Siapa sih yang nggak kepingin dapat beasiswa? Terutama kesempatan untuk melanjutkan studi S2 yang harganya selangit. Apalagi kalau di universitas luar negeri, cuma orang-orang kaya tujuh turunan yang bisa bayar sendiri untuk melanjutkan S2 ke luar negeri. Makanya sepertinya hampir semua orang nggak bakal menolak jika ditawari kesempatan untuk melanjutkan studi dengan gratis, plus dengan tambahan uang buku dan saku. Makanya dari tahun ke tahun, perburuan beasiswa jadi persaingan yang makin kompetitif.

Namun dengan melakukan persiapan yang matang, meraih beasiswa bagi siapapun itu bukan hal yang tidak mungkin. Untuk menjemput beasiswa, diperlukan persiapan yang matang paling tidak setahun sebelumnya. Karenanya kamu perlu menjalani langkah-langkah nyata ini demi menembus beasiswa idaman. Sepintas mungkin nampak merepotkan, namun percayalah hasilnya nggak akan mengecewakan!

1. Kejar pendidikan gratis lewat beasiswa, tapi nyatanya memang persiapan dan pendaftaran beasiswa itu sendiri tidak gratis. Jadi, jangan lupa persiapkan anggaran khusus!

Dana untuk daftar beasiswa via elitedaily.com

Buat kamu yang mempersiapkan beasiswa sembari bekerja, agaknya kamu nggak perlu kerepotan soal dana. Setidaknya kamu bisa menyisihkan sedikit dari gajimu untuk persiapan mendaftar beasiswa. Dana ini bisa kamu alokasikan untuk tes bahasa Inggris, transportasi bolak-balik kampus untuk minta surat rekomendasi, hingga untuk menerjemahkan dokumen. Beasiswa nggak hanya mengharuskanmu menyisihkan waktu, tapi juga dana untuk prosesnya. Pastikan kamu menyiapkan dana untuk ini dari jauh-jauh hari.

2. Awali langkah nyatamu dengan meriset lembaga beasiswa yang bersangkutan. Jangan gengsi bertanya pada para awardee-nya, siapa tahu kamu dapat tips yang bermanfaat

Riset lembaga beasiswa incaran dulu via www.socialintensitymedia.com

Advertisement

Catat semua beasiswa yang ingin kamu bidik. Urutkan berdasarkan tanggal pembukaan dan deadline-nya. Pelajari juga persyaratannya supaya kamu bisa paham mempersiapkan diri dengan matang. Jangan sampai ketinggalan untuk meriset beberapa lembaga pemberi beasiswa, yakni apakah jurusan yang akan kamu ambil termasuk dalam prioritas mereka atau bukan. Ini perlu lho untuk kamu ketahui, guys. Nggak kalah pentingnya, jangan malu untuk minta tips sukses dari para awardee beasiswa yang bersangkutan. Dengan begitu, kamu jadi paham apa aja yang boleh dan nggak boleh dicantumkan dalam berkas beasiswamu.

3. Meski bukan melamar kerja, CV juga penting buat pelamar beasiswa. Pakai waktu luangmu untuk cari kegiatan organisasi atau komunitas yang bisa kamu pakai menghiasi CV

Aktif jadi volunteer biar bisa dicantumkan di CV via cdsfl.org

Isi waktu luangmu dengan mengikuti kegiatan-kegiatan amal atau melibatkan diri di beragam komunitas. Supaya riwayat kegiatanmu yang positif bisa dicantumkan di CV dan kamu punya nilai lebih saat wawancara. Karena percuma saja kamu punya IPK yang tinggi, kalau minim pengalaman. Adapun pengalaman yang bisa kamu cantumkan misalnya turut aktif dalam beragam organisasi atau komunitas tertentu dan kegiatan amal. Nah, buat kamu yang ngerasa terbebani kalau berorganisasi, perbanyak saja mengikuti kegiatan amal. Ini bisa jadi solusi alternatifnya.

