"Masih tentangmu, tentang hujan yang tak pernah memberiku cahaya matahari

Tentangmu adalah hal-hal yang gila tak pernah kubayangkan sebelumnya, 4 tahun menjadi perempuan bodoh, Aku pikir cukup. Tapi sampai ketikan yang tertulis ini, kau adalah orang yang tak pernah bisa Aku relakan di dunia ini.

Mungkin saku ataupun kamu sama saja, kita sama-sama tidak mengerti kapan hubungan ini pernah tercipta, namun kamu pria yang tak pernah luntur dan kesempurnaan, tolong dengarkan curahan hati perempuan bodohmu ini. Aku tak pernah meminta belaskasihanmu. Tapi itu lebih ke isi hati yang tak pernah kau tau. Kau tahu? Kau sudah membuat hati ini patah, hancur dan lebur, namun Aku tak pernah memberitaumu sebuah rasa pengorbanan cinta dari perempuan yang bodoh.

Ada kenangan tentangmu, tentang makanan kesukaanmu!

Entah siapa yang mulai, tapi hubungan ini berjalan dengan baik, kamu dan Aku adalah dua orang yang masih labil, mungkin hingga sekarang, terbukti karena perginya kamu dan Aku yang tak pernah menahanmu sama sekali. Kita masih labil.

Advertisement

Kau masih ingat ketika berkata, "Aku ingin makan ikan teri sambal tomat!" Dengan lembut Aku berkata "Nanti kumasakkan, cepat pulang yaa!" Kau tahu setiap hari aku merindukanmu, menunggu kau pulang kerja dan melihatmu tersenyum lebar adalah hal yang paling aku tunggu. Walaupun kau tahu Aku tidak pandai memasak, tapi aku akan mencoba membuat "ikan teri sambal tomat" kesukaanmu, kau tau? Sampai sekarang Aku masih belajar membuat ikan teri sambal tomat kesukaanmu! Aku hanya berharap kau kembali dan aku sudah siap dengan makanan kesukaanmu. Entah keliru atau tidak, aku masih menunggumu, sampai sekarang.

" Entah sekarang bagaimana kabarmu, tapi kamu sosok yang paling aku rindukan,

dan kamu sosok yang belum bisa aku ikhlaskan.

tentangmu, tentang kenangan kita, aku tidak pernh ikhlas terkubur begitu saja! kamu masih bayangan yang terus aku rindukan. semua dan gelap adalah waktu-waktu yang sekarang terjadi. sampai aku mengetik ini, aku masih merinrihkan air mata, tentang kepergianmu, tentang sebuah upaya melupakan dirimu, tapi hanya sia-sia. Kamu masih pria yang sempurna, pria yang selalu tersenyum ketika aku melakukan hal yang konyol, pria yang senyumnya tak pernah hilang. Kamu benar-benar tak bisa diikhlaskan. Percayalah!

Aku fikir, waktu akan mengobatinya, tapi tidak denganmu, waktu tak bisa mengobatinya. Kemarin, sebulan yang lalu, kita masih dua orang gila, berbincang larut malam dan tertawa bersama. tapi sekarang, kau lebih asing dari angin malam menusuk tulang dan bahkan mengucapkan "hello" haram hukumnya. Aku tidak pernah ikhlas dengan hal itu. Bahkan sampai sekarang.

"Datanglah padaku kapanpun kau mau, ketika kau melihat mataku, disana masih ada dirimu

Kau tau bagaimana tak ikhlasnya aku, sekarang. Pulanglah kapanpun kau mau, pintu masih terbuka lebar untukmu. Aku perempuan bodoh bukan? Tak apa, aku adalah perempuan bodohmu! Kembalilah, ketika kau kembali kepada hati ini, disana masih ada ruangan yang sama seperti dulu, ruangan untukmu yang tak pernah tergantikan oleh siapapun.

Ketika kamu kembali, kupastikan aku akan menjadi wanita lebih baik lagi, menjadi wanita terbaikmu, walau bodoh didepan orang, orang tidak akan pernah tau bagaimana rasanya menjadi Aku. Sebuah pengakuan dari perempuan bodoh yang selalu merindukanmu.