Ketika usai dengan euforia gelar sarjana, kamu mulai memutuskan berjibaku dengan ribuan bahkan jutaan jobseeker di seluruh Indonesia. Bukan hal yang mudah memang. Namun demi mendapatkan masa depan yang gemilang, apapun kamu korbankan. Sejalan dengan itu, banyak suka duka yang jadi cerita manismu.

Beberapa permasalahan selama kamu mengenyam status jobseeker pemula menjadi dukanya. Namun apabila kamu sudah terbiasa, kamu akan punya jam terbang sendiri dan sigap menyiasatinya. Mau tahu apa saja yang selama ini sering dikeluhkan oleh jobseeker pemula dan bagaimana siasat mengatasinya? 7 poin berikut adalah rangkumannya.

1. “Kalau ditanyain yang susah-susah waktu wawancara, enaknya jawab apa ya? Terus penampilanku harus kayak gimana?”

Mampus dah! Yang wawancara tiga orang sekaligus via www.interviewgold.com

Interview merupakan tahap seleksi kerja yang paling ditakuti. Kebanyakan perusahaan, entah perusahaan kecil atau besar, selalu menghadirkan tes ini di tiap rekrutmen. Tujuannya jelas pihak perusahaan ingin mengenal lebih dekat seperti apa orang-orang yang akan jadi karyawannya. Buat kamu, inilah saat yang paling mendebarkan. Kamu tidak akan pernah tahu dengan siapa nantinya kamu bertatap muka. Apakah itu bagian HRD, supervisor, manajer, atau direkturnya. Di sisi lain, setiap gerak-gerik yang kamu tunjukkan dalam tes ini akan dinilai. Mulai dari mimik, gestur, penampilan dan kerapian, serta jawabanmu di setiap pertanyaan.

Tidak perlu khawatir menghadapi semua. Di setiap pertanyaan, kamu tidak perlu faking good agar kamu bisa diterima. Masalah penampilan, kenakanlah busana yang rapi dan sopan. Idealnya kemeja, bawahan dari bahan kain, sepatu formal, dan ikat pinggang. Untuk wanita, make up yang normal saja dan tidak terlalu menor. Kuku juga tidak boleh panjang agar kamu tidak melukai interviewer saat berjabat tangan.

2. “Minat dan bakatku cocok nggak ya untuk pekerjaan ini? Atau aku harus cari pekerjaan lain lagi?”

Advertisement

Bakat menyanyi dan menguasai panggung. via faceanatomy.gr

“Aku mau lamar di perusahaan ini. Gajinya pasti gede, secara kan mereka udah punya nama. Tapi kok lowongannya meragukan semua ya? Kayaknya gak sesuai minat dan bakatku deh,”

Minat dan bakat bukanlah sesuatu yang gampang diketahui, kecuali dari kecil kamu sudah ketahuan merdu menyanyi dan pintar berakting. Untuk pekerjaan yang perlu tahu apakah sesuai minatmu, penting menganalisis kelemahan dan kelebihanmu dalam sebuah neraca. Selain itu, wajib juga mengetahui apa yang kamu suka dan tidak kamu suka. Pengalaman organisasi dan prestasimu juga turut membantu dalam menentukan pekerjaan apa saja yang cocok. Jika kamu masih kurang yakin, tidak ada salahnya kamu mendatangi konsultan karir. Mereka akan membantumu memutuskan karir apa yang cocok untukmu.

3. “Apa saja yang harus kusiapkan demi menghadapi tes seleksinya? Adakah kisi-kisi yang bisa dipelajari sebelumnya?”

Audisi juga pakai seleksi. via 4.bp.blogspot.com

Kadang kamu kaget jika tiba-tiba ada panggilan tes kerja mendadak. Kamu pun tidak sempat bersiap-siap karena waktu yang terbatas. Kamu kelabakan dan merasa cemas. Memang setiap perusahaan tidak memiliki standar proses seleksi yang sama. Seleksi apa saja yang akan dilalui pun tidak pernah diumumkan secara gamblang.

Sesungguhnya kamu bisa mempersiapkannya jauh-jauh hari. Setiap harinya, kamu bisa mencicil belajar berupa materi psikotes dan modul interview. Paling tidak, dua materi itulah yang harus kamu kuasai karena merupakan dua tahap tes yang paling sering diujikan perusahaan.

Lebih baik lagi jika kamu mematangkan diri dengan kemampuan public speaking supaya lancar menjawab setiap pertanyaan. Sedangkan persyaratan umum pada setiap perusahaan swasta adalah daftar riwayat hidup dan surat lamaran. Namun tak ada salahnya kamu menyiapkan fotokopi dari ijazah, transkrip nilai, KTP, nilai tes TOEFL, bahkan kartu kuning dan SKCK.

4. “Duh, kalau nanti keterima tapi orangtua tidak memberi ijin — gimana?”

