Untukmu, yang sekarang duduk bersamaku tetapi hatimu masih rindu yang dulu. Asal kamu tahu, semua orang mempunyai masa lalu. Begitu pun aku dan kamu. Tapi sudahlah! Yang lalu biarlah berlalu. Tidak usah terlalu larut di dalamnya karena walaupun mereka kembali, mereka tidak akan sama seperti semula.

Seperti yang kamu tahu, kamu dan aku sama-sama pernah mempunyai kisah indah. Kisah yang terukir sebelum kita saling mengenal. Tapi sadarkah kamu bahwa kisah itu telah usai? Tak perlu kamu ingat bahkan kamu kejar masa lalu. Mereka sudah berada jauh di belakangmu. Cobalah untuk menoleh ke sampingmu sejenak. Ada aku yang siap mendampingi, menemani, bahkan menuntunmu menatap ke arah depan.

Tidak usah kau buang waktu dan tenagamu untuk meratap terus ke belakang.

Aku tidak ingin menjadi wanita munafik di depanmu. Aku pun pernah mencintai seseorang begitu dalam, sama sepertimu. Aku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Saat terpisah darinya seakan membuatku tak ingin terjatuh lagi. Aku mati rasa, semacam kehilangan selera untuk mencintai siapa-siapa. Tapi waktu berlalu dan aku mencoba untuk tidak mengingatnya lagi. Bukan melupakan, tetapi merelakan lebih tepatnya.

Karena aku sadar bahwa akup un berhak bahagia tanpa harus melihat ke belakang.

Advertisement

Dan sekarang apa yang terjadi? Kemudian kamu datang. Kamu membuatku jatuh lagi. Senyumanmu, sosokmu, dan juga kata-kata manismu. Dengan waktu yang sesingkat ini, mungkin terdengar gila. Tetapi kamu berhasil membuatku jatuh lebih dalam seakan-akan aku tak pernah jatuh sebelumnya. Aku terjatuh lagi, lebih dalam, bersamamu. Lalu apa kamu tahu, pangeranku?

Yang terpenting saat ini adalah aku bersyukur. Saat ini yang aku ingat bahwa aku hanya terjatuh ketika bersamamu. Tidak ada lagi kenangan tentang aku dan dia. Aku ingin membuat kisah baru lebih banyak bersamamu.

Tidak bisakah kamu melakukan hal yang sama sepertiku? Apa begitu sulit bagimu merelakan kisah yang telah selesai itu?

Aku tidak mengekang bahkan melarangmu untuk berkomunikasi dengan mantanmu. Yang aku ingin hanya kamu menghargai keberadaanku saat ini, seperti aku selalu menghargaimu. Dan sekarang, mengetahui untuk yang ketiga kalinya bahwa ternyata kamu masih mengharapkan dia tidak terlalu sakit bagiku. Karena aku pernah mengalami hal yang lebih sakit dari ini.

Ini tidak seberapa. Aku cukup kuat untuk menerima kenyataan tersebut. Hanya saja, aku kecewa. Aku pernah merasakan masa-masa sulit untuk kembali jatuh cinta dan sekarang saat aku terjatuh lagi, malah berujung seperti ini. Tetapi yang jelas, aku sangat ingin berterimakasih karena telah memberitahuku di awal sehingga aku sudah mempunyai gambaran tersendiri tentang dirimu

Bahwa benar ragamu memang berada di dekatku, memang selalu ada memelukku, tapi hati dan fikiranmu tidak serta bersamaku.

Untukmu, yang baru saja seumur jagung menemani hariku. Ingin rasanya mengukir cerita lebih jauh. Tetapi apalah arti ukiran tanpa warna-warni di dalamnya? Semoga kamu tahu apa maksud dari celotehan panjangku ini. Terimakasih 18 Mei.