Kamu yang sedang mengulum sepi kesekian, pasti sekarang mulai merasa jenuh pada tuhan yang belum mendatangkan Dia yang kamu inginkan. Ya, tidak Ada yang bisa menyangkal keinginan hati yang mendambakan teman. Lalu, kita yang serapuh debu bukanlah siapa-siapa Di mata tuhan.

Hari akan lewat, musim berganti kemasan. Hati yang mulai berkarat, sejukkan kembali dengan kesabaran.

Kamu yang tetap meneguhkan diri dan menabahkan hati untuk menanti teman seperjalanan. Percayalah, Tuhan selalu menjagamu bahkan saat hari-hari berkerumun dan mengulummu dalam kesunyian.

Di tempat paling sempit, sepotong hati menunggu tanpa memperdulikan waktu yang terus menggerogoti tubuh usia. Ya, begitulah cinta. Semakin kamu tak menyerah semakin kamu tabah.

Memang usia adalah musuh paling nyata. Tapi bukan berarti kamu merasa tak berguna. Kekurangan saat ini adalah kelebihan nantinya. Keterlambatan Hari ini adalah kebersamaan yang hakiki nantinya. Bukankah sudah kamu dan aku ketahui, sebaik-baiknya kebahagiaan adalah mempercayakannya pada tuhanmu. Lalu, kenapa masih menyimpan risau dalam kepala?

Advertisement

Bila kamu berhenti mencari, takkan Ada pintu yang terbuka

Bagimu yang sedang merasakan kembali sebuah kehilangan dan kegagalan, jangan menanamkan kecemasan akan masa depan suram dalam ingatan. Sebab sebagaimana cinta, luka, kecewa bahkan nestapa hanyalah permainan pikiran. Katakan pada diri:'ah ini Baru setengah perjalanan, pemandangan indah masih menanti didepan. Teruslah melangkah.

"Jangan mengutuk kesunyian jika ia memelukmu. Jangan mengutuk keadaan, sebab tuhan memberi kepada hati yang tabah meramu doa-doa.

Hari yang hilang akan berganti, kisah yang tertunda bukan berarti tidak Ada. Tuhan hanya terlalu senang kamu selalu bersemoga dalam doa. Hai teman. Tetaplah kuat tetaplah semangat meski kata-kataku tidak membantumu sama sekali.