“Mbak, kamu kuliah jurusan apa?”

“Sastra, Tante..”

“Oo, nanti kalau sudah lulus jadi sastrawan, ya?”

“……????”

Kuliah di jurusan Sastra memang nggak jarang dipandang sebelah mata. Misalnya dianggap sebagai jurusan kelas dua yang nggak lebih bergengsi jika dibandingkan dengan disiplin ilmu lain seperti Kedokteran atau Teknik yang dianggap lebih jelas manfaat praktisnya. Banyak orang mengira, lulusan Sastra kelak bakal menjadi sastrawan. Sama seperti lulusan jurusan Teknik yang kelak menjadi teknisi. Padahal kamu sendiri pun belum paham bagaimana pekerjaan nyata seorang sastrawan.

Tapi, jangan salah. Kuliah di jurusan Sastra ternyata memiliki peluang kerja potensial yang nggak kalah luas dan menarik, terlebih bagi yang mendalami bahasa asing. Jadi, sebelum kamu menolak atau menyesali kuliah di jurusan Sastra, simak dulu deh, 10 peluang karier lulusan Sastra yang mungkin nggak terbayang olehmu sebelumnya.

1. Terutama kamu yang berasal dari jurusan Sastra asing, bekerja sebagai seorang diplomat menantimu di depan sana!

diplomat via www.younglead.eu

Diplomat merupakan salah satu posisi yang bergengsi, di mana tenaga-tenaga di dalamnya membutuhkan orang-orang yang jago dalam berbahasa asing. Nggak hanya diisi oleh para lulusan Hubungan Internasional dan Komunikasi saja, kamu yang berasal dari jurusan Sastra pun bisa, khususnya Sastra asing.

Advertisement

Meski nggak mudah, salah satu hal yang membuat lulusan Sastra unggul adalah kemampuan bahasanya. Selain itu, anak Sastra juga unggul dalam pemahaman terhadap budaya, seni, sejarah, sosial, hingga politik luar negeri, yang semuanya adalah modal penting untuk bekerja sebagai diplomat.

Sekarang kamu sudah PD, dong?

2. Karena mahasiswa Sastra dituntut untuk menguasai bahasa asing dan bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan, maka lulusan Sastra cocok banget jadi penerjemah atau interpreter

interpreter via int.datahubboston.com

Menjadi seorang penerjemah bukanlah pekerjaan yang mudah, tapi juga bukan pekerjaan yang murah. Menerjemahkan bukan sekadar menyalin-tempel teks ke Google translate, seorang penerjemah juga harus memahami dengan baik tentang topik dari naskah yang ia kerjakan meskipun di luar latar belakang disiplin ilmu yang ia tekuni di bangku kuliah. Makanya, orang yang bekerja di profesi ini harus senang belajar hal-hal baru dan punya wawasan luas.

Misalnya, naskah di bidang medis-kedokteran, teknik, hukum dan lain sebagainya punya istilah khusus yang nggak boleh diterjemahkan secara sembarangan.

Nah, bagimu yang berminat menjadi interpreter alias penerjemah lisan, kamu bisa bekerja sebagai tour guide di tempat-tempat pariwisata, penafsir wawancara atau pidato, bahkan penafsir percakapan orang-orang penting di panggung politik. Keren, ‘kan?

3. Peluang kerja lulusan Sastra untuk bekerja di perusahaan asing yang sesuai jurusannya sangat bagus. Kamu jurusan Sastra Jepang? Masa depanmu cerah!

perusahaan multinasional via www.businesswire.com

Perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang melibatkan pihak-pihak skala internasional. Semakin tahun, jumlah perusahaan multinasional di Indonesia semakin menjamur. Perusahaan-perusahaan ini membutuhkan orang-orang yang cakap berbahasa asing sesuai basisnya untuk mampu diajak bekerja bersama. Contoh, perusahaan industri dari Jepang membutuhkan orang yang mahir berbahasa Jepang untuk direkrut menjadi marketing. Kamu adalah orang yang cocok untuk pekerjaan ini!

Namun, disarankan kamu juga cakap berbahasa Inggris yang baik pula, karena apapun posisi pekerjaan dalam perusahaan, terutama perusahaan asing, akan tetap membutuhkan kemampuan berbahasa Inggris yang baik sebagai jembatan utama dalam komunikasi antar-bangsa.

4. Sebagai mahasiswa Sastra yang telah terbiasa dengan membaca beragam tulisan atau karya, editor merupakan salah satu pilihan pekerjaan yang prospektif sekaligus menyenangkan

Industri-industri media maupun penerbit tentu membutuhkan editor atau penyunting bahasa yang kompeten. Nah, ini adalah peluang buatmu para pejuang Sastra Indonesia.  Menjadi seorang editor bukan hanya urusan memperbaiki tata bahasa dan ejaan-ejaan yang keliru saja, tapi juga soal memperbaiki dan mengkritisi konten atau isi tulisan.

