Tanpa terasa sekarang udah tahun 2015 aja. Bagaimana rencana 2014 kamu, apakah sudah terpenuhi semua? Pastinya belum, ya. Atau rencana tinggal jadi wacana belaka? Wajar banget kalau gak semua rencanamu tahun lalu bisa tercapai dalam 365 hari jika cara kamu mengeksekusi rencana masih diiringi oleh rasa segan, malas dan sering ditunda-tunda. Baik itu perihal kuliah, karir maupun bisnis, semuanya gak akan berjalan lancar kalau kamu masih menerapkan pola kerja malas-malasan.

Nah, mumpung aroma tahun baru masih segar-segarnya kini saatnya kamu membuka lembar baru, a clean slate. Di artikel ini terdapat detil-detil kecil yang punya pengaruh besar bagi kesuksesan namun sayangnya selalu kamu lupakan setahun belakangan ini. Bagi kamu yang mencoba menyelesaikan kuliah, meniti karir atau berencana memulai bisnis di 2015, ingatlah hal-hal berikut:

1. Mau lebih sering olahraga di 2015? Yang penting memang niatnya, tapi niat aja nggak cukup. Bikin juga rencana terpadu untuk kebugaran tubuhmu.

Untuk badan dan pikiran yang bugar via www.yogicphotos.com

Para pengusaha pusat kebugaran punya kesimpulan khusus buat kamu yang gak konsisten olahraga: “Di awal tahun gym di mana-mana pasti ramai, gara-gara terpacu oleh resolusi tahun baru.” Ya, hampir dalam tiap resolusi tahun baru semua orang berniat untuk hidup lebih sehat dengan rajin berolahraga. Sayangnya seiiring hari berlalu dan bulan berganti, niat hanya tinggal niat.

Tanpa rencana, resolusi tahun baru untuk turunin berat badan 10 kg dan sebagainya gak akan tercapai. Jika berniat berolahraga dua kali dalam seminggu kamu harus menentukan kapan harinya, jam berapa dan berapa lamu kamu berolahraga. Lalu paksakan dirimu untuk disiplin pada rencana tersebut. Ada banyak pengaruh yang diberikan olahraga pada tingkat produktivitas sehari-hari, kamu jadi lebih berenergi, berpikir lebih jernih, tampang lebih segar dan akhirnya bisa beraktivitas lebih baik.

2. Demi sudut pandang baru dan wawasan yang luas, berjanjilah pada diri sendiri untuk lebih banyak membaca.

Advertisement

Membaca di mana aja via undergroundnewyorkpubliclibrary.com

Bagaimana mau beres skripsi kalau kamu masih malas membaca buku? Dengarkan semua teori yang disampaikan dosen di ruang kelas, lalu temukan buku yang membahas teori tersebut. Semakin banyak kamu tahu, semakin ‘berisi’ karya tulis kamu. Di tahun 2015 berjanjilah pada diri sendiri untuk membaca lebih banyak buku, mau itu novel, biografi, buku teks atau bahan bacaan lain yang bisa bermanfaat bagi kamu. Anggaplah seakan-akan kamu punya hutag pada diri sendiri untuk menambah pengetahuan dan menambah perspektif baru.

Camkan slogan Leaders are Readers. Membaca buku fiksi dan non-fiksi akan menstimulasi otak kamu dan memberi kamu ide-ide segar untuk dilaksanakan pada 2015. Mulailah untuk terbiasa membaca sesuatu yang inspiratif dan memotivasi setidaknya 10 halaman tiap pagi, bacaan seperti ini bisa juga kamu temukan secara online (buka Hipwee tiap pagi misalnya). Membaca tiap pagi adalah awal yang baik. Setelah ketagihan cari, beli, atau pinjam 2 hingga 3 buku untuk dibaca tiap hari. Kamu gak musti baca berurutan dari awal hingga akhir untuk buku non-fiksi, sesekali mulailah membaca dari tengah. Kamu gak akan pernah tahu akan menemukan apa di sana?

3. Tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Kita sudah tambah tua, sudah mulai nggak bisa tidur sembarangan.

Akibat tidur cukup via forevertwentysomethings.com

Kapan terakhir kali kamu bangun sebelum jam 6 pagi? Jangan bilang waktu kamu diharuskan ikut upacara bendera waktu sekolah. Dengan aktivitas sehari-hari yang menumpuk sebagai alasan, kita emang jarang mendapatkan tidur yang cukup secara teratur. Pulang terlalu malam lalu ditambah begadang, tidur 8 jam per malam adalah sebuah kemewahan bagi kamu yang punya jadwal padat.

Padahal beberapa penelitian telah menemukan bahwa tidur yang cukup adalah salah satu unsur dasar untuk meraih kesuksesan setiap hari. Di pagi 2015 yang masih segar ini, cobalah untuk mendapat tidur yang cukup. Usahakan untuk tidak begadang dan biasakan bangun lebih pagi. Alasannya mudah saja, bangun lebih pagi berarti kamu bisa melakukan lebih banyak hal alias lebih produktif. Gak sulit kok untuk bangun lebih pagi, temukan kiat-kiatnya di sini.

