Melanjutkan s2 dengan beasiswa tentu menjadi impian banyak orang. Bisa menuntut ilmu secara gratis di kampus impian, entah di dalam atau luar negeri, tentu sebuah kesempatan yang sayang untuk kamu lewatkan.

Untuk mewujudkannya kamu perlu apply ke sejumlah lembaga beasiswa. Segala dokumen pun kamu siapkan, tak terkecuali motivation letter. Motivation letter merupakan salah satu elemen yang penting saat kamu melamar beasiswa. Karenanya kamu perlu trik khusus untuk menuliskannya. Kamu harus pintar-pintar ‘mengemas’ dirimu dalam surat yang panjangnya biasanya hanya 1 halaman A4 tersebut.

1. Mulai dengan bertanya, “Apa yang paling diinginkan oleh pemberi beasiswa? Apa yang ada di dalam diriku?”

Kamu renungkan dulu apa prestasimu yang menonjol. via favim.com

Merenung bertujuan untuk memudahkanmu dalam mendeskripsikan dirimu. Sehingga kamu jadi lebih tahu keunikan dan prestasimu yang mana yang akan kamu tuliskan. Dengan merenungkannya terlebih dahulu, kamu setidaknya sudah punya gambaran tentang konsep motivation lettermu. Kenali juga jenis beasiswa yang kamu lamar, gali apa yang diinginkan oleh pemberi beasiswa. Kalau memungkinkan kamu bisa tanya langsung ke awardee-nya (orang yang sudah pernah dapat).

2. Di paragraf pembuka ceritakan dirimu secra singkat. Padat, tapi tetap menggambarkan siapa kamu

Saatnya kamu mulai menuliskannya. via www.tumblr.com

Advertisement

Kalau kamu sudah menemukan keunikan dan prestasi yang menonjol dari dirimu, saatnya mulai menulis motivation letter. Sebagai paragraf pembuka kamu bisa menceritakan dirimu secara singkat. Bisa dimulai dengan nama, latar belakang jurusan s1 kamu, sampai passion terbesarmu apa. Terkadang kamu pun bisa sedikit menceritakan tentang impian masa kecilmu yang relevan dengan beasiswa yang akan kamu ambil tersebut. Misalnya, kamu bisa ceritakan tertarik untuk bergabung di program budaya Eropa salah satu lembaga beasiswa karena mengunjungi salah satu negara di Eropa adalah impianmu dari sejak kecil.

3. Jangan lupa cantumkan satu prestasi atau pencapaian terbaik dari dirimu. Prestasi atau pencapaian yang juga mempengaruhi kehidupanmu.

Kamu bisa mencantumkan saat kamu jadi pemenang di kompetisi yang kamu ikuti zaman kuliah. via www.ie.ui.ac.id

Prestasi atau pencapaian tersebut, selain yang menonjol, kamu bisa pilih yang sangat memengaruhi kehidupanmu. Berarti buatmu. Misalnya bagaimana ide bisnismu yang mengantarkanmu menjadi pemenang di sebuah kompetisi bisa berhasil diwujudkan. Serta turut membantu perekonomian masyarakat sekitar. Prestasi tersebut sangat berarti buatmu karena saat itu kamu merasa sedikitnya sudah bisa bermanfaat untuk orang lain. Hal tersebut bisa kamu ceritakan dalam motivation lettermu.

4. Posisikan diri sebagai pemberi beasiswa. Supaya kamu bisa lebih mudah dalam menjelaskan mengapa kamu pantas memperoleh beasiswa tersebut.

Kamu bisa memosisikan dirimu sebagai pemberi beasiswa. Supaya kamu bisa menjelaskan kenapa kamu layak menerima beasiswa tersebut. via erasmus-westernbalkans.eu

Sudut pandang seperti itu membantumu dalam menyusun konsep promosi diri dalam motivation letter. Dengan begitu kamu jadi lebih mengetahui keunikan dan kelebihan dirimu yang mana yang bisa kamu cantumkan dalam motivation lettermu. Yang sejalan dengan visi dari pemberi beasiswa.

5. Pemberi beasiswa juga perlu tahu alasanmu tertarik pada bidang studi yang akan kamu ambil. Dan apa manfaatnya untuk orang banyak.

