Apa Kau Tau Aku Sangat Menyukaimu?

Cinta itu selalu datang secara tiba-tiba tanpa disadari. Taukah kau akupun mengalami kisah cinta yang sungguh sangat menyakitkan. Ya, semua itu berkat dirimu. Aku tak tau harus menghadapinya seperti apa dan juga apakah aku hanya ditakdirkan untuk mencintaimu dalam diam.

Tak ada yang lebih indah selain melihatmu selalu tersenyum dan bahagia, sudah cukup untukku walau aku tidak bisa berada di sampingmu karena aku sadar bahwa cinta tak harus memiliki. Ya tuhan, apakah aku harus menutupi perasaanku darinya?

Aku merasa seperti pengecut cinta. Mungkin cinta ini tak akan pernah hilang meski termakan oleh waktu, aku akan tetap mengingatmu meski hanya sebagai cinta dalam diamku. Cinta memanglah rumit terutama bagi orang yang tak mudah mengungkapkannya seperti diriku, akan tetapi hanya dengan melihat serta mengetahui kabarmu itu saja sudah cukup.

Tak ada yang special yang bisa aku ingat dari kenangan saat dulu kau berada di hidupku. Ya tentu karena kau hanya seperti bayangan semu indah yang hanya bisa kutatap namun tak dapat ku raih. Aku hanya bisa memandang tanpa lirikanmu sedikitpun, rasanya perasaan itu seperti menghujamkan perihnya ke jantungku. Sungguh tak bisa di percaya perasaan bodoh ini hadir tanpa mengharap balasannya.

Advertisement

Terkadang sempat ku berpikir apa aku harus pergi jauh untuk melupakan segala kenangan tentangmu, namun apalah dayaku. Hatiku ini tak bisa berpaling darimu karena semakin aku menjauhimu semakin aku mengagumimu.

Suatu Hari Pernah Tak Sengaja Takdir Mengijinkanku Bersamamu Meski Hanya Sejengkal.

Saat itu kau berjalan menyusuri lorong jalan tempat di mana kita sering berpapasan, tak seperti biasanya kali itu aku berada berjalan tepat di belakangmu. Sungguh kesempatan langka aku dapat berjalan mengikuti jejak langkahmu, rasanya sungguh membahagiakan. Jantungku berdebar sangat sangat kencang, menandakan seolah risaunya benar-benar menghilang meski sejenak. Seandainya waktu berhenti saat itu juga, namun sayangnya alurnya begitu cepat berlalu.

Kini semua itu hanya tinggalah kenangan, tak ada lagi dirimu serta segala kerumitan tentangmu. Waktu telah berlalu kau tak ada lagi ada di hidupku, seperti yang seharusnya. Kau memanglah bukan untukku, meski begitu semoga suatu hari Tuhan mempertemukan kita lagi dalam keadaan lebih baik. Terima Kasih karena pernah menjadi bagian dari imajiku.