Beberapa orang merayakan kepergian dengan berteriak sekencang mungkin, menangis selama mungkin, ataupun membasahi badannya berjam-jam di kamar mandi dengan shower yang terus mengalir. Tak sedikit pula yang mengadu kepada Yang Maha Membolak-balikkan Hati, dan meminta agar yang pergi bisa segera kembali.

Memang, sangat sulit menerima kepergian seseorang yang telah kita cintai dalam waktu yang lama, secara tiba-tiba. Sedih, sakit, kecewa, dan membuat dada terasa begitu nyeri.

Padahal sesungguhnya orang yang kita cintai tidak benar-benar pergi. Dia masih ada, hanya saja cintanya yang menolak untuk tinggal di hati. Lalu sebenarnya siapa yang kita tangisi?

Saya rasa, sedih hanya hitungan hari. Kelak pasti juga bisa tersenyum lagi. Semua tergantung bagaimana kita menyikapi. Kalo kita sedikit bijak, justru yang meninggalkan kita adalah orang yang sangat baik hati. Mau memberi kesempatan kepada orang lain yang benar-benar telah dipilihkan untuk kita nanti.

Waktu memang sangat mudah berlalu, tapi untuk cinta, siapa yang tahu. Meninggalkan kebiasaan yang sudah lama dilakukan itu cukup susah. Apalagi meninggalkan sesuatu yang telah lama terjalin, itu juga tidak mudah. Tapi bukan berarti keduanya tak bisa dilakukan bukan? Sangat mungkin, asalkan kita ingin.

Advertisement

Mungkin, meninggalkan cinta yang lama juga tak kalah sulit. Tapi bukan berarti menutup kemungkinan untuk mampu membuka hati kembali kepada cinta baru yang akan datang suatu hari nanti.

Cara terbaik untuk melupakan seseorang yang telah pergi meninggalkan kita adalah dengan tidak mengingatnya. Bagaimana mungkin untuk tidak mengingat? Mungkin saja. Semua tergantung pada kita, apakah kita mau atau tidak. Sibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif akan sangat membantu untuk tidak mengingatnya. Tekuni hobi yang mungkin sudah lama ditinggalkan. Berkebun, pergi ke toko buku, diskusi, jalan-jalan ke pantai, pergi ke museum, menjahit, membuat kue, menghadiri pameran kesenian, mengikuti seminar, atau sekedar makan eskrim sambil duduk-duduk di bangku taman bersama teman-teman.

Ada sebuah rahasia untuk menghilangkan kesedihan, yaitu dengan berbahagia. Kalau kita berbahagia, bagaimana mungkin kita bersedih. Dan membahagiakan orang lain akan membuat kita mendapatkan berkali-lipat kebahagiaan. Semakin banyak orang yang kita bahagiakan, maka akan lebih banyak pula kebahagiaan yang akan diberikan kepada kita.

Mari memaafkan seseorang yang telah pergi meninggalkan kita. Lepaskan. Mari berdamai dengan masa lalu. Mari berbahagia 🙂