Ku lihat jam dinding di kamar ku menunjukan pukul 00.00 WIB. Di malam yang penuh berkah ini, ramadhan ke-5 bersamamu, 5 tahun pula kebersamaan yang telah kita lalui. Malam ini terasa begitu hangat karena ku rasakan kasihmu yang semakin dalam.

Rasa tak ingin lepas dari peluk kasihmu semakin menjerat hatiku. Sebab telah pernah kurasakan hampanya terlepas dari pelukan kasihmu. Segala macam bentuk kebahagiaan, kesedihan, tangisan, dan candaan telah aku cicipi bahkan aku telan bersamamu dalam kurun waktu yang cukup lama, 5 tahun lamanya.

Engkau yang selalu sabar dan setia menyayangiku, tak ada lagi yang bisa ku lakukan selain bersisian denganmu, dalam suka ataupun duka, dengan segala kasih yang ku punya. Kita pernah bahagia, pernah pula terjatuh dan terluka dari cinta yang kita punya.

Tapi siapa yang tahu kalau ternyata cinta itu lebih kuat dari segala angin badai yang menghalau perjalanan kita? Hingga akhirnya membuat kita kembali pulang saat semuanya membuat kita terpisah dan terlepas dari cinta yang kita bina. 5 tahun bukanlah waktu yang singkat, beratus bahkan beribu hari telah kita lalui bersama. Tentu diantaranya tidak selalu bahagia yang kita jumpai, namun ada kala luka menguji kekuatan cinta kita.

Tapi percayalah sayang, betapapun besarnya badai itu datang, bila kita saling menggenggam, bila Tuhan menginginkan, cinta pasti kembali pulang pada istana hati yang telah kita bangun dalam ketulusan. Karena tak selamanya kita akan temui pelangi yang datang di waktu hujan, tak selamanya kerikil melukai langkah kaki kita.

Advertisement

Berjanjilah sayang, bahwa kita akan saling menggenggam, kita akan selalu bertahan dan bersisian, betapapun kencangnya angin badai yang menerjang. Mari kita buktikan kepada yang Maha Cinta, bahwa kita saling mencinta, bahwa ketulusan kasih kita inginkan untuk bahagia.