Siapa sih di dunia ini yang tak kenal dengan sosok ayah? Tentu kita semua terlahir ke dunia ini karena kehendak beliau. Bagi setiap anak mungkin mereka punya pendapat sendiri tentang seorang ayah, begitu juga denganku.

Ayah mengajarkan banyak hal tentang pentingnya pembuktian sebuah rasa sayang, tanpa meminta balasan.

Ayah berada jauh di sana untuk melawan kerasnya badai kehidupan, untuk bekerja keras mencari nafkah, hanya untuk membesarkan anak-anaknya dan menjadi tulang punggung keluarga. Sedikitpun dia tak pernah mengeluh atas kerasnya hidup yang dia jalani.

Ayah bukan orang yang pandai menangis, jika harus menangis itu pasti untuk sesuatu yang sangat berarti. Ayah juga selalu menyembunyikan perasaan lelahnya akan semua yang dijalaninya. Dia mungkin juga tak pandai mengucapkan kata-kata sayang, akan tetapi dia hebat dalam membuktikannya dengan tindakan.

Saat di dunia ini tak ada lagi yang memahami perasaan ini, dialah orang pertama yang akan selalu menjadi tempat terbuka untuk kita berkeluh kesah.

Advertisement

Ayah mengajarkan kasih sayang tanpa membuat anaknya bergantung

Di balik sikap tegasnya, ayah mengajarkan aku untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Suatu hari sempat aku bertanya dalam hati, mengapa pelukannya tak sehangat pelukan ibu? Mengapa juga ayah tidak memanjakan kita lagi setelah dewasa? Apakah Ibu lebih menyayangi anaknya di bandingkan ayah? Tentu, tidak! Itulah misteri terbesar yang terbesit di benak ini.

Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, aku baru menyadari bahwa itulah cara ayah menunjukan rasa kasih sayang kepada anaknya, tanpa membuat anak bergantung akan apa yang dia berikan karena ayah ingin anaknya tumbuh menjadi manusia yang kuat, meski penuh kasih sayang tetapi tidak lemah dalam pembuktianyya.

Pada akhirnya aku mengerti bahwa doa yang ayah panjatkan di setiap waktunya, itulah yang akan memelukku dengan hangat dan menjagaku di manapun aku berada, menjauhkanku dari tipu daya dunia yang penuh ilusi ini.

Entah berapa ratus kali ayah menyembunyikan letih yang sungguh luar biasa menyakitkan. Mungkin ayah bisa berbohong bahwa semua baik-baik saja, tetapi tidak dengan mata itu. Mata itu menggambarkan derita yang ayah lalui siang dan malam hanya untuk memperjuangkan hidup keluarga, akan tetapi ayah tidak menghentikan langkah itu sedikitpun. Semua itu semata-mata untuk memberikan anaknya harapan hidup yang lebih baik, agar dunia ini tak mengejek buah hatinya.

Rasanya begitu banyak kata yang ingin aku sampaikan teruntukmu ayah, akan tetapi entah berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk mengatakannya. Karena menceritakan sosokmu tidak akan pernah habis termakan oleh waktu.

Terima kasih ayah, untuk setiap pengorbanan dan kasih sayang yang berikan. Bahkan setiap keringat yang menetes dari badanmu adalah sumber kehidupan untukku. Maaf karena aku selalu saja gagal menjadi yang terbaik untukmu. Tapi ayah, sepanjang hidupku aku akan selalu mengingat semua perjuangan yang ayah lakukan, meski sampai kapanpun aku tidak akan pernah mampu membalasnya, karena ketulusanmu adalah penghargaan terbaik dari Tuhan.

Semoga Tuhan selalu melindungi ayah di luar sana, menjagamu dari gelapnya perjalanan sulit ini. Hanya doa dan salam rinduku ini yang akan selalu menemani ayah tercinta.