahal nyatanya kamu bukanlah laki laki sempurna .

Tapi aku rasa tak ada yang perlu aku sesali saat ini , bertemu denganmu memberikanku banyak pelajaran bahwa dimana aku tak harus selalu mempercayai orang sepenuhnya , tak perlu berharap pada janji yang ternyata tak pasti .

Aku berterima kasih padamu telah membuat aku belajar banyak hal , tentang kesabaran , tentang kehilangan , dan tentang harapan yang belum tentu selamanya pasti , aku menjadi tau mana yang pantasaku percaya dan mana yang tidak , mengajarkan bila tak selamanya ketulusan dibalas dengan ketulusan , terimakasih…

Tapi saat ini setelah jauh jauh hari aku terbangun bahwa aku harus melangkah pergi dari semua ini , kau selalu muncul dengan sikap yang sama seolah olah semuanya baik baik saja dan tanpa rasa bersalah sedikit pun , menanyakan kabar..ya kabar ? Haha apa pentingnya untukmu Mengetahui keadaanku saat ini ? Ya , aku masih baik baik saja bahkan mungkin jauh lebih baik dari sebelum perkenalanku dengan kamu , kemudian bertanya "siapa pendampingku saat ini?" , haha tak perlu kamu tau saat ini yang jelas pendampingku jauh lebih baik darimu dia mampu mengutuhkan hatiku yang dulu sempat mati aku berterima kasih padamu karena dengan pergi nya kamu aku bisa bertemu dengan orang yang lebih baik ya .

Advertisement

Mungkin terlintas di fikiranmu bila aku masih bersikap baik baik saja padamu adalah kemungkinan bahwa aku inginkanmu kembali , tidak..tidak seperti itu kenyataannya aku selalu berusaha bersikap wajar pada setiap orang baik mereka jahat ataupun tidak dan ya bila terlintas seperti ini fikiranmu rupanya kamu salah kamu jangan geer dulu " luka yang kamu buat sudah terlalu sempurna dan aku akan berfikir beribu ribu kali untuk kembali menerimamu" , dan kini aku sadar satu hal bahwa "bertemu dan kenal denganmu adalah penyesalan terbesar dalam hidupku"