Terlebih lagi, sekarang ini banyak sekali naskah saduran atau terjemahan dari penulis-penulis mancanegara yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Apalagi buku atau novel dari luar yang bahasa aslinya Inggris. Saduran-saduran semacam ini perlu campur tangan darimu yang berkompeten di bidangnya.

5. Barangkali kamu punya passion tinggi dalam dunia sastra dan tulis-menulis, nggak ada salahnya menjadi seorang penulis, ‘kan?

penulis via www.wittyfeed.com

Ini dia, para lulusan Sastra yang “nyastra” banget biasanya akan menjadi penulis buku, entah itu penulis novel fiksi, kumpulan puisi, atau memoir. Sastrawan dan maestro puisi Indonesia ternama, banyak yang berasal dari jurusan Sastra.

Bukan hanya novel atau cerita pendek, pekerjaan menjadi penulis skenario juga salah satu peluang yang bisa dicoba jika kamu punya passion mengarang dan berimajinasi. Apalagi industri hiburan kini semakin bertambah. Dalam dunia film, pembuatan sinetron, acara-acara drama televisi, penulis cerita atau skenario tentu sangat dibutuhkan.

6. Meski nggak banyak, bekerja di lembaga budaya bisa menjadi alternatif profesi yang sesuai dengan jurusan dan mengamalkan ilmu sastramu selama di bangku kuliah

lembaga budaya via radioaustralia.net.au

Jumlah lembaga budaya memang nggak sebanyak perusahaan penerbitan atau media yang memberimu peluang. Tetapi, lembaga budaya adalah salah satu tempat yang bisa dicoba oleh para lulusan Sastra. Apapun jurusan sastranya atau apapun bahasa yang dipelajari selama kuliah, sebagai orang yang kuliah di jurusan yang bernaung di bawah Fakultas Ilmu Budaya, kamu tentu memiliki pemahaman mengenai budaya yang nggak sempit, dong?

Lembaga internasional pun banyak macamnya. Mereka bergerak di banyak bidang yang sangat beragam. Sebut saja, World Wide Fund for Nature atau WWF, organisasi non pemerintah internasional yang menangani masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan. Banyak pula lembaga internasional yang bergerak di bidang sosial-edukasi, seperti Japan Foundation dan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF). Kamu pilih yang mana?

7. Sudah pernah dengar leksikografer? Juga cocok nih buatmu yang suka dengan dunia tulis-menulis

leksikografer via www.freep.com

Leksikografer bekerja dengan menulis, mengkompilasi dan mengedit kamus baik dalam bentuk cetak maupun yang dipublikasikan secara online. Jenis-jenis kamus yang biasa dikerjakan adalah kamus bahasa Inggris untuk penutur asli, kamus bahasa Inggris untuk pelajar, kamus bahasa Inggris teknis (misalnya untuk istilah-istilah hukum) serta kamus bilingual. Mereka mencari arti dan penggunaan kata-kata serta menyusun definisinya dengan cara yang terstruktur. Leksikografer juga harus mempertimbangkan kesulitan peserta didik dalam mempelajari istilah-istilah bahasa Inggris dengan mengedit, mengoreksi dan memeriksanya secara teliti.

Nah, jika kamu tertarik untuk menjalani pekerjaan yang berhubungan dengan penyusunan kamus, leksikografer cocok untukmu.

8. Jangan remehkan dulu profesi pengajar, selain mahal ilmunya, pengajar adalah modal berharga untuk kariermu ke depannya

Menjadi pengajar, baik guru di bimbingan belajar, lembaga kursus, atau sekolah-sekolah adalah salah satu peluang karier yang bisa kamu raih. Atau, jika kamu lulusan magister atau doktor, tentu terbuka peluang menjadi pengajar di jenjang yang lebih tinggi, yakni menjadi dosen alias pengajar di universitas atau perguruan tinggi.

Jika kamu lulusan Sastra Indonesia dan memiliki minat mengajar, kamu bisa menjadi pengajar atau tutor bahasa Indonesia untuk para penutur asing yang sedang belajar bahasa Indonesia. Setidaknya, mampu bergaul dengan orang-orang lintas bahasa dan budaya menjadi sebuah modal berharga untuk masa depanmu.

Jadi gimana, ada yang tertarik masuk program studi Sastra? Atau nyesel karena terlanjur nolak anak Sastra? Silakan tulis di kolom komentar, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya