Marketplace bertebaran dimana-mana. Setiap buka browser, sosmed, dan HP yang selalu dilihat adalah branda produk yang menggoda. Produk-produk tersebut telah disesuaikan dengan kebiasaan, kebutuhan dan kegemaran kita. Membuat kita tergoda iman untuk membelinya. Niat nggak niat sih, kalau sering dilihat dan selalu menghantui kan akhirnya kebeli juga. 

Saat ini budaya jalan-jalan santai ke Mall sudah agak bergeser dengan scroll-scroll Handphone. Windows shopping yang dulu di Mall sudah pindah jadi lebih instan dan bisa dimanapun-kapanpun. Mudahnya akses internet membuat kita lebih cepat memperoleh barang serupa dengan kualitas atau harga yang diinginkan. 

Jadi tidak heran sekarang Mall cenderung ditinggalkan peminatnya. 

Jujur saja, biasanya kamu ngapain sih ke Mall sekarang? 

Kebanyakan dari masyarakat pasti :

Advertisement


  • Makan 

  • Kumpul teman

  • Bisnis (Meeting)

Sedihnya Mall sepi, lama-lama nggak hanya Mall lagi yang sepi. Restoranpun juga ikutan sepi. Semua kita beli hanya dengan handphone, uang pun tidak lagi beredar di pasaran. Semuanya menggunakan uang bentuk virtual. 

Kehidupan layaknya film hollywood pun menjadi nyata. Manusia lama-lama diperbudak dengan kemudahan dan keinstanan. Robot dimana-mana, manusia hanya tinggal duduk mengawasi yang bisa diawasin. Dan sisanya auto pilot.

Baguskan hidup seperti itu? 

Berawal dari toko online vs mall yang sepi. Jangan sampai hati kita ikutan kesepian. Tetap jaga ukwah dan silaturahminya.  Ingat hati yang kosong dikarenakan kurangnya syukur dan ibadah. Tetap berkumpul dalam majelis ilmu ya saudaraku.