Restu orang tua juga mempengaruhi. via blogs.uuworld.org

Begitu banyak permasalahan jobseeker yang berkutat di sekitar tahapan dan kelengkapan tes. Tapi ada juga permasalahan di luar itu. Misalnya saja ijin orang tua, tidak percaya pada diri sendiri, serta skill atau pengalaman yang masih kurang. Permasalahan ijin orang tua pada umumnya ada pada lokasi penempatan kerja. Beberapa orang tua kurang setuju apabila anaknya (terutama jika anaknya perempuan) bekerja terlalu jauh atau di Jakarta yang dikenal penuh resiko. Untuk mengatasi ini, kamu harus pintar-pintar membujuk orang tuamu. Namun jika memang ada hal genting pada keluarga yang tidak bisa dikompromi, tetap jadikanlah restu orang tuamu yang utama.

Bila pengalamanmu di organisasi dianggap kurang, cobalah kamu bergabung pada suatu komunitas. Kini sudah banyak komunitas umum yang berada di luar kampus. Kamu dapat meng-update skill teranyarmu dengan menjadi aktivis di komunitas tersebut. Kepercayaan dirimu juga bisa ditingkatkan dengan banyaknya komunikasi dan tanggung jawabmu di komunitas tersebut.

5. Mengapa aku harus mengerjakan tes hitung-hitungan sepanjang dan selama ini? Untuk apa ya aku menggambar pohon?

Psikotes yang makan waktu lama. via 4.bp.blogspot.com

Pernah mengalami kebingungan serupa saat psikotes? Kamu tidak sendiri. Banyak orang yang tidak tahu maksud dari masing-masing tes. Apalagi dalam psikotes tidak ada yang mutlak benar dan salah. Namun dari beragam soal psikotes yang ada, mereka semua ditujukan untuk mengetahui kecenderungan kepribadian kita. Apakah kita siap bekerja untuk jobdesk yang diberikan dan bagaimana daya tahan kita dalam bekerja.

Yang dapat kamu upayakan dalam psikotes adalah maksimalnya kamu dalam mengerjakan soal. Kamu dapat melatihnya dengan membeli buku khusus psikotes yang kini banyak beredar di toko buku. Bahkan kamu bisa mendapatkan yang gratis dari intenet. Dengan ini, kamu tak akan kaget lagi melihat tes deret hitung yang membuat lenganmu pegal-pegal.

6. “Kalau aku mau melamar, apa saja yang harus aku lampirkan? Harus dikirim ke sana atau via email?”

Mengantri SKCK via bali.tribunnews.com

Fresh graduater pada umumnya bingung bila melihat pengumuman pekerjaan, apalagi kalau lokasi perusahaannya jauh. “Haruskah lamaranku dikirim, diantar langsung, atau via email?” Coba kamu amati lagi instruksi pada pengumumannya. Kadang kamu saja yang kurang jeli membaca. Jika memang alamatnya jauh, kamu bisa menanyakan ke kontak telepon kantor dan menanyakan apakah aplikasi lamaran bisa dikirim.

Bila kamu diperbolehkan melamar via email, sebisa mungkin kamu mengirimkan semua persyaratan yang diminta. Jika diharuskan menyertakan bukti kelulusan, jangan lupa scan ijazah dan bukti-bukti lain yang perlu. Beberapa perusahaan swasta dan pemerintah kerap kali memintamu mengirim bukti berupa SKCK dan kartu kuning. Segera urus syaratnya dimulai dari kantor kelurahanmu karena proses birokrasinya melalui banyak instansi dan jam layanannya terbatas hingga pukul 14.00 WIB.

7. “Aku pemalu dan introvert. Mungkinkah aku bisa lolos dari tahap FGD?”

Membangun komunikasi dan sosialisasi via FGD. via images6.fanpop.com

Mungkin kamu sudah pernah mendengar kata Focus Group Discussion sebelumnya. Di mata kuliah metode penelitian, Focus Group Discussion merupakan salah satu cara pengumpulan data dengan mengumpulkan sejumlah orang dan membuat mereka membahas topik tertentu yang diangkat dalam penelitian. Tak jauh berbeda, Focus Group Discussion dalam tes kerja juga membawa topik tertentu. Kamu diminta aktif terhadap topik yang dibawa dan menggelontorkan sejumlah ide yang tertanam di otakmu setelah mendengar kata itu.

Topik yang biasa diambil adalah topik-topik yang berkaitan dengan permasalahan perusahaan tersebut. Oleh karenanya persiapkan dirimu dengan product knowledge perusahaan tersebut. Kamu yang sudah diperbolehkan tes pada tahap ini juga boleh sedikit berbahagia karena tes ini biasa dilakukan pada tahap-tahap akhir karena digunakan untuk mengukur kemampuan komunikasi dan sosialisasi jobseeker.

Menghadapi setiap tahap tes kerja adalah persoalan menjadi dirimu sendiri. Mengenal diri sendiri adalah kunci utama ketika melamar kerja. Hal ini ditengarai melalui kekurangan, kelebihan, minat, dan bakat. Dari situ, kamu mampu menggali penyebab masalah dan menemukan alternatif solusi untuk pekerjaan yang kamu inginkan. Oleh karena itu, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi orang yang sempurna ya!