Setelah hari kemarin, hari dimana ku akhiri kisah cinta kita, hari dimana hati ini begitu dalam terluka, hati ini kamu buat sakit luar biasa. Aku bisa apa? Aku cuma bisa menangis, membayangkan kamu sang pendua, aku bukan wanita bodoh aku bukan mudah menyerah. Tapi ingatkah kau saat masa sulit menghampiri kisah kita?

Ku coba bertahan ku coba memperbaiki, tapi apa daya kau tak sabar dan memilih mengisi hatimu dengan wanita lain.

Sakit yang kamu beri sungguh teramat sangat dan untuk sesaat aku lupa apa itu bahagia, bukan hanya kehilangan kamu, aku juga kehilangan segenap nafsu makan ku, semangatku, aktifitasku bukan maksudku berlebihan dan menyiksa diriku sendiri tapi inilah yang ku lalui, aku hanya bisa terusberjalan tanpa tau kemana harus berhenti hingga aku lelah dan akhirnya terlelap dalam mimpi, tentunya setelah aku menangis dalam diam di setiap malam ku.

Ku tak habis fikir, kenapa kamu bisa setega ini padaku?

Aku disini percaya padamu, aku disini menunggmu, aku disini yang berusaha tetap setia dan terus setia.

Advertisement

Kenapa? Kenapa harus berakhir seperti ini? Ku akui aku bukan wanita sempurna untuk dirimu tapi masih adakah hati nuranimu? Kamu membuatku jatuh cinta sedalam-dalamnya untuk kau hancurkan seperti ini, aku punya cinta yang tulus untukmu tapi kamu malah mengkhianatiku.

Terimakasih atas segala hal yang kau berikan padaku, terimakasih rasa sakit yang kamu buat sesakit ini, tuhan sedang menguji aku melalui kamu, proses ini membuatku semakin dewasa, dengan begitu, aku tahu bahwa sebenarnya kamu tak pantas untuk diriku lagi.