Demak adalah salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan pusat ibukota Jawa Tengah. Kota ini memiliki julukan sebagai kota belimbing dan jambu karena terkenal sebagai penghasil kedua buah tersebut. Selain mendapat julukan demikian, Demak juga dikenal sebagai Kota Wali.

Eits, jangan salah. Walaupun mendapat julukan sebagai Kota Wali, Demak juga memiliki tempat-tempat yang bisa dijadikan wisata sekaligus tempat mengingat kejadian masa lampau. Apa saja itu? Ini dia tempat-tempatnya.

Demak disebut sebagai Kota Wali karena di tanah yang bernama Glagah Wangi ini dulu para walisongo, tokoh penyebaran agama islam di pulau jawa berkumpul, selain itu juga Demak merupakan kerajaan islam pertama di pulau Jawa. Kesembilan wali tersebut sering berkumpul bahkan memberikan banyak nasihat kepada masyarakat. Bahkan makam Kanjeng Sunan Kalijaga salah satu dari Walisongo pun terletak di Kadilangu, Demak. Yang sekarang pun selalu ramai dikunjungi para peziarah dari seluruh pelosok Nusantara.

Nah, melalui ziarah, teman-teman bisa menengok sebentar ke masa lampau dimana para ulama terdahulu berjuang menyebarkan islam di tanah Demak. Atau merasa bangga karena lahir di tanah Demak yang jika di runtut sejarahnya pernah mengalami masa kejayaan, dan terinspirasi untuk membuat Demak menjadi lebih baik lagi.

Rekomendasi wisata selanjutnya adalah Masjid Agung Demak. Yups, sudah pada tahu kan masjid ini? Itu, lho yang sempat masuk adegan film, Kukejar Cinta ke Negeri Cina. Nah, buat teman-teman yang baru ke Demak atau belum ke masjid ini, di wajibkan untuk mengunjungi tempat ini.

Advertisement

Masjid Agung Demak adalah salah satu peninggalan dari Kerajaan Demak. Masjid Agung Demak dibangun atas prakarsa Walisongo ketika Kerajaan Demak dipimpin oleh Raden Patah yang masih ada keturunan dari Majapahit.

Banyak hal yang bisa ditemukan ketika mengunjungi masjid bersejarah ini. Misalnya, menikmati arsitektur masjid yang sudah berdiri sejak 542 tahun silam. Masjid atap tumpang tiga yang diakulturasikan antara hindu dan islam, melihat situs kolam wudhu bersejarah di samping masjid, piring campa, bedug dan kentongan yang sampai sekarang digunakan sebagai penanda waktu sholat. Lalu yang sekarang di museumkan, soko tatal dibuat oleh Sunan Kalijaga serta pintu bledek yang dibuat oleh Ki Ageng Selo. Dan di belakang masjid juga terdapat kompleks pemakaman keluarga raja.

Nah, bagaimana teman? Penasaran dengan tempat wisata sekaligus tempat ziarah tersebut? Selain  dapat menenangkan pikiran, tanpa disadari juga kita dapat mengambil hikmah dari kejadian masa lampau tersebut. Semoga bermanfaat.