Lelah menghadapi pekerjaan yang tiada habisnya, sebal karena atasan memberi instruksi seenaknya, bosan dengan rutinitas 9-5 yang itu-itu saja, ingin liburan dengan bebas, merasa diri tidak berkembang, adalah alasan-alasan yang sering dipakai orang untuk mulai berpikir menjadi pengusaha. Resign dari kantor menjadi langkah pertama. Berharap dengan menjadi pengusaha akan memberi kehidupan baru yang lebih menarik, baik dari sisi pekerjaan ataupun finansial.

Menjadi pengusaha adalah pilihan yang bagus. Karena itu artinya kamu punya daya kreatif dan kemandirian untuk tidak bergantung kepada orang lain. Akan tetapi, beberapa orang bisa menjadi pengusaha, sedangkan beberapa yang lain tidak. Menjadi pengusaha, memerlukan tekad dan hati yang lebih besar dari saat kamu menjadi karyawan biasa. Nah, untuk kamu yang sedang berpikir membuat usaha sendiri, pastikan kamu sudah tahu hal-hal ini sebelum menulis surat resign.

1. Menjadi pengusaha tidak bisa membawamu pada kesuksesan di tahap pertama. Perjalanan panjang masih harus kamu lalui untuk mencapainya

Selamat datang di jatuh bangunnya dunia usaha! via uk.findimages.net

Bila kamu mengharapkan kesuksesan instan, yang artinya kamu akan segera bergelimang harta begitu menjadi pengusaha, sebaiknya kamu mundur. Lebih baik kamu ikut audisi sesuatu di televisi yang bisa memberikan ketenaran instan. Banyak kesalahan yang harus kamu rasakan untuk mengetahui mana yang benar. Risiko kegagalan adalah satu-satunya hal yang bisa dipastikan dalam menjalani sebuah usaha. Kini tanyakan pada dirimu sendiri: siapkah kamu mengalami kegagalan dan bangkit serta belajar dari sana?

2. Ide-idemu yang luar biasa mungkin terdengar konyol bagi orang lain. Kamu harus mampu berjuang untuk mendapat dukungan

Belum tentu idemu mendapat dukungan via www.businessinsider.co.id

Advertisement

Ketika kamu punya sebuah mimpi yang menurutmu luar biasa, belum tentu orang luar sana berpendapat yang sama. Kamu tentu ingat bahwa banyak tanda-tanda kejeniusan yang sering disalahartikan dengan kegilaan. Ide-ide yang kamu punya, belum tentu mendapat dukungan dari orang-orang sekitarmu. Karena itu, mudah menyerah adalah sifat yang haram kamu punya. Meskipun dunia memandang idemu sebagai kekonyolan saja, jangan menyerah dan putar arah. Cara satu-satunya untuk meyakinkan mereka, tentu, membuat idemu menjadi kenyataan.

3. Kamu pun harus ingat bahwa ide yang luar biasa belum tentu mendatangkan uang. Pemahaman terhadap konsumen wajib kamu pahami luar dalam

Pastikan idemu punya nilai jual via www.visioncritical.com

Akan tetapi, rasa percaya diri yang tinggi saja tidak cukup. Kamu harus tetap mempertahankan logika dan rasionalitas. Jangan membuat usaha berkaitan dengan barang atau jasa hanya sekadar kamu menyukainya. Berkarier dengan hobi memang bisa menjadi satu pilihan. Tapi tidak semua hobi bisa mendatangkan uang. Untuk membuat suatu usaha berhasil, kamu harus memastikan bahwa produk yang kamu tawarkan mempunyai nilai jual dan bisa menjadi solusi untuk permasalahan masyarakat. Itu artinya, kamu juga harus sudah melakukan riset mendalam tentang konsumen dan pasar.

