Hati den kanai kabaa juo, kabaa juo Hati den kanai kabaa juo,

kabaa juo Indak dapek musim manyiang,

yo tuan oi Musim manuai den nanti juo,

den nanti juo Musim manuai den nanti juo,

den nanti juo

Mudiak Arau Ria Amelia

Seperti halnya dengan orang Jawa, tak sulit menemukan orang Minang di seantero nusantara. Di mana-mana ada orang Minang, entah membuka usaha atau menuntut ilmu. Hebatnya lagi mereka nggak hanya sekadar merantau aja, tapi juga banyak dari mereka yang menorehkan prestasi. Dari jadi pengusaha kuliner yang sukses hingga menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya.

Kesuksesan orang Minang di ranah rantau ternyata tak begitu saja datang dari langit. Kegigihan dan prinsip hidup yang mereka pegang teguh, menjadi bekal bagi mereka untuk memulai langkah mencapai puncak sukses. Karenanya, kali ini Hipwee mencoba merangkumkan prinsip hidup orang Minang yang membuat mereka sukses di perantauan.

1. Alam takambang jadi guru. Orang Minang percaya bahwa alam dan pengalaman adalah guru terbaik. Meski tak menimba ilmu hingga ke perguruan tinggi, mereka tetap bisa mereguk manisnya kesuksesan

Pepatah ini mengajarkan pada kita bahwa ilmu tak melulu didapatkan dari bangku kuliah. Bahwa pelajaran tentang kehidupan bisa diperoleh dari alam dan pengalaman. Tak ayal jika banyak pengusaha yang sukses meski tidak pernah mengecap pendidikan tinggi. Salah satu contohnya adalah Basrizal Koto, konglomerat asal Minang yang punya belasan perusahaan dari berbagai bidang, dari mulai pertambangan, media, hingga perhotelan. Mungkin Basko, panggilan akrab Basrizal, hanya mampu menuntut ilmu hingga jenjang sekolah dasar lantaran keterbatasan ekonomi, tapi itu tak lantas menghentikan langkahnya untuk terus belajar. Terbukti, dia begitu gigih memperjuangkan mimpinya untuk menjadi orang sukses seperti sekarang.

2. Adat Basandi Syarak, syarak basandi kitabullah. Pepatah yang mengajarkan untuk selalu jujur dan mengedepankan kualitas. Nggak heran kalau orang Minang mudah sukses dalam berbisnis

Advertisement

Banyak restoran Padang yang bertahan hingga puluhan tahun via travel.kompas.com

Orang Minang dikenal sebagai muslim yang religius. Peraturan adat mereka pun berpijak dari kitab Allah Al Quran. Karenanya orang Minang meyakini bahwa untuk mencapai kesuksesan, seseorang tak hanya harus keras berupaya tapi juga taat menjalani perintah agama. Begitu pun dalam hal menjalani bisnis, siapa yang menerapkan kejujuran dan menjujung tinggi kualitas, maka akan mudah meraih kesuksesan.

Kamu bisa melihat contohnya dari rumah makan Padang yang tersebar di seantero nusantara. Kejujuran, kedisiplinan, dan kualitas makanan yang juara menjadi kunci kesuksesan rumah makan Padang. Nggak heran kalau banyak rumah makan Padang yang bisa bertahan hingga puluhan tahun lamanya. Bahkan masih eksis sampai sekarang. Wah, patut untuk ditiru nih, guys.

3. Dima Bumi Dipijak Disinan Langik Dijunjuang. Kemampuan beradaptasi orang Minang yang jempolan, memudahkan mereka dalam luwes bergaul di ranah rantau

Mahasiswa Minang via sahabatjengkoll.blogspot.com

Meski masih menjalin silaturahmi yang erat dengan sesamanya, orang Minang tetap menjalin persahabatan dengan kawan-kawan dari daerah lain. Yup, kemampuan beradaptasi orang Minang memang jempolan. Kemana pun mereka merantau, mereka selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Menghargai dan bahkan mencoba menyelami budaya ranah rantau.

Misalnya saja mahasiswa Minang yang menuntut ilmu di Bandung, mereka tak segan untuk belajar bahasa Sunda dan menerapkannya dalam pergaulan sehari-hari. Tak hanya itu, contoh lainnya adalah para pengusaha rumah makan Padang yang membuka usaha di perantauan selalu berusaha menyesuaikan racikan masakan Padang mereka dengan selera penduduk daerah tersebut. Layak banget untuk ditiru guys.

