Siapa sih di antara kita yang nggak suka makan? Saking sukanya, kita bahkan akan meluangkan waktu setiap harinya untuk berpikir mau makan apa dan di mana, sambil sekali-kali berburu tempat makan baru yang digadang-gadang menawarkan keunikan. Yup, banyak dari kita yang merupakan pelahap maut alias orang yang hobi makan.

Tapi ada berapa sih dari kita yang biasa mencari penghasilan dari status sebagai pelahap maut ini? Pasti masih sedikit sekali. Padahal ada banyak profesi yang berhubungan dengan dunia kuliner, nggak hanya juru masak atau koki saja. Nah, profesi-profesi seperti apa?

1. Zaman sekarang konsultan tak hanya ada di bidang hukum/finansial saja. Makanan juga ada konsultannya!

Arie Parikesit, konsultan makanan ternama di Indonesia via plus.google.com

Kita sudah mengenal istilah konsultan di bidang hukum atau keuangan. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata ada juga yang namanya konsultan makanan?

Tanggung jawab seorang konsultan makanan biasanya berupa hal-hal berikut ini:
Advertisement
  1. Mengevaluasi bahan makanan dan peralatan yang digunakan oleh klien
  2. Mengevaluasi penataan ruang restoran ataupun kafe
  3. Memberi masukan terhadap kebutuhan perusahaan; misalnya, mengusulkan konsep untuk calon restoran baru atau mengajukan gagasan bagaimana sebuah perusahaan kecap bisa menjaring pasar yang lebih luas.

Bekerja di bidang ini tidak harus memiliki pendidikan tata boga. Bahkan banyak perusahaan yang membutuhkan juga menerima pencari dari semua jurusan dengan tingkat pendidikan minimal D3. Yang terpenting, kamu memang harus cinta dan berwawasan luas tentang dunia kuliner.

2. Jangan biarkan kamera DSLR milikmu nganggur. Manfaatkan saja untuk menimba jalanmu jadi food photographer

Food photographer punya sense yang baik dalam menata masakan. via 4.bp.blogspot.com

Tugas seorang food photographer adalah dapat merepresentasikan sajian yang menggoda dalam bentuk visual. Foto-foto yang dihasilkannya ini bisa untuk keperluan buku menu, iklan dan media promosi, sosial media, atau company profile.

Meski memotret adalah kegiatan yang menyenangkan, menjadi food photographer juga punya tantangan tersendiri. Bayangkan jika kamu harus memotret es krim! Oleh klien, kamu diharuskan mendapat citra es krim yang padat, sedikit “merekah”, dan menggoda. Lambat sedikit saja, es krim pun akan meleleh dan bisa-bisa orang yang melihat mengira itu adalah susu aneka rasa.

Seorang food photographer juga dituntut untuk memiliki sense yang baik dalam menata makanan. Untuk hal ini, dia harus bekerjasama dengan seorang food stylist. Namun apabila dituntut untuk bekerja sendiri, food photographer harus mengkondisikan agar makanan tersusun rapi, tidak kotor, dan tidak berantakan agar mampu menciptakan kesan berseni. Komposisi, filter, dan angle pun jadi teknis pemotretan yang tak boleh dilupakan.

Persyaratan yang umum dalam perekrutan fotografer makanan adalah:

  1. Kemampuan teknis memotret, yang meliputi keterampilan artistik yang kuat dan jelinya mata untuk mengatur dan membingkai makanan.
  2. Gelar khusus dalam bidang fotografi biasanya tidak diperlukan. Namun pelatihan-pelatihan lainnya dapat meningkatkan prospek kita untuk diterima
  3. Sebaik-baiknya hasil jepretanmu, eksekusinya akan sia-sia ketika pencetakannya kurang maksimal. Oleh karenanya, food photographer harus memiliki skill komputer yang meliputi editing foto, software, dan digital printing.
  4. Kemampuan interpersonal dan pengetahuan bisnis marketing merupakan persyaratan tambahan, yang perlu kamu cicil ilmunya dari sekarang.

Untuk menjadi fotografer makanan, kamu harus membangun portofolio yang baik. Semakin tinggi dan baik jam terbangmu, semakin memikat hasil jepretanmu.

3. Jika “menyayangi” makanan hingga ke detil-detilnya, pertimbangkanlah profesi penata makanan atau food stylist

Food stylist menata makanan agar tampak menggoda. via lh3.googleusercontent.com

Fotografer makanan dan food sylist (penata makanan) adalah dua orang yang harus selalu bekerja sama. Food stylist bertugas mencari perabot, memasak, hingga menata susunan makanan agar sempurna saat difoto. Setelah semua selesai, barulah food photographer bekerja.

