Kalau kita berbicara budaya dan keanekaragaman adat dan tradisi yang ada di Indonesia mungkin nggak bakal ada habisnya deh. Ya karena saking banyaknya budaya unik yang dimiliki Indonesia membuat negara tetangga sering kali cemburu akan hal itu.

Salah satu warisan budaya yang pernah diklaim oleh negara tetangga kita adalah batik. Batik memang sudah menjadi warisan  kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi oleh UNESCO. Akan tetapi kesadaran untuk melestarikannya warisan budaya semakin menipis.

Salah satu batik yang terancam punah baik dalam hal model dan motif yang hilang ada batik Basurek. Mungkin masih belum banyak yang tahu tentang batik ini,  kebanyakan kamu sudah tahu dengan batik khas Solo, Pekalongan, Jogja atau jenis batik lainnya yang ada di pulau Jawa. Batik Basurek ini berasal pulau Sumatera lebih tepatnya di provinsi Bengkulu. Ada yang tahu? Yuk kita cari tahu dulu.

Batik Basurek, batik bertuliskan kaligrafi yang terinspirasi dari ayat-ayat Alquran dan sudah ada sejak abad 16 lalu

ayat-ayat suci via www.sportourism.id

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu. Batik memang pakain yang sudah dikenal banyak orang di Indonesia. Banyak motif dan corak unik tersendiri yang menjadi ciri khas batik Indonesia.

Advertisement

Dahulu kala saat upacara adat, ada di beberapa kain batik ini memang bertuliskan huruf Arab dan surat yang bisa dibaca. Tetapi, untuk sekarang ini sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab saja.

Tapi mungkin berbeda dengan batik Basurek ini, masih sedikit orang yang tahu akan keberadaannya. Basurek merupakan bahasa Melayu yang artinya bersurat atau tulisan. Bersurat itu dapat diartikan sebuah kain yang memiliki motif dari surat atau tulisan Alquran. Pengaruh agama Islam sangat kental sekali pada kain Besurek dan dapat dilihat dari banyaknya motif kaligrafi. Konon katanya, batik ini sudah ada sejak abad ke 16 dan awalnya diperkenalkan oleh pedagang Arab dan pekerja India.

Dulu, batik Basurek sebuah kain yang sangat sakral dan banyak mengandung potongan ayat suci Alquran. Sehingga tidak boleh digunakan sembarangan

Sakral via www.tempo.co

Motif batik Basurek banyak menggambarkan kehidupan flora, fauna, dan pengaruh Islam. Pemakaian Batik Besurek tidak sebebas kain batik pada umumnya. Kemuliaan yang terkandung dalam motif kaligrafi Arab yang umumnya berisi doa, puji-pujian kepada Allah SWT, serta potongan ayat-ayat suci Alquran.

Kain ini sangat sakral, terutama pada pemakaian kain upacara adat pengantin dan untuk menutupi mayat. Kain jenis ini biasanya berbentuk kerudung wanita calon pengantin yang digunakan untuk upacara ziarah ke makan para leluhur.

Batik Basurek umumnya memilki beragam warna, ada warna hitam atau biru, warna merah, merah hati, coklat, kuning atau kekuningan. Kain Besurek dengan warna hitam atau biru biasanya digunakan untuk menutup mayat dan menutup keranda. Sementara itu, kain Besurek dengan warna merah, merah hati, coklat, kuning dan kekuningan biasanya digunakan untuk keperluan upacara adat seperti untuk  penganten  dan  pernikahan.

Batik Basurek sempat hilang sudah tidak diproduksi karena pengrajin tidak ada yang meneruskan, namun perlahan lahan mulai bangkit dan dilestarikan

hampir punah via www.beritasatu.com

Seni kerajinan membuat batik Basurek di kalangan masyarakat Bengkulu sempat mengalami masa kevakuman selama berpuluh-puluh tahun lamanya dan batik Basurek sempat hilang dari peradaban. Saat itu sudah jarang masyarakat menyimpan bahkan memakainya lagi. Hal ini terjadi karena minat masyarakat terhadap batik Basurek sudah semakin turun ditambah tingkat masalah ekonomi yang semakin susah, sehingga batik sudah diangap tidak penting.

Akibatnya banyak pengrajin batik Basurek ini yang gulung tikar dan tidak melestarikanya lagi. Dampak terbesar saat itu, para pengrajin batik Basurek sudah banyak yang meninggal dan para penerus sudah pengrajin batik Basurek tidak ada yang bisa membuatnya lagi dan motif unik dari batik Basurek sudah  Sampai akhirnya sekitar tahun 1980-an Gubernur Bengkulu saat itu menggalakkan kembali seni kerajinan batik Basurek dengan melatih pengrajin batik dan membangkitkan motif lama yang sudah hilang.

