Orang tua menganjurkan kerja di sini di situ yang memang sesuai dengan jurusan kuliah. Namun, kamu sendiri berpikiran untuk mencoba bekerja di bidang yang lain yang tak sejurusan. Ada yang alasannya ingin mencari pengalaman, ada yang ingin bekerja menurut passion, atau mungkin ada yang karena sedang jenuh dengan bidang yang ditekuni selama kuliah.

Apapun alasannya, bekerja sebenarnya bukan tentang mencari materi semata. Namun, juga ilmu serta skills baru, dan yang terpenting kenyaman untuk dirimu sendiri. Percayalah kamu tak perlu ragu mencoba bekerja tak sesuai jurusan. Untuk lebih meyakinkanmu, Hipwee punya alasan yang buat kamu tak ragu lagi. Disimak ya!

1. Memutuskan keluar dari zona aman, justru membuat kamu tertantang untuk bertahan dan mengembangkan potensi lain lebih dalam lagi

keluar dari zona aman via www.buzzfeed.com

Bekerja tak sesuai jurusan diibaratkan keluar dari zona aman. Semisal kamu anak eksata, yang lalu memilih bekerja di media, sudah pasti ilmu yang kamu punya bertolak belakang dengan pekerjaan. Kamu diharuskan belajar lagi dari awal ilmu dan skills yang berhubungan dengan pekerjaanmu. Tak mudah memang, tapi bukan berarti kamu harus mundur sebelum mencobanya. Harusnya kamu akan lebih tertantang untuk bertahan. Pikirkan saja, jika zona tak aman ini sebagai batu loncatan untuk kamu mengembangkan potensi lain lebih dalam lagi.

Belum lagi, mengingat zona amanmu yang rasa-rasanya mulai membosankan. Sedangkan zona tak aman ini justru lebih menjanjikan hal-hal yang menyenangkan. Percayalah kamu bisa menuntaskan tantangan ini dengan hasil yang sangat memuaskan kelak.

2. Ilmu-ilmu baru yang kamu dapat membuat kamu sadar, kalau ilmu yang dimiliki sebelumnya masih sangat sedikit

Advertisement

ilmu kamu bertambah via marco.org

Ilmu yang kamu punya sebelum bekerja itu baru ada seujung kuku.

Saat berhadapan dengan hal-hal yang cukup asing di awal bekerja, kamu jangan lantas putus asa. Serap semaksimal mungkin ilmu baru yang ditawarkan. Meski menyerapnya cukup sulit dan butuh usaha yang keras. Kelak saat kamu mulai menguasainya, kamu pun akan sadar, jika ilmu yang kamu miliki selama ini belum ada apa-apanya atau masih terlalu sedikit. Pastinya, juga masih belum pantas untuk terlalu dibanggakan.

3. Bukan cuma ilmu baru yang bisa kamu punya, bekerja tak sesuai jurursan bantu kamu mengasah skills lain yang memang kamu suka

mengasah skills lain yang kamu sukai via itsnicework.tumblr.com

Kehadiran ilmu baru sudah seharusnya sejalan dengan adanya skills lain yang baru juga. Jalani saja semuanya dengan ringan seperti saat menikmati pembelajaran di masa kuliah dulu. Siapa tahu di antara skills baru yang kamu punya itu ada yang benar-benar kamu sukai. Malah bisa jadi itu bagian dari passion yang selama ini kamu cari-cari. Siapa tahu juga apa yang kamu geluti sekarang akan menghantarkanmu pada kesuksesan yang tak hanya dari segi materi, tapi juga dari segi kepuasan secara batin.

4. Kemampuan adaptas jadi salah satu potensi lain yang tergali, saat kamu memutuskan bekerja di bidang yang berbeda sekali

beradaptasi di bidang yang baru

Namanya juga zona tak aman, sudah memiliki banyak perbedaan dari tempat sebelumnya. Sama seperti saat kamu berpindah rumah, lingkungan yang dulu dengan yang sekarang mutlak memiliki perbedaan yang tak bisa kamu tanggapi dengan sikap yang sama. Kamu perlu menyesuaikan diri dengan segala ritme yang ada. Dan untuk menyesuaikan diri ini lah, kemampuan beradaptasi kamu nggak hanya sekedar dibutuhkan, tapi juga harus lebih tergali.

Menyerap ilmu dan skill baru di waktu kuliah berbeda dengan saat kamu sudah berkeja. Tuntutan untuk bekerja secara professional, mengharuskan kamu menyerap semua ilmu dan skills dengan cepat. Paling tidak sampai masa percobaan yang telah ditentukan. Jika kamu berhasil beradaptasi dengan baik bahkan lebih cepat di tempat yang sekarang ini. Bisa dipastikan, kelak saat harus pindah ke tempat yang lain lagi, kamu pun tak akan kesulitan dalam hal adaptasi.

5. Kesempatanmu buat punya pekerjaan sampingan udah pasti terbuka lebar, ilmu dari kuliahmu bisa kamu manfaatkan untuk hal itu

nyiapin materi les privat di sela waktu luang via jkhogan.com

Saat ini kamu bekerja di perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan, dengan posisi sebagai ilustrator. Gaji yang kamu dapatkan pun sebenarnya sudah selayaknya. Namun, keinginan untuk memiliki penghasil tambahan masih tetap ada. Atau, alih-alih ingin tetap memanfaatkan ilmu yang kamu dapat selama kuliah, kamu yang anak eksata bisa saja di waktu luang membuka jasa sebagai guru privat.

Pokoknya, Bekerja tak sesuai jurusan membuka lebar kesempatan untuk punya pekerjaan sampingan. Pasalnya ilmu yang kamu dapat selama kuliah bisa dimafaatkan untuk hal itu. Toh keuntungan yang kamu dapatkan pastinya juga berlipat-lipat.

6. Bukan hanya memperbanyak teman dari berbagai keahlian, bekerja tak sesuai jurusan sudah pasti memperluas jaringan yang kamu punya

teman yang beragam, jaringan pun semakin luas via memegan.tumblr.com

Latar belakang disiplin ilmu, antara tempat bekerja dengan kuliah yang berbeda pun mengenalkanmu pada orang-orang dengan keahlian yang beragam. Menyenangkannya hal yang selama ini mereka geluti bisa kamu jadikan pengetahuan lain. Terlebih adanya teman yang keahlian beragam dengan sendirinya memperluas jaringan yang punya. Semisal, kamu punya temen ilustrator, saat kamu ingin menerbitkan buku secara self-publishing kamu bisa meminta tolong kepadanya. Atau temanmu yang marketing pun bisa kamu mintai tolong untuk membantu menyusun strategi promo bukumu kelak.

7. Kamu nggak perlu khawatir ketinggalan saat bekerja tak sesuai jurusan, karena mereka yang bekerja sesuai jurusannya pun masih tetap harus belajar di dunia kerja

kalian sama-sama belajar via www.metro.us

Hal yang paling mendasar saat kamu bekerja tak sesuai jurusan adalah rasa khawatir kalau kamu tertinggal dengan teman kerja yang memang bekerja sesuai jurusannya. Hei, yang perlu kamu tahu di dunia kerja, mau kalian dari dispilin ilmu yang sama atau berbeda, tetap saja masih harus belajar lagi sesuai dengan ritme atau ketetapan yang dipunya oleh perusaan. Tenang, kamu atau pun dia masih sama-sama belajar. Lakukan saja usaha semaksimal mungkin.