4. Stres? Tidak bisa tidur? Gelisah memikirkan pekerjaan? Itu sudah hal biasa. Yang kamu alami sekarang hanya sebagian kecilnya

Stres adalah hal biasa via bodypass.tumblr.com

Sekarang kamu mengeluh bahwa kamu tertekan oleh pekerjaan. Deadline pekerjaan yang menumpuk membuatmu harus lembur setiap hari, dan dicekam stres yang membuatmu kelabakan. Jangan dulu merasa stresmu sudah maksimal. Stres yang kamu alami sekarang, mungkin hanya sebagian kecil dari stres yang akan kamu alami kelak ketika membangun usahamu sendiri. Sebagai founder, kamu harus memikirkan bagaimana usahamu berjalan, mencari peluang, serta menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi. Bebanmu semakin bertambah, tidak tidur berhari-hari bukan hal yang sekali dua kali kamu alami.

5. Sebagai pengusaha, kamu punya hak penuh untuk membuat keputusan. Tapi justru itu yang bisa membuat bebanmu justru semakin berat

Kamulah si pengambil keputusan via pinguinshowtime.wordpress.com

Saat ini, segala keputusan ada di tangan bos. Sebagai bawahan, kamu hanya tinggal mengikuti instruksi serta menjalankan tugasmu sebaik-baiknya. Bila nanti hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan, kamu tidak salah apa-apa. Sepenuhnya menjadi tanggung jawab para pembuat keputusan, yang mana, posisi itulah yang akan kamu tempati ketika menjadi pengusaha nanti. Kamu punya hak penuh untuk membuat keputusan, apakah A ataukah B yang terbaik untuk usahamu. Keputusanmu independen, bebas dari tekanan orang yang lebih berkuasa. Tapi dengan kebebasan sebesar itu, justru tanggung jawabmu semakin berat bukan?

6. Kamu berpikir menjadi pengusaha artinya kamu tidak punya bos lagi? Salah! Justru kamu akan bekerja untuk bos barumu, calon pembeli di luar sana

Bos bertambah banyak via www.tumblr.com

Kamu mengalami stres, karena bosmu hobi memberikan instruksi yang membuat sakit kepala. Suka menyuruh seenaknya, memarahi di depan umum, dan tidak mau disalahkan kalau terjadi sesuatu. Karena itu, kamu berencana untuk menjadi pengusaha agar kamu terbebas dari bos yang menyebalkan sekaligus menjadi bos untuk dirimu sendiri. Tunggu dulu. Menjadi pengusaha, justru akan membuatmu memiliki banyak bos. Klien-klien dan customer yang harus kamu layani adalah bos yang sebenar-benarnya. Mereka bahkan bisa lebih kejam dan seenaknya daripada bosmu saat ini.

7. Hanya karena kamu punya rencana, bukan berarti kamu tahu segalanya. Stay hungry stay foolish. Kamu harus bisa belajar dari banyak orang

Belajar dari siapapun via blog.goldenbrands.gr

Kamu sudah riset, kamu sudah tahu apa yang bisa dijadikan produk yang menjual. Lalu kamu menyusun sebuah rencana. Sekaligus sistem kerja di perusahaanmu sendiri kelak. Kamu merasa rencanamu sudah matang, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk dieksekusi. Tapi kamu harus ingat, bahwa sepanjang perjalanan adalah proses pembelajaran. Menjadi pengusaha, artinya kamu harus selalu belajar dari apapun dan siapapun yang kamu temui, termasuk dari kompetitormu sendiri. Kamu harus memperlakukan segala sesuatu sebagai pembelajaran baru. Karena ketika kamu berhenti belajar, kamu juga berhenti berkembang.

Menjadi pengusaha tidak berhubungan dengan apakah kamu terlahir sebagai pengusaha ataupun karyawan biasa. Artinya, kamu pun bisa menjadi pengusaha, asalkan kamu punya niat dan ambisi untuk mengejarnya. Tapi tentu saja, banyak pertimbangan serta tahap-tahap yang harus kamu pikirkan sebelum kamu terjun ke sana. Karena dengan mendirikan usaha sendiri, kamu akan menempati posisi atasanmu di kantor saat ini. Bagaimana usahamu berjalan, dan bagaimana hasilnya kelak, semuanya berada di tanganmu.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!