Memilih jurusan untuk masuk kuliah memang gampang-gampang susah. Banyak di antaranya yang merasa ternyata salah jurusan saat sudah setengah jalan. Mau terus lanjut tapi rasanya berat sekali. Mau berhenti dan banting stir ke jurusan lain tapi juga nggak semudah membalik telapak tangan. Selain mulai lagi dari nol, masalah biaya biasanya jadi pertimbangan utama. Akhirnya, meski nggak mudah, banyak juga yang memutuskan untuk tetap lanjut dengan sisa-sisa semangat yang ada. Tapi, nggak sedikit juga yang tumbang di tengah jalan. Memilih untuk bekerja sesuai passion daripada kuliah dengan terpaksa.

Kalau kamu termasuk kategori mahasiswa yang salah jurusan, tenang, kamu nggak sendirian. Ada banyak orang yang juga merasakan hal serupa. Tapi ini ‘cuma’ masalah jurusan yang keliru, bukan merupakan akhir dari segalanya. Dari jurusan yang nggak kamu suka, bukan berarti kesuksesan nggak bisa kamu raih. Buktinya, 5 tokoh ini dulunya sempat merasakan salah jurusan. Yuk, kita simak kisahnya, biar kamu makin optimis meraih sukses, meski sekarang lagi kuliah di jurusan yang nggak disukai.

1. Awalnya sih kuliah psikologi, tahu-tahu sukses jadi CEO-nya Facebook. Dialah Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg via www.jurnalweb.com

Seiring banyaknya orang pengguna Facebook, pendirinya, Mark Zuckerberg ikut menjadi tenar. Tapi, banyak orang nggak tahu kalau sebenarnya Mark sempat merasakan kuliah di jurusan Psikologi, Harvard University. Meski akhirnya drop out, Mark sukses mengembangkan Facebook, di mana awalnya laman ini hanya ditujukan untuk alumni Harvard saja.

2. Pengusaha asli Indonesia, si anak singkong Chairul Tanjung juga ternyata sempat mengalami salah jurusan

Chairul Tanjung via www.rmol.co

Advertisement

Chairul Tanjung ternyata mengambil jurusan Kedokteran Gigi pada saat kuliah di Universitas Indonesia. Nggak nyambung sama sekali dengan apa yang ia geluti sekarang. Walaupun mendalami ilmu tersebut, ternyata dari dulu passion-nya memang di bidang bisnis. Sejak kuliah, Chairul Tanjung membiayai hidupnya di kampus dengan cara usaha fotokopi, berjualan alat kedokteran, dan berbagai cara lainnya. Semenjak menemukan keahliannya, ia memulai membuka bisnis di berbagai bidang. Mulai dari usaha jual mobil bekas, pabrik sandal, sampai kerajaan bisnisnya melebar hingga Trans TV, Bank Mega, Trans Mart dan berbagai bisnis lainnya yang tergabung dalam CT Corp.

3. Cuma karena bingung mau ambil jurusan apa, akhirnya Bill Gates masuk di Harvard University dengan mengambil Ilmu Hukum

Bill Gates via aib.edu.au

Pendiri Microsoft ini sama sekali tidak mengambil jurusan komputer saat kuliah. Ia justru memilih Ilmu Hukum sebagai jurusan yang diambilnya. Bukan karena apa-apa, sih. Tapi murni karena dia masih bingung akan lanjut ke jurusan apa. Walau akhirnya tidak diselesaikan dan memilih keluar untuk fokus mendirikan Micorosoft di tahun 1975, Bill Gates menjadi salah satu bukti sukses bahwa ketekunan adalah modal utama meski apa yang digeluti sama sekali tak ada hubungannya dengan jurusan kuliah yang diambil.

4. Sutradara film Hanung Bramantyo juga pernah salah jurusan. Tapi dia pillih banting setir dan fokus mendalami ilmu seninya

Hanung Bramantyo via showbiz.liputan6.com

Pernah kuliah di jurusan Ekonomi Universitas Islam Indonesia selama 5 semester, Hanung Bramantyo akhirnya memutuskan untuk pindah kuliah ke Institut Kesenian Jakarta. Jalan yang ditempuh tak semulus yang dikira. Akibat krisis moneter, orang tua Hanung tak sanggup membiayai hingga selesai kuliah. Hal itu membuatnya memutar otak untuk bisa bertahan dan mendapatkan uang. Ia memilih magang sambil kuliah di berbagai rumah produksi. Dengan gigih, dia membuat sinetron, film dan film pendek untuk mendapatkan upah sedikit demi sedikit. Akhirnya dari sanalah Hanung Bramantyo bisa survive, dan melanjutkan kuliahnya hingga bisa sukses besar dengan karya-karya mengagumkannya sampai sekarang.

Memang nggak mudah sih kalau dihadapkan dengan salah jurusan saat kuliah. Selain harus menghadapi mata kuliah yang nggak kamu suka, semua akan berdampak pada penyerapan ilmu yang mungkin akan jadi ogah-ogahan. Tapi, cerita dari orang-orang sukses ini semoga bisa jadi pemantik semangatmu terhadap apa yang ada di depanmu saat ini. Sukses tentunya tak hanya bisa ditentukan dari selembar ijazah. Keuletan dan kerja keras tentunya juga jadi pertimbangan utama agar sukses bisa kamu raih. Tetap semangat ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya