Apa kabar lelakiku? Apa kabar hari-harimu sayang?

Aku ingin sekali menyapamu..

Kamu ingat? Aku adalah orang yang mencintaimu dengan tulus, tapi aku adalah orang yang kamu hancurkan demi menjaga perasaan orang lain. Kamu tak kan memahami perihnya hati saat kau melepaskanku sayang. Kamu ingat kenangan-kenangan kita? Apa sekarang kamu lega jika mengingatnya? Waktu terus kulalui tanpa kehadiranmu, tanpa dukunganmu, dan tanpa kasih sayangmu. Aku adalah orang yang tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi apapun. Aku yang rela menahan sakitnya karena perlakuanmu. Aku adalah orang yang selalu memperhatikanmu meskipun kau sering mengabaikannya, yang mampu menerima segala kekurangan dan keegoisanmu, yang tetap tersenyum meski seringkali air mata mengalir karenamu, yang mampu menahan segala debatku agar tiada pertengkaran diantara kita, yang mampu menanggung semua beban ketika semua orang bertanya mengapa aku memilihmu? Meskipun aku tak mampu menjelaskan sepenuhnya kepada mereka tetapi aku yakin kamu layak aku perjuangkan.

Karena ini ketulusan, ketulusan yang kau sia-siakan 

Dan sampai sekarang, aku adalah orang yang masih menyebut namamu dalam sujudku. Aku belum lelah, meski aku tak tau hatimu, tawamu, sedihmu milik siapa. Aku tetap berdiri di sini untuk orang yang sama, dengan sisa kepingan hati yang telah kau hancurkan. Kamu telah membuatku kehilangan selera mencintai yang lain. Ya, hatiku telah terkunci untukmu.

Advertisement

Kapan kau kembali? Disini aku menantimu meski kata orang kopi yang disuguhkan sisa tadi pagi tak kan sama rasanya. Tapi aku tak mampu membencimu, aku hanya mampu mencintaimu.