4. Apa kabar usaha mencari kerja? Review, update, dan edit CV kamu setidaknya tiga bulan sekali

Update CV via thedsgnblog.com

CV bukan mainan bagi mereka yang udah punya karir aja. Kamu yang masih berjuang lulus dari universitas dan belum punya ijazah pun wajib punya CV. Saatnya bongkar berkas-berkas kamu dan temukan CV yang udah lama gak kamu update. Kalau belum punya CV, bikin sekarang juga dengan panduan yang telah Hipwee beri sebelumnya. Jika CV kamu berantakan dan terlalu banyak, ada baiknya kamu padatkan lagi dengan menghapus yang gak perlu. CV yang baik adalah yang gak lebih dari 2 halaman karena mereka yang membaca gak punya waktu seharian buat CV kamu doang.

Hindari kesalahan-kesalahan fatal yang sering dilakukan orang saat menulis CV seperti, menggunakan alamat email Al4iy, memasukkan pengalaman kerja yang gak penting dan (amit-amit jabang bayi) berisi data palsu atau kebohongan. Jangan ragu untuk membuat email yang kreatif dan stand out apalagi bagi kamu yang niat berkecimpung di industri kreatif.

5. Matikan ponsel selama dua jam, setidaknya dua kali sehari saat kamu mengerjakan tugas

Ponselnya matiin dulu ya via tumblr.unsplash.com

Ponsel, terutama smartphone, adalah alat pendistraksi terbesar saat bekerja. Sedikit saja layar ponselmu berkedip, konsentrasi kamu langsung buyar karena penasaran perihal apa gerangan yang nongol di sana. Mending kalau pesan atau telepon penting, tapi kalau cuma notifikasi gak penting dari media sosial ‘kan udah buang waktu banget.

Makanya demi produktivitas yang maksimal, matikan ponsel pintar kamu selama dua jam ketika kamu lagi semangat-semangatnya kerja. Puncak produktivitas biasanya terjadi di pagi hari saat kamu baru mulai bekerja dan setelah makan siang. Dalam kesempatan itu cuekin aja ponselmu dan terus lakukan apa yang lagi kamu lakukan untah itu menulis skripsi, membaca, mendesain atau kegiatan produktif lainnya. Gangguan yang minim secara signifikan bakal meningkatkan fokus dan produktivitas kamu.

6. Berniat merintis sebuah usaha? Sebelum terjun dan kecemplung, temukan dulu mentor yang bisa dijadikan role model

Bagi kamu yang berniat memulai bisnis tahun ini ada baiknya kalau kamu menemukan dulu mentor, seseorang yang senior dan berpengalaman di dunia usah, untuk dijadikan panutan. Mentor bisa saja teman kamu yang lebih dulu sukses membuka bisnis atau orang yang belum kamu kenal secara dekat namun sudah terkenal atas kesuksesannya. Jadwalkan waktu untuk janjian bertemu dan berbincang dengan mentormu, sampaikan bagaimana kesuksesan mereka membuat kamu termotivasi untuk sukses pula. Mentor memiliki nasihat yang berharga untuk mencapai kesuksesan lebih cepat dari yang kamu bayangkan.

7. Setelah benar-benar siap berbisnis, temukan rekan yang bisa dipercaya. Jangan langsung bilang ‘iya’ hanya karena orang itu teman atau keluarga.

Partner in crime via thestartupkids.tumblr.com

Sebagai pemula, wajar jika kamu punya rasa takut saat terjun ke dunia usaha. Di saat seperti itulah kamu membutuhkan partner yang bisa dipercaya dan paham soal bidangnya. Andai kata kamu seorang fashion designer yang gak tahu menahu soal penjualan dan pemasaran, maka temukan rekanan yang bisa memasarkan baju-baju hasil karyamu.

Teman, pacar atau keluarga mungkin bisa memberimu semangat untuk maju, namun partner tahu apa yang harus dilakukan agar bisnis kalian benar-benar maju. Dia akan selalu mengingatkanmu soal target dan visi. Tugas rekan kerja ini pada dasarnya adalah membuat kamu mengeluarkan kemampuan terbaik untuk menjadi sukses.

8. Dan di tahun 2015 ini, jadilah manusia yang lebih banyak berterima kasih. Bukan hanya di dalam hati saja. Tapi juga di bibir, dan bahkan tulisan.

Terima kasih untuk… via imgkid.com

Selain minta maaf, berterimakasih adalah hal terpuji yang bisa kamu berikan secara cuma-cuma. Ucapan sesederhana “Terima kasih” akan membuat kamu dihargai orang lain karena mereka merasa dihargai atas jasanya. Bayangkan kalau kamu rajin-rajin bersyukur pada orang-orang yang selalu membantu dan berjasa untuk kebaikanmu tiap hari, berapa banyak respek yang kamu terima sebagai imbalannya?

Mulai tahun ini jadilah orang yang lebih banyak berterimakasih gak hanya di bibir saja, namun melalui tulisan. Iya hanya tulisan, gak perlu bingkisan atau parsel. Tuliskan kartu atau email personal pada orang yang membantu kamu menyelesaikan skripsi (baca: dosen pembimbing), memberimu wawancara kerja atau yang memberi kamu nasihat. Lakukan secara rutin sesering mungkin. Mungkin mulai dari sebulan sekali, lalu meningkat seminggu sekali dan akhirnya setiap hari. Gak sulit kan berterimakasih?

Membuat perubahan secara tiba-tiba memang sulit, namun tanpa perubahan hidup kamu bakal gitu-gitu aja. Manfaatkan semangat tahun baru untuk melakukan perubahan secara perlahan dan konsisten. Salam sukses!