Agensi iklan dan produsen makanan adalah beberapa pihak yang amat membutuhkan jasa food stylist. Bayangkan jika produsen makanan hanya memotret produknya tanpa konsep yang jelas. Meski begitu, baru sedikit saja orang-orang yang mampu melakukan pekerjaan food stylist secara profesional. Mungkin, inilah kesempatan kamu selanjutnya!

Tanggung jawab seorang penata makanan adalah:

  1. Melancarkan pemotretan makanan. Penata makanan telah mempersiapkan pekerjaannya jauh sebelum waktu pemotretan. Sebelum di studio, penata makanan membuat creative brief, menyiapkan resep, dan belanja makanan beserta perhiasannya.
  2. Ketika penata makanan tiba di studio, mereka menyiapkan makanan. Lalu dibuatlah set yang menarik sebelum fotografer menembak shoot demi shoot. Penata makanan juga turut mengkoordinasi besarnya pencahayaan yang baik.
  3. Akrab dengan pinset, jarum suntik, atau es kering. Properti yang nampak sepele seperti itu, justru punya fungsi besar agar makanan tetap rapi namun tak rusak.

Nah, apakah kamu tertarik dengan pekerjaan ini?

4. Bisa menulis dan percaya diri? Kenapa tak jadi food writer saja?

Jurnalis dan penulis kuliner, Nigella Lawson. via www.bety.cz

Sejauh ini, dikenal tiga macam food writer: jurnalis kuliner, penulis buku kuliner, dan food blogger. Beberapa orang yang memiliki wawasan luas tentang kuliner pun bisa menjadi lebih dari salah satu.

Sebutlah nama Odilia Winneke. Ia merupakan redaktur untuk kanal kuliner di sebuah website ternama. Tak hanya itu, ia telah meluncurkan beberapa buku bertema kuliner. “Kamus Lengkap Bumbu Indonesia”, “Seri Rahasia Dapur: Mengolah Ayam dan Bebek”, serta “Jalur Enak Serpong” seolah semakin memperlengkap khazanah kuliner nusantara.

Yang harus kamu ketahui tentang food writer:

  1. Kamu harus tahu bagaimana kritik dan meninjau makanan, baik itu makanan tradisional dan restoran, western atau eastern. Beberapa penulis makanan juga memiliki blog atau website sendiri sebagai portofolionya.
  2. Penulis makanan seringkali harus bepergian untuk mencari inspirasi dan bahan tulisan mereka. Bahkan untuk penulisan kuliner tradisional, tak jarang ada yang menemui tetua adat untuk mempelajari sejarah dan resep sebuah suku.
  3. Kamu pun wajib memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Soalnya, kamu tak jarang diharuskan mewawancarai narasumber untuk memperdalam karya.
  4. Pastikan juga tak hanya kamu yang bisa menggigit. Kalimat-kalimat yang kamu tulis pun, harus “menggigit”!

4. Food Buzzer: karena Twitter dan Instagram tak hanya untuk senang-senang

peran orang tua via www.huffingtonpost.com

Barangkali kamu sering melihat kawanmu yang memiliki banyak follower atau artis tertentu, mempromosikan sebuah tempat makan? Atau mungkin mempromosikan produk makanan yang beredar di pasaran? Bisa jadi mereka adalah food buzzer.

Saat ini, begitu banyak food buzzer yang dapat kita lihat di linimasa Twitter maupun Instagram kita. Berbekal follower yang banyak, mereka mencoba membuka peluang bagi calon pengiklan untuk dipromosikan. Sambil menunggu pengiklan, mereka selalu mem-posting hal-hal yang berkaitan tentang kuliner.

Bila serius menekuni karir yang satu ini, kamu harus:

  1. Mengisi akunmu dengan foto hasil jepretan sendiri, demi menjadikan akun terlihat lebih orisinil.
  2. Telaten menambahkan followermu secara terus menerus. Di samping itu, cara kamu menambah follower pun harus anggun dan tidak terkesan memaksa, apalagi spamming.
  3. Pertambah ilmu perkulineranmu agar dapat terus menyampaikan konten-konten berbau kuliner.
  4. Pelajari juga cara personal branding via sosial media yang baik, agar akunmu begitu memikat dan diingat ketika mencari referensi kuliner.

5. Sekarang ini, makin banyak orang yang jalan-jalan dalam tur kuliner. Kamu bisa jadi pemandu mereka!

Tur kuliner bersama ke Taiwan. via www.bakerymagazine.com

Profesi pemandu tur kuliner masih jarang dilirik oleh sebagian besar pelaku tour guiding. Bahkan kita mungkin mengernyitkan dahi saat membacanya, pertanda baru kali ini kita mendengar profesi ini.

