Dalam hidup memang harus ada yang dicapai agar kita dapat mempermudah jalan hidup kita di masa yang akan datang. Entah yang kuliah menargetkan untuk lulus lebih cepat agar dapat melanjutkan studi di luar negeri, yang bekerja ingin mencapai tahap posisi yang lebih tinggi, yang pacaran ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan, dan sebagainya.

Terkadang pun dalam 1 tahun terakhir saja sudah banyak hal yang terjadi dalam hidup kita. Ada pula jalur-jalur yang tidak diprediksi dapat muncul seketika dan membuat kita menjadi dilema dengan jalur yang sudah kita yakini benar selama ini. Sehingga, muncul keraguan dalam hati dan mempertimbangkan segala risiko yang terjadi kedepannya.

Walau kita sudah banyak menerima saran dari keluarga, sahabat, pun orang-orang terdekat kita, tetap saja pilihan ada ditangan kita. Jalur manapun yang akan kita tempuh adalah bagian dalam hidup kita, bukan hidup mereka.

Ketika ternyata pilihan kita berujung pada kegagalan dan kita berada dalam situasi terpuruk, amat sulit rasanya menerima tragedi tersebut. Tiap hari dilalui dengan pikiran-pikiran buruk karena pikiran kita tertutup kabut tebal. Lalu kita bertanya-tanya dan mengeluhkan masalah kita pada Tuhan.

Tuhan Ingin Mematahkan Hati Kita Supaya Ia Bisa Merakit Hati Baru yang Lebih Kokoh

Rencana yang telah kita bangun sedemikian rupa ternyata tidak sukses seperti yang kita ekspetasikan. Mungkin kita terlalu banyak berencana dan lupa membangun rencana tersebut bersama Tuhan. Tuhan tidak marah dan menghukum kita. Hanya saja, kita mungkin tidak terpikir bahwa sesuatu yang dikerjakan dua orang akan lebih baik daripada dikerjakan seorang diri.

Advertisement

Dan Tuhan ingin membuat rencana yang lebih baik sekaligus ingin membentuk hati kita supaya lebih kokoh agar dapat menghadapi masa depan dengan lebih tangguh walau dengan menghancurkan rencana kita, karena mungkin di mata Ia rencana kita belum benar-benar matang.

Tuhan Ingin Mengajarkan Kita Terbang, Bukan Berjalan atau Berenang

Istilah ‘Ada Banyak Jalan Menuju Roma’ memang kerap kali kita dengar sebagai suntikan motivasi untuk mencapai kesuksesan. Ibaratnya Roma adalah sebuah puncak kesuksesan, dan kita hanya menempuh perjalanan dengan transportasi darat atau laut hanya karena kita terbiasa menempuh jalur tersebut (comfort zone).

Mungkin saat ini Tuhan ingin mengajarkan kita untuk terbang, walau memang sulit tetapi transportasi tersebut adalah yang cukup cepat dan tepat menurut-Nya. Tuhan ingin mengajarkan kita untuk keluar dari zona nyaman kita untuk memperlihatkan bahwa dari atas kita bisa memandang segala sesuatunya lebih indah.

Walau untuk dapat terbang dari posisi kita yang biasanya berjalan memang tidaklah mudah dan penuh rintangan. Tetapi Tuhan ingin sayap kita bertambah kuat setiap harinya dan berani untuk melihat kebawah (tidak takut gagal).

Menengok Kembali Ke dalam Hati

Ketika gagal, kita bisa menengok kembali apa saja yang membuat kita terjatuh. Biasanya yang membuat kita terjatuh bukanlah hal besar, tetapi hal-hal kecil. Mungkin ketika sukses, kita lupa diri dan lupa pada orang-orang yang membantu kita. Atau mungkin juga bukan artinya kita telah gagal, bisa jadi kita yang kurang bersyukur atas segala pencapaian dan usaha kita untuk mencapai target.

Belajar Menerima Tantangan dari Tuhan

Orang yang mampu menerima semua hal yang terjadi dalam hidup kita hanyalah diri kita sendiri. Ketika kita menyadari semua kelemahan kita dengan introspeksi diri, kita juga harus berani untuk menerima tantangan dari Tuhan agar bisa belajar sesuatu yang baru.

Sama seperti gugusan warna indah kembang api tahun baru, ada banyak peluang dan rencana Tuhan yang lebih baik di tahun mendatang. Untuk itu, kita perlu belajar merayakan dengan kegembiraan untuk menerima tantangan dari Tuhan sembari berdoa dan menumbuhkan tekad dalam diri kita.

Menyadari Usia Diri Kita yang Masih Muda

Dengan menyadari usia diri kita yang terbilang muda, kita juga bisa menumbuhkan motivasi belajar banyak saat muda agar kita menjadi lebih bijak di tahun-tahun selanjutnya.

Ketika jalan tertutup tembok tebal, kita bisa menerobos tembok tersebut. Tetapi, apabila memang seluruh jalan kita tertutup dan terasa tak ada jalan keluar, kita selalu punya jalan menuju keatas. Kita bisa meminta pertolonganNya.

Mencintai Masa Depan dan Melanjutkan Hidup Kita

Ketika menulis artikel ini, penulis teringat dengan nasihat seorang teman lama saat SMP. Dia mengatakan ketika kita ingin mencapai kesuksesan di masa depan, kita perlu mengapresiasi dan mempersiapkan diri untuk orang-orang di masa depan.

Ketika sukses, tentu orang tua kita akan bangga dan bahagia, tetapi jangan serta-merta semua usaha kita hanya benar-benar untuk membuat mereka bangga. Kita perlu memahami bahwa masa depan terus melaju dan ketika kita sukses artinya kita sudah membuat jalur yang lebih baik untuk generasi kita selanjutnya agar mampu meluncur dengan pesat.

Akan tetapi, memang untuk semua hasil pencapaian kita, kita mesti tetap bersyukur karena semua langkah yang kita lalui sejauh ini adalah berkat usaha dan perjuangan orang tua kita. Karena, tiada sedikitpun keberhasilan kita tanpa bantuan dan doa dari mereka.