Mampu mencapai kemandirian dan kemapanan finansial kerap jadi hal yang diharapkan oleh banyak anak muda Indonesia. Tak heran jika gelaran job fair tak pernah sepi pengunjung, pekerjaan bergaji tinggi jadi incaran para fresh graduates yang datang dengan impian setinggi langit.

Tapi, apakah cukup hanya dengan mengantungi pekerjaan yang menghasilkan uang dengan nominal besar seseorang terjamin keamanannya secara finansial? Percaya atau tidak, pekerjaan dengan gaji selangit bukan jadi satu-satunya cara. Justru, perilakumu sehari-hari lah yang lebih menentukan. Kali ini Hipwee akan memaparkan hal-hal sederhana yang perlu kamu tahu jika ingin mapan secara finansial sedari muda.

1. Selalu Pisahkan Antara “Keinginan” dan “Kebutuhan”

Mana yang benar-benar kamu butuhkan? via everyday-carry.com

Sebagai manusia, amat wajar jika kita memiliki keinginan yang rasanya butuh untuk dipuaskan. Ingin membeli gincu baru, walaupun di rumah masih banyak gincu lama. Ingin belanja baju, walau masih banyak baju yang amat layak pakai di lemari. Ingin ganti gawai yang lebih canggih, meski gawai yang sekarang juga masih memadai.

Penting untuk memiliki alarm diri. demi mengetahui mana hal yang sebenarnya merupakan keinginan dan mana yang benar-benar sebuah kebutuhan. Saat kamu sudah cukup peka untuk membedakan keinginan dan kebutuhan, kamu pun akan mampu menciptakan prioritas yang perlu kamu capai terlebih dahulu. Bisa memisahkan antara keinginan dan kebutuhan membuatmu jadi manusia yang punya tujuan jelas. Kamu pun tak akan kesulitan menyusun siasat demi mencapai target pencapaian yang diharapkan.

2. Tips Berhemat 101: Pastikan Pengeluaranmu Tak Lebih Besar Dari Penghasilan

Advertisement

Selalu sesuaikan penghasilan dan pengeluaran via oceanup.com

Tips ini terdengar sederhana, namun inilah yang jadi kunci para pesohor-pesohor besar dalam mencapai kesuksesan finansial mereka saat ini. Selalu pastikan neraca keuanganmu tak pernah besar pasak daripada tiang. Atur gaya hidup dan pengeluaranmu sesuai kemampuan finansial yang kamu miliki.

Masih belum mampu nongkrong cantik di kafe yang 1 gelas kopinya dibanderol dengan harga 50 ribu rupiah? Kenapa tidak pergi ke convenient store  dan membeli kopi instan yang bisa kamu seduh sendiri di rumah? Penghasilanmu belum memadai untuk belanja signature bag? Kenapa harus malu untuk membeli produk tas lokal yang tak kalah kualitasnya?

Lebih baik menurunkan standar gaya hidup agar biaya kebutuhan sehari-harimu tak melebihi penghasilan. Pada akhirnya, demi jadi kaya kamu harus bisa menyisihkan uang dan memasukkannya ke rekening tabungan ‘kan?

3. Biasakan Membayar Tagihanmu Tepat Di Tanggal Gajian

Bayar tagihanmu tepat waktu via www.rslfunding.com

Setiap bulan, sebenarnya kamu sudah mengetahui pos-pos pengeluaran wajib yang harus dibayar. Biaya kontrak/kos, bayar listrik, bayar tagihan kartu kredit, sampai mengirim uang saku adik yang kini jadi tanggung jawabmu. Usahakan untuk selalu membayar seluruh pengeluaran rutin ini sesaat setelah gaji masuk ke rekeningmu.

Cara ini bertujuan agar kamu tak kehilangan kendali pada besarnya jumlah uang yang ada dalam rekening. Dengan membayar seluruh pengeluaran wajib di awal, sisa uang yang ada di rekening bisa kamu gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan dana tak terduga lainnya. Bukan hanya memastikan seluruh pengeluaran wajib terbayar lunas, cara ini memungkinkanmu tahu berapa persen dari pendapatan yang tersisa setelah dikurangi kebutuhan pokok.

4. Terapkan Sistem Uang Saku Mingguan Untuk Membayar Berbagai Pengeluaran Kecil

Untuk kebutuhan kecil, bayar dengan uang tunai via www.huffingtonpost.com

Setelah kebutuhan pokok terbayar lunas, kini tinggal kebutuhan sehari-hari saja yang perlu jadi perhatian. Nah, daripada terlalu sering pergi ke ATM untuk menarik uang — kenapa kamu tidak menerapkan sistem uang saku mingguan untuk diri sendiri? Hitung besarnya pengeluaranmu tiap minggu, tarik uang di awal pekan, dan bertahanlah dengan uang tersebut selama seminggu ke depan.