Yang unik dari batik Basurek ini memiliki warna yang cerah dan beragam, ditambah perpaduan motif dari alam yang memikat

Kolaborasi beragam warna via female.kompas.com

Motif asli kain Batik Basurek yang dikenal sejak ratusan tahun yang lalu bercorak huruf Arab gundul. Sejarahnya lain menyebutkan, kain Bengkulu ini merupakan perpaduan dari motif kaligrafi daerah Jambi dan Cirebon yang kemudian diadaptasi menjadi kain khas Bengkulu.

Batik Besurek memiliki warna yang lebih cerah dan beragam. Dalam satu helai kain Batik Besurek, terdapat banyak paduan motif didalamnya, misal motif kaligrafi dipadukan dengan bunga Raflesia ditambah kombinasi warna dan motif yang unik yang enak dilihat.

Untuk Batik Besurek modern, biasanya kaligrafinya tidak memiliki makna dan hanya sebagai hiasan mirip huruf Arab saja. Dalam perkembangannya, motif Besurek kemudian dipadukan dengan ornamen-ornamen lain seperti ornamen bunga cengkeh, ornamen bunga Raflesia Arnoldi, motif burung kuau (Burung yang disusun dari rangkaian huruf kaligrafi), motif relung paku meliuk liuk (tanaman relung pakayang bisa di temukan di Bengkulu)

Agak miris melihatnya, batik Basurek semakin hilang pamor di mata anak muda dan kalah tenar dengan batik lainnya

harus tetap ada via www.beritasatu.com

Saat batik Basurek mulai bangkit melawan ketertinggalan, banyak masalah yang harus diselesaikan. Salah satunnya para penerus pengrajin yang susah ditemukan. Kalangan anak muda sebagai penerus  dan penjaga untuk melestarikan batik basurek ini lebih memilih mode pakaian modern daripada batik Basurek.  Batik Basurek sering dianggap kuno dan nggak kekinian. Sehingga di mata anak muda sekarang batik Basurek lebih hanya sekedar hiasan saja.

“Batik tulis tangan untuk satu meter dikerjakan sekitar satu hari, kalau batik cetak sehari bisa menghasilkan ribuan meter”

Tidak hanya peran anak muda yang bisa dibilang kurang, saat ini peran para pengrajin juga mengalami banyak rintangan.  Salah satunya banyaknya batik Basurek yang menggunakan bahan dari cetak (printing), bukan dari batik tulis. Bahan yang diambilpun banyak berasal dari negeri Cina. Batik cetak dinilai lebih efektif dan efesien dalam industri batik dan hal itu turut pula menggeser batik tulis tangan. Sesungguhnya kualitas batik tangan atau batik besurek Bengkulu jauh lebih bagus dibandingkan dengan hasil cetak atau sablon. Namun perajin kalah di efiseinsi waktu.

Untuk terus menjaga eksistensinya, mari kita terus jaga dan lestarikan. Jangan sampai ada lagi budaya kita yang diklaim negara tetangga ya!

Lestarikan Batik Basurek via bengkulubumiraflesia.blogspot.co.id

Motif Basurek telah berkembang dan tetap dilestarikan keberadaannya. Salah satu caranya ya dengan memakainya. Memang, tidak mudah memberikan kesadaran kepada pengguna untuk melestarikannya. Oleh karena itu, dalam hal ini peran pemerintah sangat diharapkan. Untungnya dalam hal ini pemerintah Provinsi Bengkulu cukup peka dan peduli, sejak tahun 1990 batik Basurek juga dijadikan pakaian wajib bagi Pegawai Negeri Sipil.

Tidak hanya dijadikan sebagai pakain wajib bagi pegawai negeri sipil di Provinsi Bengkulu. Saat ini batik Basurek juga dijadikan sebgai pakaian seragam untuk sekolahan, dan kantoran. Desain bajunya pun sudah banyak mengalami perubahan dan variasi sehingga batik Bersurek sangat elegan jika dipakai dalam setiap kegiatan terutama pada kegiatan formal.

Sampai sekarang batik Besurek sudah dipakai dan dikenal oleh semua orang dan semua kalangan. Bahkan batik Besurek pun sudah sering ditampilkan dalam berbagai acara baik secara nasional maupun internasional. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya