Kalau kamu membaca artikel ini, mungkin kamu adalah pecinta fashion dan mode. Sebagai fashionista, mungkin kamu pernah bertanya-tanya kenapa dlam fashion model selalu identik dengan wanita yang tinggi dan kurus. Nggak jarang kamu merasa kesal karena mungkin kamu nggak bisa menjadi model karena figurmu yang nggak setinggi dan sekurus mereka.

Tapi, coba jangan kesel dulu deh. Sebenarnya ada alasan-alasan khusus terkait figur tinggi dan kurus fashion model yang bakal bikin kamu berpikir dua kali tentang kehidupan mereka yang sering kamu anggap glamor.

Model dipekerjakan bukan karena seksi atau cantik. Model itu dipilih berdasarkan kriteria yang tak jauh beda seperti memilih manekin, polos dan lempeng

mereka bagaikan mannequin via www.vanityfair.com

Banyak orang mengira bahwa kriteria untuk menjadi model itu harus cantik dan semok, padahal nggak selalu lho. Pada dasarnya, model adalah manekin berjalan, dipekerjakan untuk membuat si baju desainer terlihat bagus ketika bergerak. Ketika para desainer melakukan fashion show atau photo shoot, mereka bukan menjual pakaian mereka ke khalayak umum, tapi ke pengusaha-pengusaha retail yang akan membeli baju mereka. Oleh karena itu, nggak masalah si model cantik apa nggak karena yang penting si model dapat membuat bajunya terlihat semakin menarik di mata pembeli.

Terus kenapa harus lempeng dan “rata”? Lekukan tubuh dihindari agar si model tak menonjol sehingga baju desainernya yang berada di bawah lampu sorotan

tinggi dan kurus via www.cnn.com

Advertisement

Model biasanya dipekerjakan biasanya adalah yang kurus dan androgini, agar pemirsa tidak terganggu oleh pinggul yang bohay atau dada yang besar – David Zyla, Stylish dan Author

Bersyukurlah kamu yang punya lekukan tubuh karena di dunia model, mereka dianggap sebuah distraksi. Biasanya, model yang sudah beranjak dewasa dan kemudian tumbuh lekuk tubuhnya akan semakin sulit mendapatkan pekerjaan. Karena model diharuskan menjadi sepolos dan se”hambar” mungkin agar si baju bisa menonjol, segala bentuk distraksi seperti lekukan tubuh yang terlalu menonjol atau wajah yang terlalu cantik justru menjadi hambatan utama dalam dunia modeling.

Jadi, model dipaksa untuk pas dengan baju desainernya, buka sebaliknya. Maka dari itu banyak model yang memaksa dirinya untuk menderita kelaparan, sedih!

Terus kenapa harus tinggi? Pada dasarnya model adalah hanger baju yang bergerak, dibuat untuk menggantung baju si desainer dengan sempurna

bagaikan gantungan baju via thebeauty-princessmonica.blogspot.com

Model dipilih bukan karena seksi, bukan karena cantik, bukan karena sehat, tapi karena potensi mereka untuk menjadi gantungan baju, sebuah obyek, sesuatu yang tak terlihat – Kirstie Clement, editor majalah Vogue Australia

Iya, jadi pada dasarnya model adalah hanger berjalan yang dipekerjakan untuk menggantung baju si desainer. Coba deh, setiap kalian menggantung baju di hanger, pasti kalian menggantungnya dengan tinggi agar bajunya bisa terjatuh dengan apiknya dan tidak kucel kan? Sama halnya dengan model, mereka harus tinggi karena baju-baju yang akan dijual ke para pembeli pembeli retail harus tergantung dengan apiknya.

Selain itu, baju yang didesain oleh para desainer mode juga biasanya dibuat dengan ukuran sampel. Diberi nama ukuran sampel karena memang belum dimodifikasi untuk pas dengan kostumer pada umumnya. Tujuan ukuran sampel ini hanyalah untuk marketing saja, yang penting terlihat bagus di mata. Ukuran sampel ini pun hanya bisa dipakai mereka model-model yang berpostur layaknya manekin.

Terus kok ada supermodel-supermodel yang terkenal bohay seperti Gigi Hadid atau Tyra Banks? Hanya 1 dari 1000 model saja yang bisa seperti mereka

yang semok seperti ini justru bikin nggak fokus ke pakaiannya dong via www.popsugar.com

Supermodel seperti Gigi Hadid dan Tyra Banks yang terkenal dan tetap bisa bekerja meskipun punya lekukan tubuh yang menonjol hanyalah puncak dari gunung es saja. Mereka bisa tetap bekerja karena mereka sudah menyandang status selebriti. Kebanyakan model di dunia mode harus berjuang mati-matian untuk selalu kurus, oleh karena itu banyak sekali kasus-kasus model yang terkena anoreksia atau bulimia cuma untuk menjaga figur mereka.

Tuh, masih kepengen sekurus dan sekerempeng model-model di luar sana? Mending kamu syukuri perawakanmu yang berisi deh.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!