Percayalah, ini hanya sebuah lagu. Sebuah lagu dari sebuah band yang tidak tenar tenar amat. Sebuah band yang dibentuk oleh seorang musisi jebolan ajang yang lebih tenar dari nama band nya, American Idol. Anda mungkin sudah bisa mengetahui kalau – kalau ini lagu mengenai seseorang yang kehilangan, bukan? Ya, Chris dari Daughtry, sang empu lagu ini pun mengatakannya.

Katakanlah, bahwa selalu ada saat anda teringat dengan suatu hal yang mengisi ruang kerinduan anda. Kenangan? Ah, manusia memang ditakdirkan untuk menciptakan kenangan. Hasil ciptaan yang hanya bisa kita ingat dan tak akan pernah terulang kembali. We all have memories. Siapapun pasti punya kenangan berharga, bahkan orang – orang yang mendekam di balik jeruji penjara pun bisa saja menganggap masa – masa penahanan adalah hal yang berharga.

Berharga? Kita semua tahu harga kenangan bukanlah nominal yang kadang mengerutkan dahi kita, yang memaksa kita mengeruk pikiran dalam – dalam. Tetapi relatif… Yang tidak semua dari kita bisa mengatakan hal yang sama tentang harga dari sebuah kenangan. Bagi seorang guru, apa berharga nya masa remaja yang santai penuh canda tawa dibandingkan sibuk penuh dengan tulisan – tulisan yang harus dipahami? Bahkan mereka guru – guru pun masih memiliki pemberian harga yang berbeda – beda terhadap itu.

Katakanlah, bahwa setiap saat anda sedang menikmati kesendirian, dan terkadang yang datang adalah rangkaian masa lalu yang mungkin telah bertahun – tahun anda tinggalkan. Atau setiap saat anda melihat suatu hal yang mengingatkan anda pada masa lalu itu, bibir dengan tiba – tiba melengkung. Tersenyum. Senyum yang timbul dari kenangan yang kembali terulas sepasang mata, tanpa harus diingat keindahannya terlebih dahulu. Dan katakanlah, bahwa kenangan – kenangan itulah yang terkadang menjadi satu – satunya hal yang membuat anda tersenyum di tengah kerisauan hidup. Atau bahkan malah menitikkan air mata, mengalir leluasa di samping lengkungan bibir yang masih tersenyum. Air mata yang menegaskan bahwa anda merindukan masa lalu itu, yang tak akan pernah bisa terulang kembali.

Gone too soon. Pergi terlalu cepat. Lagu ini jelas menceritakan seseorang yang begitu cepat ditinggal pergi seseorang yang disayang. Rasa sayang yang sudah terlampau besar dihampiri luka akibat kepergian sang tersayang. Lebih – lebih yang diceritakan di lagu ini, seseorang ditinggal pergi, untuk selama – lamanya dan tak akan pernah kembali…

Advertisement

“Today could have been the next day of the rest of your life…”

Lirik yang dalam. Dan saya sendiri malah menginterpretasikan lagu itu sebagai kenangan – kenangan yang telah berlalu. Entahlah. Mungkin sedikit terlihat memaksa, mengalihkan sebuah maksud dari lagu yang jelas menceritakan kepergian seseorang menjadi kepergian beribu kenangan. Ya, kenangan sangatlah lekat dengan kehadiran seseorang, atau sekelompok orang. Orang – orang yang membuat kita nyaman, memberikan warna kehidupan dunia yang tidak bisa kita jalani sendirian.

You were gone too soon…”

Terlalu cepat pergi? Katakanlah bahwa setiap jam bersama orang – orang tersayang akan selalu terasa cepat. Tidak peduli seberapa besar angka, bahkan puluhan tahun pun seakan terasa begitu cepat. Semacam hipnotis. Apa yang ada di dalam hati telah melumpuhkan pikiran yang menyatakan puluhan tahun adalah waktu yang lama, dan membuat puluhan tahun terasa bagaikan 5 atau 10 tahun saja.

Pada akhirnya kita semua mengerti. Kenangan adalah ciptaan terindah yang pernah kita buat. Bukan, kenangan bukanlah sebuah alat genggam yang memenuhi hasrat hiburan anda. Bukan pula makanan yang mampu mengisi kekosongan perut. Tetapi kenangan hanyalah sebuah saat – saat berharga yang memberikan arti dalam hidup kita. Hanya sebuah masa – masa singkat yang mampu mengubah hidup kita, selama – lamanya.

Mungkin Chris sendiri menciptakan lagu ini berdasar kenangannya juga. Mendengar nama Daughtry saya rasa masih cukup asing di telinga anda. Tidak, mereka adalah musisi yang terkenal pada masa kemunculannya, hingga ketidak-beruntungan memerosotkan ketenarannya. Hingga banyak yang tidak mengenali mereka, dan kenangan mereka. Percayalah. Lagu ini bermakna dalam. Untaian kata di dalamnya adalah kata – kata yang terucap dari hati. Dari hati seseorang yang benar – benar merindukan sebuah kenangan. Seperti kita, kita semua.

Akuilah, bahwa pada akhirnya kita mungkin tidak akan pernah merasa puas untuk bersama mereka, orang – orang tercinta, kenangan, hingga saat nya kenangan itu harus pergi, kita selalu berkata terlalu cepat. Anda tidak salah. Kita semua tahu bahwa kenangan adalah kebahagiaan masa lalu yang mampu menjadi tenaga kita di masa kini. Membuat kita tahu apa yang tidak boleh dilakukan sehingga tidak ada lagi kata ‘terlalu cepat’. Dan membuat kita bisa menciptakan kenangan yang jauh lebih indah, meski pada akhirnya kita tetap berkata terlalu cepat. Terlalu cepat pergi. Dan tak akan kembali. Gone too soon.