Setiap orang punya angan-angan serta impian ingin seperti apa pasangannya kelak. Beberapa orang ingin mempunyai pasangan yang ganteng, misalnya seperti artis idola mereka, beberapa yang lainnya berharap memiliki pasangan yang kaya, yang dapat memenuhi semua kebutuhannya tanpa kita sendiri perlu bekerja, ada juga kelompok yang hanya ingin mempunyai pasangan yang bisa menerima dan mencintai dirinya apa adanya.

Impian atau angan-angan itu bisa kita miliki sejak dulu ataupun terbentuk sendiri seiring berjalannya waktu. Mempunyai harapan memiliki pasangan seperti yang didambakan adalah hal yang wajar, akan tetapi kita terkadang tidak menyadari bahwa pasangan yang kita dambakan belum tentu yang kita butuhkan atau yang benar-benar kita inginkan.

Terdapat banyak hal yang mempengaruhi seseorang dalam menentukan kriteria pasangan yang diinginkan. Salah satunya adalah berasal dari segala hal yang dilihat dan ditonton. Saya adalah salah satu penggembar drama dan anime komedi romantis, serta pembaca komik dengan genre yang kurang lebih sama. Hobi tersebut membuat saya ketika SMP dan SMA berkeinginan mempunyai pacar seperti yang ada di beberapa film yang saya tonton dan komik yang saya baca, bahkan saya pernah membayangkan akan seperti apa proses pacaran kita kelak.

Kriteria pacar yang saya inginkan adalah yang ganteng, workaholic, cuek tapi care, sweet, bad boy but willing to change for me. Walaupun saya sudah lama melupakan kriteria-kriteria tersebut, tetapi kriteria tersebut tanpa saya sadari masuk ke dalam pikiran (bawah sadar) saya.

Suatu hari, ketika dewasa, secara tidak sengaja, seorang pria mendekati saya. Ketika ia mendekati saya, saya jadi teringat kembali dengan kriteria pria yang dulu pernah saya bayangkan karena pria tersebut memenuhi hampir semua kriteria yang dulu pernah saya dambakan ada dalam pasangan saya, sehingga tidak susah bagi pria tersebut untuk membuat saya tertarik dan akhirnya pacaran dengannya. Proses pacaran kita juga seperti yang saya pernah bayangkan sebelumnya.

Advertisement

Semula semua berjalan dengan lancar, akan tetapi tidak semua berjalan seperti di film, di komik, ataupun di bayangan saya. Seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa dia bukan sepenuhnya orang yang saya butuhkan. Saya malah menyadari kriteria lain yang seharusnya lebih saya butuhkan ada pada pasangan saya (nantinya).

Memang tidak semua orang seperti saya, yang karena menonton ataupun membaca membuat orang tersebut jadi berharap mempunyai pacar seperti yang ditonton ataupun dibaca, ada beberapa orang yang hanya sekedar menonton atau membaca. Akan tetapi, saya percaya, baik itu terpengaruh atau tidak, banyak orang mempunyai kriteria impiannya masing-masing.

Bagi yang sudah mempunyai banyak kriteria tertentu, mungkin kita dapat bertanya apakah orang dengan kriteria seperti itu memang cocok untuk menemani kita nantinya? Ataukah sebenarnya hanya cocok untuk dikagumi? Jangan sampai kriteria-kriteria yang kita tetapkan, yang belum tentu cocok dengan diri kita justru membuat kita jadi menutup diri terhadap orang dengan kriteria lainnya, dan malah menghambat kita menemukan yang terbaik untuk kita.

Bagi beberapa orang yang terpengaruh seperti saya, sebelum akhirnya kita benar-benar mencari pacar seperti yang di TV ataupun di buku, ataupun sebelum akhirnya kita benar-benar menyesal, broken heart, atau bahkan memaksakan hubungan kita, karena ternyata orang tersebut tidak sepenuhnya cocok dengan kita, ada baiknya kita bertanya apakah memang dengan kepribadian kita, kita benar-benar cocok dengan orang seperti yang kita harapkan?

Terkadang kita lupa bahwa yang ada di TV atau buku bukan kita ataupun bukan orang dengan kepribadian yang sama persis dengan kita. Setiap orang berbeda dan cocok dengan orang yang berbeda pula. Terkadang kita juga mengindahkan setiap situasi yang ada dalam cerita tersebut. Dalam setiap cerita ada situasi tertentu yang mungkin berbeda dengan kita, seperti budaya yang berbeda, tipe keluarga yang berbeda, atau status ekonomi yang berbeda.

Hal-hal yang berbeda tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir yang akan didapat. Kita juga sering lupa bahwa banyak cerita sebenarnya hanya menceritakan sebagian dari waktu atau kehidupan yang dijalani oleh pemeran utama, misalnya hanya ketika orang tersebut SMA atau ketika bahagia, mereka tidak menceritakan bahwa mungkin setelah mereka menikah mereka mempunyai anak yang sulit diatur sehingga mereka sering bertengkar, atau mungkin mereka juga menyadari bahwa mereka ternyata tidak cocok sehingga akhirnya putus atau cerai. Banyak cerita yang tidak menceritakan keseluruhan kehidupan dari pemeran utama, sedangkan kita mempunyai seumur hidup waktu kita, dengan berbagai macam cerita yang berbeda-beda.

Terkadang kita juga ingin mencari orang seperti itu karena pengaruh orang lain, misalnya banyak teman yang mengatakan kita cocok dengan orang dengan kriteria tertentu, tetapi kita sering lupa bahwa yang menjalani hubungan tersebut adalah kita bukan orang lain. Jadi, sebelum kita benar-benar memaksa mencari orang seperti kriteria yang ada di cerita-cerita atau kriteria tertentu, kita bisa bertanya terlebih dahulu ke diri sendiri pasangan yang seperti apa yang kita benar-benar inginkan atau butuhkan?

Akan tetapi, jika kalian sedang menjalani ataupun kalian hanya sekedar penasaran pacaran dengan kriteria idaman kalian, kalian bisa mencoba menjalaninya terlebih dahulu (bagi yang belum pacaran, kalau bisa jangan jadikan itu sebagai goal utama, karena kalian lebih ingin mendapatkan yang terbaik dan cocok, bukan?) tetapi dengan sikap yang terbuka. Jika memang sudah tidak ada kecocokan, jangan dipaksakan, karena hubungan yang dipaksakan hasilnya belum tentu yang terbaik. Kita harus memikirkan diri kita sendiri sebelum semuanya terlambat, sampai sejauh mana batas toleransi kita terhadap hubungan tersebut. Jika memang akhirnya harus berpisah , selalu ingat segala sesuatu terjadi karena ada alasan. Tidak ada hal yang kebetulan di dunia ini dan kabar baik dari semuanya adalah berarti akan ada yang lebih baik (disediakan) untukmu.