Hai, kalian si tukang PHP di mana juga kalian berada. Sudah berapa banyak hati gadis yang kalian patahkan? Di mana saja kalian torehkan kegemaran kalian itu? Kegemaran? Kalian tau apa yang aku maksud kegemaran itu? Menoreh luka, itu kegemaran kalian bukan? Yah! kalian gemar menoreh luka di hati setiap gadis, itu kegemaran kalian kan? Di mana saja sudah kalian umbar janji manis, yang sejatinya beracun itu?

Janji kalian memang manis, namun mematikan layaknya racun. Janji kalian memang manis, namun sejatinya janji kalian busuk, layaknya tumpukan sampah. Kalian si tukang PHP! Tukang PHP yang gemar sakiti hati, apa kalian tak ada hati? Apa kalian memang tak ada hati? Entah terbuat dari apa hati kalian itu, hingga tega menyakiti hati, hati yang lainnya. Kalian si tukang PHP, yang tak mengerti akan makna cinta. Kalian yang gemar mengumbar kata cinta. Cinta kalian, janji kalian layaknya pakaian obral yang dijual di pasar.

Apa kalian juga tak takut terkena karma? Jika kalian tak percaya karma, kalian pasti tahu dong kalau ada sebab pasti ada akibat. Kalian bisa sakiti hati para gadis itu kini, namun bagaimana jika kalian yang kelak akan jadi korban PHP! Kalian tahu, rasanya jadi korban PHP itu seperti apa? Manis di awal, namun pahit di akhir. Manis layaknya mangga matang, juga pahit layaknya obat. Coba kalian pikirkan, pikirkan! Jika yang menjadi korban PHP kalian itu Ibu, adik, atau kakak perempuan kalian.

Bukankah kalian terlahir dari rahim seorang wanita? Lalu mengapa kalian sakiti hati para gadis-gadis itu. Gadis, gadis yang telah kalian sakiti adalah kesayangan ayah mereka. Pikirkan, bagaimana jika kelak kalian memiliki seorang putri, dan putri kalian juga menjadi korban PHP. Atau bisa saja mungkin diri kalian sendiri yang akan menjadi korban PHP, bukankah roda selalu berputar? Kalian mungkin saat ini ada di posisi atas, lantas bagaimana jika kalian kelak ada di posisi bawah? Bagaimana jika kelak hati kalian yang di patahkan?

Hei, kalian para lelaki si tukang PHP bertaubatlah, bertaubat sebelum karma itu datang menghampiri. Tak sepatutnya kalian permainkan hati, sebab ini hati yang merasa, bukan bola yang dapat di oper sana sini. Pikirkan bagaimana jika air mata gadis, gadis itu akan berganti dengan air mata perempuan yang kalian cintai. Entah itu: Ibu, adik, kakak, atau bahkan anak perempuan kelak. Jika tak ada KARMA, maka ada SEBAB-AKIBAT, ingat itu baik-baik. Ingat, ada sebab akibat!