(Jangan Dibaca kalau Tersinggung)

Cinta Tapi Beda.

Pernah merasa seperti ini? Merasa mencintai seseorang yang beda cara penyembahan Tuhan-nya, beda prinsipnya tentang surga dan neraka dalam pengertiannya, pernah merasa kalian sangat beda tapi menemukan kenyamanan tersendiri ketika telah bersama.

Mungkin kalimat "A right Person in the Right Place but not in the Right Side" adalah kalimat yang mampu mewakili kenyataan ini. Banyak dari lingkungan kita, pasangan yang mampu bertahan bahkan hingga ke jenjang pernikahan meskipun berbeda agama. Tapi dibalik semua kebahagiaan itu, ada sekelumit cerita-cerita yang menyakitkan untuk mereka yang menjalani hubungan beda agama. Mulai dari dicibir karena mereka salah (dalam pandangan orang lain), dihujat habis-habisan karena dinilai mereka menyalahi hak dan kewajiban dalam agama masing-masing, sampai di kucilkan karena stigma masyarakat yang belum mengerti apa rasanya berjuang dalam perbedaan.

Sedih nggak sih, saat mereka yang tidak mengerti, menyela dengan seenaknya apa saja yang harus kita hindari dan kita cintai.

Advertisement

Now, I wanna ask you, who the hell are you? Tell me anything that I have to do, but you dont look at yourself, is it right or a true?

Ini pasti ada dalam pemikiran mereka yang menilai diri mereka benar, hak mereka sepenuhnya ada untuk menilai orang lain dan biasanya nyinyir brutal tanpa alasan. Padahal sudah pantaskah kapasitasnya untuk menilai dan menghakimi?

Mereka yang menjalani hubungan ini juga tahu apa resikonya.

Perjalanan waktu selalu menunjukkan siapa yang setia dan tidak setia. dan kebanyakan dari mereka yang menjalani hubungan seperti ini adalah orang yang seringkali disakiti dan akhirnya menemukan penyembuhan lewat orang yang "beda" tetapi benar-benar menjadi penyembuh. Mereka sebenarnya sadar resiko dan beban moral yang diemban, tapi dengan segenap keyakinan dan kepercayaan dari masing-masing pihak menyebabkan mereka kuat untuk menopang satu-sama lain.

Tapi tidak sedikit yang gagal.

entah karena datangnya hidayah, atau gagalnya sebuah rencana, banyak juga hubungan seperti ini yang gagal. Mereka memilih jalan seperti ini, juga sama seperti pasangan lainnya yang stereotipenya normal dimata umumnya, ingin menikah, memiliki keluarga yang baik dan sebagainya. Tapi, rencana Tuhan memang tidak bisa dikalahkan oleh rencana manusia, Ya, apapun latar belakangnya, setiap orang yang taat pada Tuhannya akan selalu mempercayai bahwa segala yang terjadi pada hidupnya adalah rencana Tuhan 🙂

Lalu, jika sudah terjebak dalam situasi seperti ini apa yang harus dilakukan?

Saya juga masih belajar, saya juga tidak alim-alim amat, bahkan saya juga belum memakai hijab panjang ala ukhti-ukhti, tapi saya mencoba memberi saran terbaik.

Ask in your deepest heart.

yes, this is the way you can use. Lebih berat manakah yang akan kamu pilih? Agama yang akan kau tinggalkan untuk cintamu atau Cinta yang akan kau tinggalkan untuk agamamu. Berat memang karena pasti ada rasanya tidak bisa mengganti sosoknya dengan yang lain. Semua memang sangat mengena dihati jika dilakukan dari hati, meskipun beda.

Minta Saran

Tidak salah untukmu menuliskan atau mengutarakan pendapatmu pada mereka yang pernah mengalami, toh setiap saran tidak semuanya harus kamu turuti. Tidak semua pendapat juga benar. Sekali lagi, saat bimbang jangan ragu untuk bertanya.

Tanyakan lagi, apa kamu sudah siap?

Seberat apapun kenyataan yang akan kamu terima nanti, kamu adalah kamu yang sudah siap dengan konsekuensinya. Mulai dari patah hati, dicibir lagi (karena gagal), Karena apapun konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil, kamulah yang akan menanggung akibatnya. Dan kamu memang harus siap untuk menerimanya.

Ya, kadang perjalanan hatii dan cita-cita memang tidak jauh-jauh dari pilihan. Kamu akan selalu menemukan pilihan, menentukan pilihan dan menerima pilihan. Selalu ingat bahwa, tidak ada yang salah dengan setiap perjalanan hidupmu, baik itu "beda" atau "sama". Kamu tetaplah kamu, makhluk istimewa yang diciptakan Tuhan untuk selalu berusaha dijalan-Nya, pun jika memang ia yang terbaik, selalu ada cara Tuhan untuk menyatukan,dan jika takdir-Nya dipisahkan, maka pasti ada ganti yang lebih baik. Percayalah.