Wanita adalah sosok makhluk Tuhan yang sangat sempurna, didalam dirinya ada keindahan. Tidak hanya pada parasnya, namun juga tutur dan perilakunya. Semuanya serba indah tak perlu diragukan.

Jangan pernah memposisikan dia sebagai yang kedua, karena tentu dia tidak akan pernah suka

Dia ingin menjadi yang utama dan diutamakan, dia bukan pelengkap bagi pria bukan juga sebagai "pemuas" belaka.

Wanita juga menyimpan sejuta misteri didalamnya, butuh waktu dan strategi untuk mengerti tentangnya dan apa yang menjadi keinginanya.

Dia tidak mudah berterus terang, butuh kejelian untuk menerjemahkan bahasa yang diungkapkanya secara tersirat

Advertisement

Sejak zaman dahulu kala hingga kini, tak pernah habis wanita menjadi sosok yang penuh inspirasi, bukan karena gaya hidupnya yang mewah dan dandanannya yang modis namun bagaimana ia mampu memberikan arti bagi dirinya dan orang disekitarnya termasuk dirimu. Dia adalah simbol cinta dan kasih sayang.

Banyak wanita yang menginginkan sebuah popularitas dan kemasyhuran dengan memanipulasi paras dan fisiknya. Padahal itu adalah sesuatu yang semu, yang akan hilang ditelan usia.

Esensi wanita jauh dari itu, dia adalah pembangun peradaban. Dia bisa menjadi pejuang bagi dirinya, keluarganya, agamanya, negaranya bahkan dunianya

Popularitas, eksistensi dan kemasyhuran adalah bonus pelengkap saja, menjadi seorang wanita adalah suatu kepastian dari sang pencipta dan menjadi sosok perempuan yang luar biasa itu adalah sebuah pilihan hidup, maka pilihlah jalanmu dari sekarang wahai kaum wanita.

Tak selamanya wanita hanya sebagai pengikut, dia juga bisa menjadi pemimpin. Banyak sekali pemimpin wanita yang hebat dan sukses membangun rakyatnya. Ada juga wanita sebagai pejuang yang berdiri di barisan paling depan untuk melawan penjajah dan banyak juga kita lihat wanita sebagai pendamping pria sukses.

Untukmu kaum wanita jangan pernah lelah dan berhenti untuk terus menggali potensi diri, temukan passionmu dan gunakan itu sebagai nilai yang sangat mahal di hadapan lelakimu.

Kau ibarat bunga mawar yang harus merasakan sakitnya duri dahulu sebelum mampu memetik dan memilikimu.

Untukmu wanita yang selalu aku kagumi, yang selalu hadir dalam setiap memoriku yang kusebut namanu dalam doa tetaplah menjadi wanita sederhana namun visioner dalam bertindak.

Walaupun kita tidak bersatu dalam kasih dan cinta setidaknya aku pernah mencintaimu walau dalam diam.