Semenjak Donald Trump memutuskan untuk menjadi kandidat Presiden Amerika, mata dunia tidak hanya tertuju padanya tapi juga pada sang istri, Melania Trump. Gaya berpakaian wanita asal Slovenia ini cukup mengundang perhatian banyak pihak mulai dari pemerhati mode hingga partai demokrat yang sering menganggap ada makna di balik pakaian ibu negara baru tersebut. Oleh karena itu, Hipwee Style bakal ngulik gaya Ibu presiden yang satu ini mulai dari awal kampanye hingga inagurasi keprisedenan yang lalu.

Terlihat manis dalam blouse hot pink ini, baju ini sebenarnya adalah sindiran bagi pendukung kaum Demokrat

pussy bow via www.thedailybeast.com

Blouse yang dipakai oleh Melania ini bukanlah sembarang blouse. Dibalik cantiknya blouse sutera warna hot pink ini, tersimpan sindiran bagi pendukung Hilary Clinton. Pada suatu rekaman yang beredar, Donald Trump pernah mengatakan bahwa dia bisa melakukan apa pun, termasuk memegang seorang wanita begitu saja, karena dia adalah seorang bintang.

“And when you’re a star they let you do it. You can do anything… grab them by the pussy. You can do anything”

Quote “grab them by the pussy” pun menjadi sebuah kata-kata yang dipermasalahkan oleh para pendukung Hilary karena sifatnya yang misogynis dan tidak menghormati wanita. Sayangnya, sebagai wanita, Melania justru mendukung quote busuk yang dilontarkan oleh sang suami tersebut dengan memakai blouse tersebut.

Advertisement

Blouse yang dipakai oleh Melania tersebut memiliki sebuah ikatan pita di daerah leher dimana pita tersebut bernama “Pussy bow.” Dengan memakainya beberapa hari setelah beredarnya rekaman tersebut menandakan bahwa Melania sedang menyindir mereka yang mempermasalahkan hal yang dianggap sepele oleh Trump.

Bukan hanya sekali, Melania memakai Blouse dengan Pussy Bow dua kali, kali ini berwarna hitam yang berpadu dengan jumpsuit

black pussybow via www.telegraph.co.uk

Sekali lagi Melania memakai pita pussy bow dimana kali ini digabungkan dengan jumpsuit berwarna hitam. Jumpsuit berwarna hitam ini pun merupakan buatan desainer Ralph Lauren, desainer yang sudah identik menjadi langganan Hilary Clinton. Seakan-akan mencuri desainer andalan lawan, dengan bangganya Melania memakai baju ini ke debat presidensial ketiga yang lalu.

Meskipun terlihat chic dalam dress dan shoulder coat merah ini, cara dia memakai coat tersebut pun tak luput dari masalah

red coat via www.yahoo.com

Ketika kebanyakan orang, terutama ibu-ibu presiden lainnya, selalu memakai coat mereka dengan benar, Melania sering terlihat menyampirkan coatnya di bahu saja layaknya seorang fashion editor atau sosialita. Stylish sih iya, tapi mungkin Melania harus tahu bahwa dia sekarang adalah seorang ibu negara, bukan fashion model lagi.

Terlihat elegan di sheath dress berwarna putih ini, Melania pun dikabarkan sedang menuju menjadi ibu negara yang juga ikon style layaknya Michelle Obama

Roksanda dress via thenewdaily.com.au

Sheath dress putih dengan lengan menggelembung ini adalah buatan seorang fashion desainer asal Serbia bernama Roksanda Illinic. Terlihat konservatif dan tertutup, Melania memang terlihat elegan memakai dress seharga 3000 dollar Amerika ini. Yang lebih menarik lagi, dress mahal ini langsung sold out beberapa jam setelah dipakai oleh Melania Trump di TV.

Memakai Jumpsuit putih buatan Ralph Lauren ini, baju Melania ini dianggap sebagai suatu tamparan bagi pendukung Hilary Clinton

Ralph Lauren jumpsuit via www.chron.com

Jumpsuit warna putih biasanya adalah pakaian yang identik dengan Hilary Clinton dimana Hilary berkali-kali memakai pakaian tersebut di berbagai event Pemilu. Mereka yang akan voting untuk Hilary disarankan memakai warna putih sebagai penghormatan terhadap gerakan hak perempuan yang diusung oleh Hilary. Oleh karena itu, Melania dianggap sedang memberikan sindiran dan tamparan keras terhadap para pendukung Clinton ketika dia menemani sang suami yang terpilih menjadi Presiden dengan memakai jumpsuit berwarna putih buatan Ralph Lauren, desainer langganan Hilary.

Sebelum ini, Melania adalah seorang model yang sering berpose seksi di majalah-majalah pria seperti GQ

jadi model majalah dewasa via politicaldig.com

Sebagai tambahan, sebelum Melania menjadi ibu negara, gadis berdarah Eropa Timur ini tadinya adalah seorang model yang sering berpose panas untuk majalah-majalah pria. Mulai dari lingeri, swimsuit, hingga tidak memakai apapun, kamu bisa menemukan foto-fotonya di Internet.

Mulai dari seorang model syur hingga menjadi ibu negara. Tampaknya susah dipercaya ya. Melania bukan hanya menjadi ibu negara pertama yang bukan penduduk AS, tapi juga ibu negara pertama yang sempat muncul sebagai cover majalah pria tanpa busana. Bagaimana menurutmu?