Hai! Apa kabarnya kalian berdua setelah menyakitiku?? Selamat atas rencana pernikahan kalian yang akan terlaksana itu, semoga bahagia. Untukmu lelaki yang pernah mengisi hari-hariku, semoga kau bahagia karena telah menemukan sosok wanita yang menurutmu sempurna, wanita yang dulu pernah menolakmu ketika kau mengungkapkan perasaanmu.

Entah apa yang ada di pikiranmu kala kau meninggalkanku waktu itu, kau datang dengan wajah tanpa dosa mengatakan kalau kau dititipi amanat oleh ayahnya untuk menjaga dan menjadi suaminya. Kau tau bagaimana perasaanku kala itu?? Hancur!

Apakah kau lupa dengan semua janjimu?? Janji yang akan menungguku hingga aku lulus?? Aku tau kau dan wanita itu sekarang sudah sama-sama mapan dan punya pekerjaan, lantas apa lagi yang akan kalian tunggu?? Sedangkan aku??? Aku masih harus berjuang menyelesaikan pendidikanku, aku masih harus memenuhi janjiku pada ayahku untuk sukses..

Dan untukmu hai wanita yang menggantikanku, aku tidak bisa berpikir bagaimana kau bisa membuatnya berpaling setelah dulu kau menolaknya? Kau dan dia lebih dahulu saling mengenal, kenapa tidak dari dulu kalian menjalin hubungan? Kenapa harus ada aku yang kalian sakiti?? Sekarang sudah 2 tahun berlalu sejak dia meninggalkanku, lidahku sudah berkata jika aku memaafkan kalian.

Tapi entah kenapa hatiku masih saja menyisakan benci?? Apakah luka yang kalian torehkan sangat besar? Apakah duri yang kalian pegang sangat tajam? Apapun itu, aku akan berusaha memaafkan kalian. Dan kau tenang saja, cintaku untuk calon suamimu itu sekarang sudah hilang, dan kau bisa memulai hidup baru bersamanya dengan tenang.

Advertisement

Saat ini, aku akan sibuk dengan mengejar impian, cita-cita, dan karir. Karena aku percaya, sesuatu yang sudah dipilihkanNya untukku tidak akan menjadi milik orang lain dan akan dipertemukan dengan cara yang mengagumkan.