Cara ini ampuh agar kamu tidak kehilangan kendali di tengah bulan. Dengan memberi diri sendiri uang saku mingguan, akan lebih mudah bagimu mengatur pengeluaran agar semua kebutuhan dapat tercukupi. Selain itu, cara ini juga bisa menjamin kamu tidak bangkrut sebelum waktu gajian selanjutnya datang.

5. Walau Penghasilanmu Meningkat, Jangan Terburu-Buru Upgrade Gaya Hidup

Tak usah tergoda gaya hidup berlebih via www.nydailynews.com

Godaan terbesar bagi anak muda yang sudah punya penghasilan sendiri kerap datang dari gaya hidup yang tampak “wow” dan menyenangkan. Beli gawai berharga puluhan juta, jalan-jalan ke luar negeri setiap bulan, hingga belanja pakaian dan tas yang harganya tak murah.

Memang sih, barangkali gajimu mencukupi untuk memuaskan segala keinginan tersebut. Tapi ingat, tidakkah kamu ingin mendapatkan pencapaian yang lebih besar nantinya? Tidakkah lebih baik gaya hidupmu ditekan lebih dulu, agar rencana finansial jangka panjang bisa tercapai lebih cepat?

Liz Weston, penulis buku The 10 Commandments of Money, menyarankan anak muda yang baru memiliki pekerjaan pertama untuk mengabaikan gaji yang mereka peroleh selama beberapa tahun awal.

“Kebanyakan orang justru akan lebih berhasil secara finansial jika tetap hidup hemat seperti mahasiswa dalam beberapa tahun pertama — sampai mereka bisa lebih bijak mengatur pengeluaran”. 

6. Sebisa Mungkin, Jangan Biarkan Dirimu Berhutang Untuk Kebutuhan Konsumtif

Jangan biarkan dirimu berhutang untuk kebutuhan konsumtif via www.bourbonribbon.com

Hutang memang mampu memberimu kucuran dana segar yang bisa dimanfaatkan untuk modal usaha dan membeli berbagai barang impian. Tapi ingatlah, berhutang juga berarti ada cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Besarnya bunga cicilan yang tidak sedikit bisa menjadi bebanmu dalam jangka panjang.

Sebisa mungkin, sedari masih muda cobalah untuk hidup tanpa hutang. Bayarlah semua keperluanmu dengan uang tunai, tanpa menggunakan kartu kredit. Beli kendaraan, alat-alat elektronik, hingga gawai lewat cara pembayaran tunai. Kalau pun toh kamu harsu berhutang, pastikan pinjaman itu digunakan untuk kebutuhan investasi.

Kamu boleh berhutang demi membeli apartemen yang di kemudian hari akan kamu sewakan. Cicilan bulanan kredit apartemen bisa terbayar dari uang sewa yang kamu peroleh. Kamu juga boleh mengajukan pinjaman demi membeli tanah atau membayar biaya kuliah S2 yang akan jadi investasi masa depan.

Selebihnya, kalau hanya untuk keinginan-keinginan konsumtif — tak perlulah berhutang!

7. Sadarilah Bahwa Hidup Tak Selalu Berjalan Sesuai Harapan. Sebab Itu, Penting Bagimu Memiliki Dana Cadangan

Penting untukmu punya dana cadangan via www.organizeandinspire.com

Kenyataan yang ada di depan mata terkadang tak semulus rencana yang sudah tersusun rapi di agenda. Ada plot twist yang kerap membuat kita terpaksa mengubah rencana, menyesuaikannya dengan kondisi yang ada. Kalau kamu ingin mapan secara finansial sedari muda, proteksi diri dan dana cadangan adalah 2 hal yang wajib dimiliki.

Mendaftarlah ke program asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang bisa membantumu jika sewaktu-waktu jatuh sakit dan butuh biaya besar. Sisihkan pula minimal 10% dari penghasilan bulanan ke rekening dana cadangan. Memiliki asuransi proteksi diri dan punya dana cadangan membuatmu tak lagi harus kelabakan mencari pinjaman saat kejutan-kejutan hidup datang tanpa pemberitahuan sebelumnya.

