Wahai wanita cantik, engkau yang diciptakan dengan sangat sempurna oleh Rabbmu. Indah dengan segala kelebihanmu yang ada. Wahai wanita cantik, Sering kali aku melihatmu berjalan dengan baju yang sangat sederhana, bahan yang sederhana, dan ukuran yang sangat sangat sederhana, hingga bagian auratmu yang harusnya tak tampak menjadi tampak.

Wahai wanita cantik, cukup sering aku melihat engkau jalan di depan para lelaki denga pakaian sexy-mu dan para lelaki itu menatapmu dengan sangat lekat dari ujung kakimu sampai ujung rambutmu. Mengikuti langkahmu hingga hilang dari pandangan mereka, pandangan yg menjijikkan.

Wahai wanita cantik, Suaramu sungguh merdu, mendayu-dayu layaknya putri duyung yang sedang bernyanyi, bening sebening sumber mata air yang mengalir. Wahai wanita cantik, ketahuilah engkau begitu berharga, terlalu berharga. Engkau bagai intan berlian yang terpajang pada sebuah kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi. Engkau bukan emas campuran murahan yang terpajang di etalase depan toko dan dengan seenaknya sang pembeli dapat merabamu, memegang tubuhmu dan memakaimu hanya untuk mencoba, lalu sang pembeli pergi, tak jadi membelimu dan mengembalikanmu di tempat yang sama!! Bukan.

Engkau bukan itu wahai wanita cantik! Engkau intan berlian yang terpajang dalam kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi. Orang yang menginginkanmu tidak berhak merabamu, memegangmu tubuhmu bahkan mencoba memakainya! Tidak, mereka terlalu kotor untuk itu. Mereka harus terlebih dahulu membelimu dengan harga yang sangat mahal, setelah itu mereka akan dapat memilikimu sepenuhnya. Engkau yang utuh, yang belum pernah 'dicoba’ orang lain sebelumnya.

Wahai wanita cantik, engkau sungguh indah. Bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya, terlebih dahulu mereka harus merasakan duri.