Apalah artinya membenci kenangan, jika itu bisa kita peluk dan saling bersama menggegam itu semua.

Bukankah kita mahluk yang sempurna yang diciptakan Allah SWT dimuka bumi ini? Lantas mengapa begitu takutnya kita menerima segala hal dimasa lalu dan peluk dengan erat biarkan itu menjadi sebuah kelapangan hati yang begitu dalam dan luas.

Bukankah karang tak pernah protes kepada ombak, lantaran ombak selalu menghantamnya? Ia menerima saja semua hantaman ombak yang perlahan terus menghancurkannya. Walau menyakitkan, walau keras hantaman itu, begitu ketetapannya, kita hanya perlu menerima dan memeluknya dengan erat dan kuat, dan kembalikan kepada dia sang maha takdir.

Hari ke hari, minggu ke minggu dan bulan ke bulan, selalu saja seperti itu, karang terus dihantam ombak. Ini bukan tentang seberapa sakit, tapi ini tentang seberapa luas yang menerima setiap kesakitan itu dan melapangkan dengan penuh keluasan hati.

Dan pada akhirnya hati itu ibarat karang dan ombak ibarat hal menyakitkan dalam kisah perjalanan hidup kita. Jika kita menerima dan meluaskan hati kita, maka lekas hati kita menjadi semakin kuat dan lapang, menerima setiap terpaan kisah perah layaknya ombak yang menerpa karang.

Advertisement

Jika hati begitu luas dan kuat, maka ia senantiasa akan tetap tegar dan menerima segala hal menyakitkan yang menerpanya, tak perlu resah atau membenci, karena inilah cerita yang dituliskan sang pencipta kepada kita

Kau tahu manusia terkuat dimuka bumi ini? ya dialah yang siap memeluk erat setiap kepahitan dan kebencian dalam kisah hidupnya. Ia yang siap berdiri dan kokoh menghadapi setiap terpaan kepahitan dan kebencian yang menghatamnya. Tak perlu lari, biarkan saja seperti itu, terima saja dengan kelapangan hati.

Semua tetap dalam ketetapannya, dan ketetapan sang pencipta ialah yang terbaik untuk kita, lantas mengapa kau tak menerima ketetapan itu, layaknya karang dilautan?

Jika menerima adalah membebaskan maka lakukanlah, jika membenci dan kepahitan kau genggam, kau peluk dengan erat, nantinya itu semua menjadikan hatimu lebih lapang dan luas, senantiasa kokoh dan selalu siap menghadapi terpaan kepahitan dan kebencian dalam hidup ini.