Mencari pekerjaan itu bukan hal yang mudah. Kamu yang sudah mengantongi ijazah S1 pun masih harus mencicipi status pengangguran hingga beberapa bulan, atau mungkin bisa hampir setahun. Ada juga dari kamu yang sebelumnya sudah pernah bekerja, tapi kemudian resign dan hingga detik ini belum juga mendapat pekerjaan baru.

Kira-kira penyebab sulitnya mendapat pekerjaan itu apa ya? Padahal untuk urusan kemampuan kamu sendiri sudah yakin, kamu bisa bersaing dengan orang-orang di luar sana. Apa iya ada hal-hal sepele lain yang ternyata terlewatkan? Supaya kamu nggak lagi-lagi bingung atau galau memikirkan pekerjaan yang tak kunjung ada di genggaman. Kamu perlu tahu hal-hal apa aja yang harus kamu hindari, demi sebuah pekerjaan!

Rezeki nggak akan datang sendiri. Makanya jangan malas untuk mencari

Sudahlah~ via thoughtcatalog.com

Jangan mimpi uang akan datang dengan sendirinya, tanpa kamu berusaha dan bekerja. Rezeki memang sudah diatur oleh Tuhan, tapi kamu masih tetap harus menjemputnya, bukan hanya berpangku tangan saja.

Sama seperti pekerjaan yang nggak akan datang menawari kamu begitu saja. Apalagi untuk ukuran fresh graduate atau kamu yang masih minim pengalaman. Pekerjaan itu diibaratkan bola, kamu perlu menjempunya, lalu menggiringnya, sampai akhirnya kamu bisa mencetak “gol” yang kamu inginkan.

Coba deh ingat-ingat lagi hal paling sederhana, seperti seberapa sering usaha yang kamu lakukan dalam mencari info lowongan pekerjaan? Intinya, supaya kamu bisa cepat dapat pekerjaan, urusan mencari info nggak boleh disepelekan.

Pilih-pilih pekerjaan boleh, tapi jangan sampai kamu membuang kesempatan karena terlalu memilih.

Jangan sampai kelewatan via shutterstock.com

Kerjaan yang ini bidangnya sesuai sih sama aku, tapi kok salarynya di bawah espektasi

Kerjaan ini gajinya oke, tapi kok jobdesknya gila-gilaannya

Duh, ini perusahaannya juga kurang terkenal, kayak semacam start up gitu, skip aja deh!

Ribet banget ya pemikiran kamu. Udah jadi pengangguran aja masih kebanyakan milih-milih. Persis kayak jodoh, kapan nikahnya? Kalau kamu sendiri aja masih sibuk membandingkan yang A dengan B, B dengan C, dan seterusnya. Memilih pekerjaan itu sah-sah aja, tapi bukan berarti kamu terlalu memilih Lho ya! Biasanya hal semacam ini terjadi, kerena standart yang terlanjur kamu ciptakan jauh dari realita yang ada.

Jangan ragu untuk melamar kerja di posisi yang belum familiar. Siapa tahu menarik, asal detail tugasnya kamu perhatikan.

apply aja~ via www.lizawolters.com

Aku kok takut ya mau coba apply di perusahaan ini itu.

Pengen coba, tapi kok nggak yakin aku bisa menyelesaikan semua jobdesknya

Kegalauan kamu urusan pekerjaan nggak cuma berhenti memikirkan nasih pengangguranmu ini. Tapi juga pemikiran untuk kedapannya nanti, kira-kira bagaimana caranya bisa berjuang di tengah deadline apapun?

Alih-alih ragu buat melamar kerja di posisi yang belum familiar, buat saja asumsi kalau nantinya pekerjaan itu akan memberi kamu skill, pengetahuan, serta jaringan atau rekan yang baru. Siapa tahu juga pekerjaan itu nantinya akan menarik, mungkin juga kelak akan jadi salah satu passion terbesarmu. Jadi, jangan menyerah sebelum mencoba ya, gais!

Bukan cuma isi, tapi tampilan CV dan portofolio kamu pun semenarik mungkin, supaya HRDnya suka dari pandangan pertama dengan berkas-berkas lamaranmu.

