Selamat malam kamu, yang sedang jauh dari pelukan. Malam ini, atmosfer malam sedang cantik-cantiknya untuk kupuji, hingga dia tampak begitu cerah untuk menemaniku menuliskan tentangmu. Untukmu yang berulang kali membuatku jatuh hati Bagaimana hari ini? Sudah berapa banyak orang yang kamu temui? Berapa banyak bahagia kamu dapati? Ataukah ada luka? Aku tau lelahmu sudah pasti sedemikian banyaknya untuk kamu ceritakan.

Malam sudah siap untuk menidurkanmu, bintangpun seolah ingin bertanya apa saja yang sudah kamu capai hari ini. Malam ini terlihat cantik. Walau bulan sedang tak bertemu gerhana, tapi rasanya masih ingin mengingat segala hal baik tentang seorang yang selalu tau bagaimana cara membuatku menginginkannya. Sebut saja; kamu.

Untuk kamu yang sedang jauh dari tatapan malam ini angin begitu tenang, hingga rinduku mungkin saja bisa terdengar. Kau tau aku mencintaimu. Mencintai caramu berpikir, mencintai caramu menyikapi waktu, mencintai caramu bertutur. Aku suka caramu merengkuhku dimalam yang dingin, hingga aku terbuai dalam peluk hangatmu. Kamu selalu tau kapan waktu disaat aku benar benar bisa jatuh hati padamu di ujung waktu. Kamu selalu tau cara membuatku menangis bahagia karenamu.

Untuk kamu yang sedang kucintai hatinya, Kamu tahu, aku menyayangimu. Seolah tak pernah berakhir, seperti tidak pernah terpikir. Kamu tahu aku selalu memperhatikan setiap inchi perpindahanmu. Ingatlah bahwa ketika aku bertanya tentang sesuatu yang akan kamu lakukan, bukan berarti aku sekedar ingin tahu. Lebih dari itu. Aku menghawatirkanmu. Menghawatirkanmu setiap apa yang kamu lakukan. Jatuh sakitmu, lelahmu, bahkan ketika hujan membasahimu melebihi peluh di dahimu.

Untuk kamu, yang sedang kutuliskan ceritanya. Entah akan jadi apa kita selanjutnya. Entah apa rencana Tuhan menjadikanmu sebagai siapa nanti. Tolong, jangan pernah memaksaku untuk mencari siapa dan apa yang terbaik melebihi kamu. Aku hanya mahir menuliskan sebuah impian, cerita tentangmu dan luka yang membalut setiap cerita. Karena bersamamu, aku tak perlu menjadi orang lain.

Advertisement

Kamu tak perlu menjadi pahlawan-pahlawan yang di idolakan seisi dunia. Karena kamu memiliki kekuatan khusus di mataku. Tetaplah menjadi priaku yang bisa membuatku selalu nyaman dan memberi kesetiaan untkku. Selamat malam. Kamu. Pria yang selalu bisa membuatku jatuh hati.