Apa dan siapa Wahabi itu? Tanyakanlah pada sejumlah orang dan minta mereka menunjuk satu kelompok yang layak menyandang nama Wahabi.

Sampai hari ini, saya menganggap Wahabi adalah ilusi semata. Tidak pernah ada Wahabi. Dan perasaan ini ternyata didukung oleh Karen Armstrong. Karen Armstrong adalah seorang penulis buku yang isinya berfokus pada permasalahan teologi. Dia pernah dekat sangat gereja dan memutuskan untuk tidak beragama karena menurutnya, Tuhan yang dikenal manusia saat ini adalah bagian dari sejarah manusia. Hal itu bisa dilihat dalam bukunya Sejarah Tuhan maupun Masa Depan Tuhan.

Karen Armstrong bilang, Wahabi hanyalah sebuah sebutan. Sebutan ini disebutkan orang-orang saat itu kepada kelompok muslim yang tidak mereka sukai. Wahabi juga dikaitkan dengan fundamentalisme. Bagaimana pandangan Karen Armstrong pada fundamentalisme agama sila dibaca bukunya ya.

Apakah Wahabi adalah Arab Saudi?

Arab Saudi sering disebut sebagai negaranya Wahabi. Sebelumnya, kita kudu tarik diri ke masa lalu.

Advertisement

Ada salah satu kisah Rasulullah yang fenomenal. Yakni ketika terjadi perebutan untuk meletakkan batu hajar aswad ke Kakbah. Muhammad (belum menjadi Rasul) saat itu mengajukan solusi yang brilian untuk meletakkan batu tersebut di atas sorban. Kemudian para pemimpin kaum memegang sorban itu, dan mengoperkannya satu sama lain sampai ke Kakbah.

Kakbah sebagai kiblat umat Islam sudah sangat penting pada masa itu dan menjadi perebutan kaum di seluruh semenanjung Arab.

Singkat cerita, setelah Islam mengalami kemajuan, Kakbah berada dalam penguasaan Utsmani. Dinasti Utsmani pada saat itu memegang kuasa dan dalam sebuah literatur terjadi pergeseran makna Islam dalam pemerintahan. Pemerintahan saat itu disebut glamour dan berorientasi harta dan jauh dari nilai-nilai Islam.

Lalu muncullah seorang tokoh, mufti, bernama Muhammad bin Abdul Wahhab. Beliau menjabat sebagai muftinya Kerajaan Saud di wilayah Najd, mungkin sekitar Qatar.

Melihat hal itu, beliau menyeru untuk membersihkan kakbah dari nilai-nilai yang tak Islami. Di sisi lain, kalau kita melihat psikologi kaum sejak zaman dahulu, maka ada kepentingan politik untuk merebut kekuasaan. Dengan mengusir Utsmani dari kakbah, maka kakbah akan beralih penguasaannya ke tangan Saud. Penguasaan kakbah akan melahirkan legitimasi kepada penguasanya.

Apakah Wahabi ini adalah nama pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab? Jawabannya TIDAK.

Gerakan yang dipimpin Muhammad bin Abdul Wahhab ini tidak pernah menyebut diri mereka Wahabi. Mereka lebih dikenal dengan nama Salafy. Salafy ini merujuk ke generasi salafus soleh atau sahabat yang paling dekat dengan Muhammad. Praktik ibadah seharusnya mengikuti pada masa-masa itu karena merekalah yang paling dekat dengan Muhammad. Ajaran tauhidlah yang diutamakan dalam gerakan ini.

Tentu, Muhammad bin Abdul Wahhab bukanlah orang sembarangan. Tak mungkin ia punya pengaruh yang besar sehingga banyak yang mengikuti beliau bila tidak punya keistimewaaan. Sejarah masa muda Muhammad bin Abdul Wahhab bisa teman-teman cari sendiri ya. Salah satunya disebutkan bahwa beliau sama sekali tak menyukai pertumpahan darah.