4. Baraja ka Nan Manang, Mancontoh Ka Nan Sudah, bermakna jadikan mereka yang sukses sebagai panutan dan memetik hikmah dari setiap kegagalan

Mereka dididik menjadi pribadi yang tangguh via sumbar.co

Sedari kecil, orang Minang sudah dididik untuk menjadi pribadi yang tangguh dan berani menghadapi tantangan. Mereka juga diajari untuk tidak ciut nyali ketika mengalami kegagalan karena selalu ada hikmah di baliknya. Maka dari itu kegagalan bukan dianggap sebagai momok, yang seringkali menghalangi orang untuk mencoba hal-hal baru. Padahal di tanah rantau, keberanian mencoba hal-hal baru adalah modal utama untuk bisa berhasil bertahan hidup. Adapun kisah sukses dari orang terdahulu, mereka jadikan panutan. Mereka nggak gengsi untuk terus belajar dan berguru dari orang sukses.

5. Indak Ado Rotan Aka Pun Jadi, Indak Kayu Janjang Dikapiang. Orang Minang selalu jeli dalam memanfaatkan peluang. Nggak heran kalau anak mudanya pun aktif berkarya di ranah rantau

Tulus, penyanyi muda berbakat berdarah Minangkabau via rollingstone.co.id

Kesempatan menuntut ilmu di ranah rantau dimanfaatkan dengan baik oleh para mahasiswa Minang. Sebisa mungkin mereka tak hanya sekadar menuntut ilmu di bangku kuliah, tapi juga menorehkan prestasi. Tak hanya prestasi di bidang akademis, tapi juga di bidang lainnya.

Salah satu anak muda berdarah Minang yang sukses berkarya di perantauan adalah Tulus. Yup, penyanyi berdarah Minangkabau kelahiran Bukittinggi ini sudah mulai menyeriusi karirnya di bidang musik dari sejak menjadi mahasiswa di Bandung. Saat ini, Tulus masuk dalam daftar penyanyi muda berbakat tanah air yang karyanya selalu dinanti.

6. Takuruang Nak Dilua, Tahimpik Nak Diateh, bahwa kegagalan bisa kamu jadikan peluang. Ini mungkin yang menempa anak muda Minang untuk nggak pengecut menghadapi kegagalan

Faldo Maldini, anak muda Minang ketua PPI UK via olret.com

Bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya disadari betul oleh orang Minang. Termasuk anak mudanya. Jadi, ketika mereka baru pertama kali menjajal bisnis dan mengalami kerugian, tak serta merta memundurkan langkah mereka untuk melanjutkan perjuangan menuju kesuksesan. Nggak hanya dalam bidang bisnis aja, dalam hal organisasi dan akademis pun anak muda Minang kerap menorehkan prestasi. Tak ayal, banyak dari mereka yang didapuk menjadi ketua dari organisasi, salah satunya Faldo Maldini, yang menjabat sebagai ketua PPI UK.

7. Pintar mengatur keuangan membuat orang Minang bertahan di perantauan

Orang Minang pintar mengelola keuangan. via veryfund.co

Mungkin sebagian kamu banyak yang berpendapat bahwa orang Minang itu pelit. Agaknya kamu perlu meluruskan persepsimu satu ini. Mungkin bukan pelit guys, tapi lebih kepada perhitungan. Yup, untuk urusan pengeluaran orang Minang tergolong jeli dan lebih mengutamakan prioritas. Mereka enggan membeli sesuatu yang nggak berfaedah. Ini juga bagian dari cara mereka menghargai jerih payah mereka dalam mencari nafkah.

8. Meski menetap di ranah rantau, kebanyakan orang Minang tetap aktif melestarikan budaya Minangkabau. Misalnya mahasiswa yang turut aktif berkesenian di UKM Minangkabau di kampus mereka

Mereka kerap menampilkan pentas seni di tanah rantau. via alfernado.wordpress.com

Buat kamu yang masih mahasiswa, mungkin sering iri dengan himpunan mahasiswa Minang yang begitu solid dan rutin mengadakan event. Meski mereka merantau jauh dari tanah kelahirannya, mereka tetap setia melestarikan budaya mereka. Salah satunya dengan mengadakan pementasan seni Minangkabau di kampus mereka. Ibaratnya mereka menjadi duta budaya Minangkabau di tanah rantau. Wah, salut deh sama mahasiswa Minang.

Dengan prinsip-prinsip di atas, nggak heran deh orang Minang, terutama anak mudanya bisa sukses menaklukan tanah rantau. Buat kamu yang bukan orang Minang sekalipun, prinsip hidup mereka ini layak banget untuk kamu terapkan.