Tapi jangan salah, profesi ini benar-benar ada lho. Di Vietnam misalnya, ada Street Eats Hanoi yang dapat kamu tilik aktivitasnya di @streeteatshanoi. Pendirinya adalah seorang pendatang Australia bernama Mark Lowerson dan foodblogger Vietnam bernama Van Cong Tu. Di Indonesia sendiri, tur kuliner pernah dijalankan oleh komunitas Jalansutra dan Hungerranger.

Jangan salah! Meski jarang dilirik, tapi bila ditekuni secara serius akan mendatangkan hasil yang lumayan. Street Eats Hanoi sendiri sempat kedapatan wisatawan dari Dublin, San Francisco, hingga Makassar.

Yang perlu dikuasai oleh pemandu tur kuliner:

  1. Pastinya, wawasan luas akan daerah yang kamu jelajahi. Jangan sampai kamu nyasar ketika sedang memandu.
  2. Tak sekedar mencicipi, melihat proses pengolahan di dapur begitu menarik untuk wisatawan. Pastikan juga kamu memiliki akses atau ijin ke setiap tempat kulinernya.
  3. Membaca buku dan browsing juga penting. Khazanahmu tentang sejarah perkuliner pun akan mengisi tur dengan lebih atraktif.

6. Sembari membangun koneksi dan memperluas wawasan tentang makanan, peganglah cita-citamu menjadi presenter acara kuliner

Pak Bondan dan mak nyus-nya. via www.wowkeren.com

Siapa yang tak kenal Pak Bondan Winarno? Bapak yang dikenal dengan jargon “mak nyus” ini, pada awalnya memiliki karir sebagai redaktur ahli di sebuah majalah marketing. Kecintaannya pada dunia kuliner lah yang membawa beliau terpilih sebagai presenter acara kuliner. Tak sekedar cinta, wawasan Pak Bondan akan kuliner pun sangat mumpuni. Hal ini terlihat ketika beliau menjabarkan cita rasa masakan yang dicicipinya.

Menjadi presenter acara kuliner sebenarnya gampang-gampang susah. Di samping memiliki pengetahuan luas akan masakan, cara pengolahan, dan aneka bumbu, penampilan menarik juga masih menjadi modal untuk media audio visual sekelas TV. Meski begitu, bukan berarti kamu tidak bisa memperbaiki diri kan?

Biasanya, menjadi presenter acara kuliner itu:

  1. Kalau menilik enaknya, kamu pun punya kesempatan besar untuk jalan-jalan ke sejumlah daerah kunjungan kulinermu. Akan tetapi kamu harus dapat memastikan bahwa kamu memiliki fisik yang kuat untuk terus bepergian.
  2. Diharuskan mencicipi aneka makanan, sebisa mungkin kamu tak memiliki banyak pantangan dalam hal makanan.
  3. Berpenampilan menarik, rapi, dan menjaga attitude karena kamu ditonton oleh banyak orang.
  4. Wawasan akan makanan, yang akan membuatmu cas-cis-cus berbicara di depan kamera.

7. Profesi food tester tak boleh kamu anggap sebelah mata. Jika ada makanan yang selama ini paling kamu suka, itu karena sudah lebih dulu diuji oleh mereka!

Food tester via www.timesofisrael.com

Food tester adalah orang yang begitu berperan dalam kualitas masakan. Sebelum sebuah masakan disajikan kepada penikmatnya, food tester akan terlebih dahulu mencicipi masakan tersebut. Tak sekedar soal rasa, seorang food tester juga harus memahami apakah makanan itu aman dikonsumsi atau tidak. Termasuk apakah makanan tersebut mengandung racun atau tidak.

Bekerja menjadi food tester sesungguhnya membanggakan. Sebab fungsi food tester sangat diperlukan saat perjamuan dengan orang-orang penting, seperti raja atau presiden.

Yang harus diketahui olehmu sebagai seorang food tester:

  1. Bukan hanya soal rasa, kamu juga harus tahu soal nutrisi yang terkandung dalam makanan.
  2. Kamu pun tidak boleh asal meloloskan makanan. Jika makanan itu untuk orang penting, kamu harus mampu menyesuaikan cocok-tidaknya makanan dengan tamu penting itu. Misalnya, mungkin saja, ‘kan, tamu tersebut punya alergi makanan tertentu?
  3. Kamu pun harus pintar-pintar mendeteksi racun, makanan yang kadaluwarsa, dan bau-bauan yang kurang nyaman. Artinya, hey, kamu harus mau “bertemu” dengan makanan-makanan yang tidak layak dan membuangnya!

Jadi, profesi mana saja yang sekarang jadi cita-citamu, hei para pelahap maut? Jika kamu tertarik mengembangkannya sebagai mata pencaharianmu, mulailah membuat portofolio dan pertambah ilmumu. Selamat mencoba!