Gerakan ini kemudian menang. Dinasti Saud sampai sekarang berkuasa (makanya dinamakan Saudi Arabia), tetapi muftinya tidak selalu dari keluarga Abdul Wahhab.

Apakah istilah Wahabi sudah ada sebelum gerakan Muhammad bin Abdul Wahhab?

Coba kita tanyakan ke teman-teman Salafy, siapa dan apa Wahabi? Mereka akan menjawab Khawarij. Salafy sama sekali menolak disebut Wahabi. Dan Salafy pun menyebut adanya Salafy gadungan yang ikut memakai salafy identitas.

Khawarij dalam sejarah dunia Islam sangatlah kelam. Hal ini bermula dari kematian Utsman bin Affan. Kematian Utsman ini didalangi oleh kelompok Khawarij. Kelompok ini dipimpin oleh Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum. Mereka adalah orang-orang yang baru memeluk Islam di masa itu, namun vokal. Mereka bahkan menuduh Utsman bin Affan korupsi, padahal siapa pun tahu Utsman adalah muslim paling kaya sejak awal. Mereka memprovokasi orang-orang sehingga mengakibatkan Utsman bin Affan dan keluarganya terbunuh.

Ali bin Abi Thalib menggantikan Utsman bin Affan sebagai khalifah. Di sisi lain, Muawiyah yang juga kerabat dari Utsman meminta keadilan kepada Ali untuk menghabisi semua yang ada sangkut-pautnya dengan Khawarij. Namun, Ali menolak. Menurut Ali, yang harus dihakimi adalah orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan Utsman saja, bukan seluruh kelompok. Atas itu, terjadilah perpecahan antara Muawiyah dan Ali karena perbedaan ijtihad. Keduanya adalah sahabat Rasul yang berhak melakukan ijtihad. Di sinilah mengerucutnya perseteruan Syiah yang mendukung Ali dan Muawiyah yang dianggap merepresentasikan Sunni dalam Perang Siffin.

Apa dinyana, singkat cerita, ternyata Khawarij mencoba membunuh Ali dan Muawiyah diam-diam. Rencana pembunuhan terhadap Ali berhasil sementara Muawiyah gagal. Kegagalan ini dimanfaatkan oleh Muawiyah dengan menghabisi Khawarij setelah itu.

Dalam beberapa literatur lain, ada yang menyamakan Khawarij dengan Salafy. Ini logikanya ke mana? Muawiyah oleh Salafy dianggap salah satu sahabat Rasulullah dan ia menumpas Khawarij. Bagaimana rumusnya A suka B, B tidak suka C, A tidak suka C, lalu A adalah C?

Apakah Khawarij musnah? Penyebutan Khawarij, dibanding sebuah kelompok, telah bertransformasi menjadi pemikiran atau bahkan ideologi. Ciri utamanya, mereka tidak segan membunuh sesama muslim.

Dari cerita ini, sebenarnya saya ingin bilang bahwa motif politik sangat kental. Kalau ada yang kembali menyebut Wahabi, langsung saja cermati motifnya.

Meski dalam cerita yang belum diceritakan di sini ada riak-riak lain dalam Dinasti Muawiyah sehingga Syiah sebagai entitas politik (bukan aliran ya) sangat membenci Sunni, atau ulah-ulah Syiah sendiri yang membuat garis batas antara Sunni-Syiah semakin melebar. Begitu juga dalam Saudi Arabia, bila kita lihat awalnya gerakan pembaharu itu untuk memurnikan Kakbah dengan nilai-nilai Islam, bagaimana sekarang?

Lalu bagaimana di Indonesia? Siapa Wahabi? Netizen suka menyebut PKS itu wahabi, FPI itu wahabi, atau salafy itu wahabi. Padahal PKS yang akarnya Ikhwanul Muslimin juga berseberangan dengan Salafy. Jadi balik lagi ke pernyataan Karen Armstrong, siapa kelompok yang tidak kita sukai… maka itulah yang kita sebut wahabi.

Jadi, siapa wahabimu?