8. Ingat! Fokusmu Bukan Untuk Mengejar Gengsi, Tapi Bekerja Demi Sebongkah Berlian Dan Sesuap Nasi

Fokusmu bukan untuk megejar gengsi via alifelessphysical.wordpress.com

Lupakan kata orang, fokuslah pada hidup yang sedang kamu jalani. Bertahanlah dalam gaya hidup sederhana yang total pengeluarannya lebih rendah dari penghasilanmu per bulan. Syukuri dan cukupkan dirimu dengan gawai yang kamu miliki saat ini. Saat dipandang orang lain dengan aneh karena gaya hidupmu masih begini-begini saja, tak perlu malu atau khawatir! Toh kamu bukan hidup untuk mengejar gengsi ‘kan?

Tak perlu merasa tertinggal hanya karena kamu tak bisa hidup seperti teman-teman sejawatmu yang lebih loyal mengeluarkan uang. Kamu punya tujuan akhir sendiri. Kelak, saat kemapanan finansial sudah kamu dapatkan — giliran mereka yang akan gigit jari dan mendatangimu untuk meminta saran.

9. Temukan Pasangan yang Punya Pandangan Sejalan Tentang Pengelolaan Keuangan

Temukan pasangan yang punya pandangan sejalan via i.huffpost.com

Kunci kemapanan finansial tak hanya terletak di tanganmu. Seiring dengan makin berjalannya usia, peran pasangan juga menentukan keberhasilan pengelolaan finansial yang selama ini sudah diperjuangkan. Sebab itu, penting untukmu menemukan pasangan yang punya pola pikir sejalan tentang pengelolaan keuangan.

Jika kamu adalah orang yang rela hidup hemat demi bisa membeli berbagai instrumen investasi, jangan pilih pasangan yang punya gaya hidup berlebihan. Pendampingannya justru bisa makin membuatmu tertatih dalam mencapai tujuan. Pilih pasangan yang punya visi dan misi keuangan yang sejalan, atau paling tidak bisa dikompromikan.

10. Giatilah Pekerjaan yang Bisa Kamu Lakoni Dengan Hati

Temukan pekerjaan yang sesuai panggilan hati via paresatbp.blogspot.com

Mengabdikan diri pada pekerjaan bergaji besar memang tampak menjanjikan. Tapi bagaimana jika pekerjaan bergaji besar itu tak sesuai dengan ketertarikan pribadimu? Akankah kamu bertahan, atau memilih mencari pekerjaan lain yang lebih bisa kamu nikmati? Walau semua keputusan akhirnya kembali ke tanganmu, tapi Hipwee menyarankan untuk mengikuti kata hati dalam memilih profesi.

Bekerja di bidang yang kamu suka akan membuatmu lebih bersemangat dan punya visi yang jelas. Bidang pekerjaan yang bisa kamu lakoni dengan hati tak hanya memberimu gaji, ia juga bisa memberikan kepuasan yang uang sebesar apapun tak akan mampu beli. Menggiati sebuah profesi sepenuh hati akan membuatmu terlihat berdedikasi. Promosi jabatan dan kenaikan gaji juga bisa kamu dapatkan lebih cepat dalam bidang pekerjaan macam ini.

11. Selagi Muda, Jangan Ragu Ambil Job Tambahan. Sibukkan Dirimu Dengan Kerja-Kerja-Kerja!

Jangan ragu ambil job tambahan via rsnava.tumblr.com

Tak ada jalan pintas dalam mencapai kekayaan dan kesuksesan. Kerja keras, dedikasi, dan konsistensilah yang bisa jadi kunci andalanmu. Selagi masih muda, sibukkan dirimu dengan berbagai kegiatan produktif. Kerja-kerja-dan kerja! Relakan waktu untuk bersantai di akhir pekan, bersabarlah jika kamu tak lagi punya banyak waktu untuk sekedar kumpul-kumpul bersama teman.

Jangan ragu mengambil pekerjaan tambahan yang bisa kamu lakukan di luar jam kerja normalmu di kantor. Jadi penulis lepas untuk tabloid lokal, atau jadi party organizer yang waktu kerjanya malam hari dan saat akhir pekan.

Menerima pekerjaan tambahan tak hanya bisa mengisi pundi-pundi kekayaanmu lebih cepat. Dengan kesibukan yang makin menggunung kamu juga tak akan lagi punya waktu untuk jalan-jalan nggak jelas yang berujung pada menghamburkan uang. Penghasilan tambahan dapat, upaya berhemat juga bisa terlaksana lewat cara ini.

Tidak ada pencapaian yang datang tanpa pengorbanan dan kerja keras. Jika kamu ingin mapan dan kaya sedari muda, 11 hal di atas perlu mulai kamu lakoni tiap hari.

Pada akhirnya, hal yang didapat lewat perjuangan akan lebih bertahan lama bukan?