4. Belajar untuk tes sertifikasi bahasa TOEFL/IELTS/TOEIC, itu tidak bisa pakai sistem kebut semalam. Alokasikan waktu 3-4 bulan sampai hari-H jadwal ujian

Pelajari dengan matang biar hasil tesmu cemerlang via sydney.gedu.org

Hampir semua beasiswa mensyaratkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris, entah itu TOEFL, IELTS, atau bahkan TOEIC. Untuk mengambil tesnya, kamu tidak bisa kalau tanpa persiapan. Selain karena ada tuntutan skornya, biaya ujiannya pun tak murah. Jadi, sayang banget kalau kamu tes dengan asal-asalan, kesannya kamu buang-buang uang.

Baiknya sisakan waktu 3-4 bulan sebelum tes berlangsung untuk belajar secara intensif. Entah dengan autodidak, ikut les persiapannya, atau bahkan belajar bareng teman-teman. Kalau dirasa persiapanmu sudah matang, baru deh beranikan diri untuk ambil ujiannya. Untuk menyemangati di sela perjuanganmu meraih skor TOEFL/IELTS, pelajari budaya negara yang kamu impikan untuk menempuh studi. Ini bisa memantik semangatmu untuk meraih beasiswa idaman.

5. Paspor adalah persyaratan penting buat kamu yang daftar beasiswa luar negeri. Pastikan masa berlaku paspormu masih valid sampai waktu mendaftar atau bahkan semasa studimu jika nantinya diterima

Paspor adalah salah satu tiket menuju kampus dan negara impian via kliping.co

Jika target beasiswamu adalah universitas-universitas luar negeri, kamu harus rajin cek masa berlaku paspormu. Jangan lupa memperpanjang masa berlaku paspor paling tidak 6 bulan sebelum tanggal kedaluwarsa yang tertera di halaman depan. Jika nantinya kamu diterima pun, pengurusan paspor dan visa itu tak bisa disepelekan karena terkadang memakan banyak waktu. Nah untukmu yang belum memiliki paspor, buatlah dari sekarang! Meski tak semua beasiswa menuntut untukmu untuk langsung mencantumkan nomor paspor waktu pendaftaran, tapi akhirnya kepemilikan paspor itu keharusan bagi pelamar beasiswa luar negeri. Daripada kelimpungan di akhir, mending dipersiapkan dari dini.

6. Sembari menunggu pengumuman tes bahasa, persiapkan syarat tulisan seperti CV, motivation letter, personal statement, dan rencana studi dengan sebaik-baiknya

Pertimbangkan dengan matang saat menulis surat motivasi dan lainnya via aww.com.au

Dokumen-dokumen tadi penting untuk dipersiapkan lantaran menjadi bagian dari persyaratan. Meski terdengar sepele, motivation letter, personal statement, dan rencana studi nyatanya harus dipersiapkan dengan matang. Jangan mengandalkan motivasi ‘kepepet’ hingga kamu menundanya sampai minggu terakhir deadline pendaftaran. Mumpung masih punya waktu, rancanglah tulisan-tulisan ini dengan baik.

Kami bisa merangkum satu motivation letter, personal statement, maupun rencana studi untuk beberapa beasiswa. Karena toh sebenarnya isinya standar-standar saja, seperti motivasimu mendaftar, rencana masa depan, dan mungkin yang harus banyak diimprovisasi sesuai beasiswa hanyalah rencana studi. Jadi gunakan waktumu untuk menulis satu versi syarat tertulis itu dengan sangat baik. Nah ketika mendaftar beasiswa lain, kamu tinggal comot’ saja tulisanmu tadi dengan sedikit-sedikit mengubahnya dibeberapa bagian. Jadi tidak usah kerja dua kali.

7. Surat penting lain yang harus kamu persiapkan jauh-jauh hari adalah surat rekomendasi. Sekali lagi kamu harus rela digantung nasib oleh dosen layaknya semasa bimbingan skripsi dulu

Jaga silaturahmi dengan dosen-dosenmu sebelum meminta surat rekomendasi via evolllution.com

Ini satu alasan kenapa kamu harus sering PDKT sama dosen, sekalipun sudah lulus kuliah. Nyatanya sebagai pelamar kerja maupun pelamar beasiswa, hubungan dengan dosen semasa kuliah itu juga faktor penting dalam menentukan prospek keberhasilan lamaranmu. Meskipun secara prinsip sebenarnya dosen-dosen itu pasti mau membantu mantan muridnya mencari kerja atau beasiswa, tapi perjuangan mendapatkan surat rekomendasi dari mereka itu nyatanya tidak segampang kelihatannya.