Kamu bisa tambahkan manfaat program yang kamu ambil bagi masyarakat. via www.tumblr.com

Kamu bisa cantumkan alasanmu memilih bidang studi yang akan kamu ambil. Bisa kamu jelaskan karena itu linier dengan latar belakang jurusan s1-mu. Atau kalaupun berbeda dengan jurusan s1-mu, bisa kamu ungkapkan penjelasan yang bisa mengaitkannya. Jangan lupa sertakan juga manfaatnya untuk masyarakat. Misalnya kamu mengambil master di bidang kelautan, kamu bisa jelaskan kalau Indonesia masih butuh banyak ahli di bidang kelautan.

6. Highlight pengalamanmu jadi volunteer atau magang di NGO. Pemberi beasiswa suka kontribusi nyata, lho!

kamu bisa cantumkan pengalaman magang di NGO atau volunteering. via www.wwf.or.id

Untuk kamu yang masih kuliah dan kupu-kupu, masih ada kesempatan untuk memoles diri agar semakin layak menerima beasiswa. Kamu bisa ikut kegiatan volunteer atau ambil kesempatan magang di NGO. Dengan begitu kamu bisa menceritakan di motivation lettermu nanti kalau kamu tak hanya punya IPK yang cemerlang, tapi juga sederet pengalaman volunteer yang oke.

7. Dalam suratmu jelaskan juga bagaimana kontribusi nyata beasiswa ini ke masa depan dan karirmu

Cantumkan juga manfaat studi yang kamu ambil dan kontribusinya untuk Indonesia. via www.kompasiana.com

Jelaskan juga manfaat beasiswa tersebut jika kamu nanti mendapatkannya. Manfaat untuk perkembangan karirmu di masa depan, lingkungan kerjamu, atau kalau bisa kontribusinya untuk Indonesia.

8. IPK tinggi bukan segalanya. Kalau IPK-mu biasa saja coba jelaskan apa penyebabnya

Hindari menyalahkan aktivitas organisasimu, jika ipk-mu kecil. via %20news.okezone.com

Memang ipk tinggi bukanlah segalanya. Kalau kebetulan ipk kamu tidak terlalu bagus, hindari untuk menyalahkan kegiatan organisasimu. Misalnya kamu pernah menjabat jadi ketua himpunan semasa kuliah, sehingga jadi terlalu sibuk untuk sekadar masuk kelas dan ujian. Nah, hal tersebut jangan kamu cantumkan sebagai alasan yang menjadikan ipk-mu kecil. Karena nanti pemberi beasiswa cenderung akan mencap-mu kurang bertanggung jawab. Lebih baik kamu cantumkan alasan lain yang lebih berterima.

9. Di akhir surat cantumkan juga rencana kontribusimu pada masyarakat selepas mendapatkan dana dari pemberi beasiswa

Ketimbang berkeluh kesah, lebih baik kamu cantumkan impianmu di masa depan. Seperti menjadi diplomat atau menteri luar negeri misalnya. via prospectjournal.org

Sebaiknya jangan mencantumkan keluh kesah dalam motivation lettermu. Lebih baik mencantumkan impian atau cita-cita, tujuan karir, atau kontribusi apa yang ingin kamu berikan untuk masyarakat. Dengan begitu pemberi beasiswa akan menilai kamu adalah orang yang optimis dan penuh semangat.

10. Kamu pun bisa menyamakan visi pemberi beasiswa dengan rencana jangka panjangmu setelah nanti mendapat beasiswa tersebut.

Kamu bisa samakan rencana jangka panjangmu dengan visi pemberi beasiswa. via eeas.europa.eu

Rencana jangka panjangmu kalau nanti mendapat beasiswa tersebut juga bisa kamu cantumkan. Kamu bisa samakan visi dari si pemberi beasiswa dengan rencana jangka panjangmu. Misalnya visi dari si pemberi beasiswa itu mencari calon pemimpin di masa depan, maka kamu bisa jelaskan ke depannya kamu ingin menjadi peneliti terdepan di bidangmu.

Terakhir, jangan lupa minta tolong temanmu yang kebetulan awardee atau dosenmu untuk mengoreksi motivation lettermu ya. Karena orang lain biasanya lebih jeli dalam membaca tulisanmu. Tujuan koreksi juga agar motivation lettermu semakin ciamik dan siap untuk menyentuh para pemberi beasiswa agar memilihmu. Selamat bekerja! 😉