Apa kabar kamu yang sedang jatuh dan merindu bersama kenangan masa lalumu? Apa kabar kamu yang pernah yakin akan diriku untuk bisa menggantikannya? Apa kabar kamu yang mampu membuat semuanya terbalik dengan mengorbankan cintaku hanya demi untuk kembali padanya?

Ketahuilah aku tak pernah menyesali ketika rasa ini bersemi hebat untukmu sebelum kamu palingkan perasaanmu padanya, aku hanya ingin kamu tahu, jauh sebelum kamu memilih kembali padanya, aku sudah siap untuk melepasmu kembali padanya.

Dari caramu yang tak pernah perdulikan aku dan perasaaan ini, hanya karena kamu lebih menghargai perasaannya daripada perasaanku.

Entah harus dengan cara apa aku ungkapkan betapa kecewanya diriku ketika harus rela melepasmu kembali ke pelukannya, aku lelah ketika harus berulang kali mendengar kau sebut dia lebih baik dan layak untuk diperjuangkan kembali.

Lalu untuk apa kebersamaan kita selama ini? Terlalu cepat kamu menafsirkan aku tak lebih baik darinya.

Advertisement

Tak mengapa bagiku jika memang ini jalan yang kau pilih untuk kembali bersamanya, mungkin memang peluknya lebih hangat dari pelukku, mungkin senyumnya lebih ceria dibanding senyumku, tapi satu hal yang harus kamu ketahui, aku pernah lebih hebat darinya hingga untuk beberapa saaat mampu membuatmu lupa padanya, meskipun tak lama .

Ketahuilah aku pernah menjadi tangga yg kau injak untuk sampai ke atas. Aku pernah menjadi secarik kertas yang torehkan dengan pena masa lalumu Aku pernah jadi apa yang kau mau, tapi tidak untuk menjadi pelampiasanmu.

Sudah cukup bagiku sekarang menerima semua perlakuanmu, menerima kenyataan kau harus kembali padanya, meskipun pahit meskipun harus membekas dan entah berapa lama waktu yang kubutukan untuk menyembuhkan luka akibat goresan masa lalumu, tapi aku yakin, Tuhan sengaja patahkan hatiku sekarang, agar aku bahagia nanti.

Sekarang aku di batas asaku hanya ingin kau bahagia jika memang harus dengan masa lalumu. Aku ikhlaskan kepergianmu dengan pilihanmu yang kamu anggap lebih layak diperjuangkan. Aku terima itu, karena kelak kamu akan sadar bahwa takkan ada yang mampu mencintaimu sebaik apa yang pernah aku lakukan untukmu, tak ada satupun. Bahkan masa lalumu yang mungkin bisa terima kau seperti aku,

Tugasku mencintaimu dengan sebaik-baiknya sudah selesai, sekarang tugasku adalah melupakanmu dengan sekuat-kuatnya.

terima kasih, berkatmu, aku seperti kehilangan selera untuk mencintai siapa-siapa, entah karena aku berada di titik kelelahanku memperjuangkan suatu hal yang tak mau diperjuangkan, dan mengikhlaskan sesuatu hal yang memang harus kulepaskan.

Terima kasih Tuhan, akhirnya kau tunjukan padaku bahwa dia memang pantas diletakkan di masa lalu, bahwa dia memang tak pantas lagi untuk mendapatkan cintaku.

Jangan pernah datang hanya untuk kembali sayang, aku berjuang sehebat ini bukan untuk kau jatuhkan lagi, jaga apa yang kamu punya sekarang, jangan lepaskan lagi cintanya untuk siapapun, jangan kau palingkan cintanya seperti halnya kau palingkan cintaku.

Karena sesuatu yang telah pergi, meskipun kembali, ia takkan sama lagi,

Aku beserta doa dan harapan yang tiada henti selalu mendoakan kebahagiaan kalian berdua, maaf jika aku ternyata telah memisahkan cinta kalian, maaf jika aku pernah membuatmu begitu jauh darinya, darimu aku belajar banyak hal, aku belajar menghargai apa yang aku punya sebelum kehilangan.

Ingatlah kelak ketika kamu sudah bahagia nanti, aku pernah memegang erat tanganmu, dengan segala debat yang hebat untuk menolak sebuah kepergian.

Aku pamit dari hidupmu, maaf aku tak bisa lagi menjagamu, karena Tuhan memberikanku waktu yang terlalu singkat untuk mencintaimu, sehingga aku belum bisa membahagiakanmu, aku titipkan kisah kita ya, aku titip hal bodoh yang selalu kita lakukan bersama, mungkin di mata orang itu bodoh, tapi buat kita itu adalah kebahagiaan,