Bikin CV semenarik mungkin via www.tumblr.com

CV atau portofoliomu boleh saja menyimpan banyak sekali pengalaman dari sana sini. Namun, apalah arti pengalaman itu, kalau tampilan CV dan portofoliomu kurang menarik. Orang mau meliriknya pun rasanya enggan, lalu bagaimana bisa mereka tahu skill dan pengalaman yang kamu punya?

Makanya, urusan memoles CV dan portofolio perlu kamu coba. Demi membuat HRD terpikat pada pandangan pertama dengan berkas-berkass lamaranmu. Emangnya cuma cinta aja yang bisa “love at the first sight”.

Pastikan kegagalan yang dulu bikin kamu sukses sekarang. Makanya, jangan lupa evaluasi kenapa kamu gagal dan jangan ulangi kesalahan.

Belajar dari kegagalan yang lalu via www.harianindo.com

Psikotes atau tes bidang jadi salah satu tahap penentu kamu layak atau tidaknya di mata perusahaan. Biasanya di tahap ini banyak orang yang gagal. Dan ternyata kamu pun jadi salah satu orang yang pernah mencicipi kegagalan di tahap ini. Alih-alih tak ingin mengulang kesalahan yang sama, kamu perlu mengevaluasi kenapa dan dibagian mana kamu bisa gagal. Hasil evaluasi kegagalan itu yang nantinya menjadi persiapan kamu untuk sukses di tes yang sekarang.

Saat wawancara kamu harus perhatikan hal-hal seperti cara bicara, bagaimana menjawab pertanyaan, sampai pikirkan juga pertanyaan apa yang akan ditanyakan ke pewancara. Jangan sampai gugup lho ya!

Siap-siap wawancara via redosity.com

Jangan sampai bicaramu terdengar gugup. Usahakan menjawab pertanyaan dengan singkat dan tepat sasaran, atau nggak berbelit-belit. Jangan lupa juga siapkan pertanyaan yang sekiranya berkaitan dengan jobdesk yang ditawarkan perusahaan. Setidaknya semua itu akan menjadi nilai plus dari kemampuanmu berinteraksi dengan lingkungan perusahaan.

Sebenarnya saat wawancara kamu tetap bisa santai dan supel, tapi dengan syarat kesantaiaan dan kesupelanmu tetap disesuikan dengan orang yang kamu ajak berbicara. Jangan sampai membuat kesan kamu songong, dan tak cukup serius untuk bisa dipercaya oleh pewawancara. Ingat apa pun yang kamu ucapkan adalah jualanmu agar perusahaan mau menyewa jasa yang kamu punya.

Jangan sampai kamu telat datang ke wawancara. Bangun tepat waktu dan pilih alat transportasi yang jitu

Mau wawancara? Naik Mio Z aja~ via www.yamaha-motor.co.id

Apalah arti semua usahamu, kalau kamu sudah memberi kesan negatif dengan telat datang ke wawancara kerja. Makanya, memilih alat transportasi untuk pergi ke tempat wawancara itu penting. Terutama buat kamu yang tinggal di kota-kota besar, yang kondisi lalulintasnya nggak bisa diprediksi – kadang macet, kadang lancar.

Nah, salah satu alternatif kendaraan yang benar-benar bisa dipercaya dan memberi jaminan itu ya motor. Mengingat dibanding alat transportasi lain, motor bisa dipakai selip sana sini saat macet parah. Belum lagi motor juga memungkin kamu mencari jalan tikus yang berupa gang-gang kecil.

Apalagi kalau motormu sebandel Mio Z. Dengan Forged Piston dan DiAsil Cylinder yang bikin sistem mekanik motor tahan lama, teknologi Blue Core dari Yamaha yang membuat performa motor terjamin kencang tanpa cepat panas, serta lampu Eco Indicator di speedometer yang membantumu menghemat konsumsi BBM sampai 50%, kamu otomatis jadi jagoan jalanan yang tak takluk pada jalanan macet, panas matahari, atau hujan. Ada juga bagasi berkapasitas 10,1 liter yang bisa jadi tempatmu menaruh barang sehari-hari sampai dokumen untuk melamar kerja 😉

Dalam berbagai kondisi, dengan Mio Z jalanan bisa kamu kuasai. Gak perlu deh cemas deh telat interview lagi~

Setelah membaca beberapa hal ini, sudah tahu belum kira-kira hal mana yang sering kamu leatkan atau gampangkan? Kalau sudah tahu, jangan lupa buat diperbaiki atau diubah ya. Demi masa depan yang cerah!