Ada saja hambatan mendapatkan surat rekomendasi, dari masalah terbentur jadwal, kesulitan komunikasi, sudah jauh dari kampus, sampai kamu yang ‘ogah-ogahan’ dan malu menghubungi dosen. Beranikanlah diri menghadap dosen sekali lagi! Meski dulunya dosen killer ketika bimbingan skripsi, sekarang ‘kan urusannya sudah beda. Persyaratan ini juga tak bisa dilakukan dalam waktu singkat, perlu waktu dan kesabaran untuk mendapat surat rekomendasi dari dosen.

8. Bagi pelamar beasiswa internasional, jangan lupa terjemahkan semua dokumen terlampir ke dalam Bahasa Inggris. Dari ijazah kelulusan sampai sertifikat prestasi, harus diterjemahkan

Kalau mendaftar ke luar negeri, semua dokumen harus diterjemahkan ke Bahasa Inggris via www.nabainc.org

Persiapan yang sering buat pelamar beasiswa kelimpungan di akhir-akhir itu adalah masalah teknis seperti penerjemahan dokumen. Awalnya mungkin disepelekan karena mendengar banyak jasa penerjemah yang tersedia, tapi jika tidak dipersiapkan dari awal ya susah juga. Dokumen pertama yang mutlak harus diterjemahkan adalah ijazah kelulusan dan transkrip nilai. Daripada seringkali terjadi kesalahan terjemahan, beberapa kampus sudah berinisiatif menyediakan jasa translate untuk lulusannya. Jadi sebelum mencari penerjemah tersumpah, ada baiknya kamu cek dulu front office kampusmu. Siapa tahu mereka bisa menerjemahkan, jadi kamu tak perlu keluar uang untuk tarif penerjemah yang sampai 75-100 ribu/lembar.

9. Setelah semua persyaratan siap, cek sekali lagi masalah pengiriman dokumen pendaftaran. Jika ada yang menghendaki lewat pos, sesuaikan juga waktu pengiriman dengan deadline

Masih ada yang memilih cara tradisional lewat pos via berita.suarameredeka.com

Di zaman serba modern dimana informasi berseliweran dengan cepat ini, sejumlah program beasiswa memang sudah meminta para pelamar untuk mengirimkan semua dokumen via online. Makanya mulai saat ini siapkan semua kelengkapan dokumen pendaftaran beasiswamu dalam bentuk scan. Jadi nanti tinggal upload saja, tanpa harus kelimpungan di hari-hari terakhir mendekati deadline mencari pinjaman printer atau ke rental untuk scan dokumen.

Tapi ingat beberapa beasiswa masih mensyaratkan pengiriman dokumen fisik lewat pos. Nah untuk kasus seperti ini, kamu harus ekstra hati-hati! Hitung dengan teliti waktu pengiriman untuk sampai ke tempat tujuan dengan hari yang tersisa sampai deadline pendaftaran. Kamu tidak mau ‘kan semua usahamu mempersiapkan pendaftaran ini sia-sia hanya karena dokumen telat sampai ke penyelenggara. Kalau perlu kamu harus rela merogoh uang lebih untuk pengiriman kilat demi menjamin dokumen pendaftaranmu sampai tepat waktu.

10. Persiapan penting yang bisa kamu lakukan tiap hari, rajin-rajinlah berdoa supaya jalanmu menuju kampus impian dilancarkan!

Getolkan diri berdoa, biar kamu bisa lulus seleksi beasiswa. via unsplash.com

Ini juga bagian dari ikhtiar lho. Nggak ada salahnya untuk lebih ‘getol’ beribadah selama proses memperjuangkan beasiswa. Banyak-banyakin doa dan sedekah, biar jalanmu menuju kampus dan negara impian makin lapang. Kalau segala daya dan upaya sudah kamu kerahkan, tinggal tunggu hasilnya deh. Simpan baik-baik dalam benak, kata pepatah berikut ini:

beasiswa bukan hanya untuk mereka yang pintar, tapi untuk mereka yang berjuang di atas rata-rata – Ahmad Fuadi

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya