Hampir semua sependapat bahwa wanita adalah mahluk yang sangat berperasan dan sering kali menggunakan perasaan dibanding akal pikiran,tapi dalam keadaan tertentu wanita pun masih bisa menggunakan akal dan itu terjadi pada sebagian kecil wanita saja.

Dalam menjalani sebuah hubungan seperti pacaran,wanita itu selau menunjukkan rasa cinta pada pasangan,dan tidak heran jika kita lihat di sosmed wanita begitu bangga dan bahagia menunjukkan siapa pasangannya saat ini.tapi terkadang dalam menjalani hubungan wanita itu terkesan menjadi "Tirani of minority" yang artinya dalam keadaan tertentu dia seakan selalu tampil dominan terhadap pasangannya.

Contoh kecil saja dalam kebanyakan hubungan adalah bahwa wanita sering menngunakan perasaan sebgai power untuk menekan pasangannya, semisal wanita selalu memposisikan si pria untuk mengerti maksud hati wanita, ketika lagi emosi dan sensi sering kali wanita memberikan pilihan pilihan sulit pada si pria, seperti memilih antara wanitanya atau kesengan atau hobby si pria. Dan wanita juga sering memposisikan diri sebagai pemberi pesan/kode tunggal untuk di pecahkan si pria.

Akan tetapi bagi wanita yang berpikir akan berlaku sebaliknya, dia akan mencoba tuk lebih terbuka untuk bisa memahami keadaan pasangannya,tidak terlallu sering menunjjukan sikap manja berlebih dan wanita berpikir akan lebih senang membicarakan jika ada masalah yang terjadi dalam sebuah hubungan,sikap sperti itu lebih baik dan mudah dipahami bersama daripada si wanita memilih sikap diam.