Mahasiswa. Setiap bulan menggantungkan hidup dari uang yang di transfer orang tua dari kampung halaman, dan jika beruntung, dapat uang ekstra dari hasil kerja paruh waktu atau lepas. Meski bisa dibilang kamu udah punya pemasukan (baca: kiriman) rutin tiap bulan, masih banyak aja mahasiswa yang merasa besar pasak daripada tiang. Aneh, padahal kamu belum punya tanggungan yang banyak seperti anak dan istri, kamu juga gak punya kewajiban membayar macam-macam tagihan (paling banter tagihan kos), iuran dan uang buku sudah dibayar terpisah oleh ortu tapi masih aja saldo kamu empot-empotan sebelum akhir bulan.

Sebenarnya yang terjadi bukanlah orang tuamu terlalu pelit. Mungkin kamu saja yang kurang teliti saat mengeluarkan uang. Nah, jika kamu masih sering besar pasak daripada tiang, di bawah ini adalah beberapa alasannya:

1. Kamu sudah membuat anggaran pengeluaran maksimal, tapi anggaran itu nggak realistis

Makan yang realistis dong via lifestyle.kompasiana.com

Enak banget kalau bisa makan enak plus minuman dengan mengeluarkan uang Rp. 5,000 saja, dan nikmat banget kalau bensin kendaraan kamu bisa terisi sendiri tiap pagi. Tapi nyatanya, hidup gak semudah itu akhir-akhir ini. Jangan selalu menganggap kalau makan kenyang bisa didapat dengan 5 ribu perak, padahal nyatanya kamu harus membayar 10-15 ribu tiap kali makan. Jangan lupa untuk memasukkan biaya isi BBM ke dalam salah satu pos pengeluaranmu tiap bulan.

Untuk itu kamu harus realistis dan berani meng-update pengetahuanmu soal biaya hidup tahun ini. Jangan dasarkan anggaranmu pada biaya hidup 2 tahun yang lalu. Cek saldo dan pengeluaran kamu bulan lalu, andaikata kamu menghabiskan Rp. 1 juta untuk makan, maka berusahalah untuk menyesuaikan pengeluaran lain berdasarkan pengeluaran untuk urusan perut tersebut. Jika dipandang gak bakal cukup, berarti bujet untuk makan harus diperketat. Cari sarapan yang lebih murah, atau kurangi porsi saat makan malam.

2. Pos-pos pengeluaran yang kamu hitung hanya makan, bensin, dan sewa kos. Padahal, kamu juga mengeluarkan ratusan ribu untuk pulsa, laundry, belanja, dan pacaran.

Advertisement

Iuran futsal udah dihitung belum? via riyankribo.wordpress.com

Tugasmu sebenarnya cukup mudah, yaitu mengatur pengeluaran tanpa mesti memikirkan pemasukan. Toh pemasukanmu sudah pasti bakal datang tiap bulan pada tanggal tertentu. Nah, dalam mengatur keuangan kamu harus jujur pada diri sendiri. Sebagai bagian dari generasi Y, hidup gak selamanya soal makan, kos, dan bensin doang ‘kan? Wajar banget kalau kamu mengeluarkan uang untuk urusan pulsa, internet, belanja, laundry, nongkrong, dan pacaran. Kamu sering lupa kalau udah mengeluarkan sekian ratus ribu untuk internet dan pulsa, padahal angka sebesar itu juga punya dampak bagi keuangan bulanan.

Bagaimana dengan biaya servis kendaraan, ngopi-ngopi bareng besties, nonton sama gebetan dan mentraktir ketika merayakan sesuatu? Semua pengeluaran sedetil bayar parkir per hari juga harus kamu perhatikan. Lihat di mana pengeluaran yang gak wajar jumlahnya, kurangi atau alihkan dari pos pengeluaran lain. Kuncinya adalah detil.

3. Kamu tidak telaten menyimpan struk di dompet, dan terlalu malas untuk mengunduh aplikasi dompet digital

Abis makan struknya dihitung via www.got-blogger.com

Kalau kamu sering merasa “Kok uangku tiba-tiba tinggal dikit ya, padahal masih di awal bulan? Kemana aja perginya?” berarti kamu gak pernah men-tracking pengeluaran kamu. Kamu bisa aja bikin anggaran yang detil dalam buku catatan, namun bila buku tersebut hanya kamu buka di awal dan akhir bulan berarti kamu belum sepenuhnya mengikuti aliran uangmu. Mulai sekarang selalu simpan struk dan nota yang kamu peroleh dari toko, jangan dibuang sebelumkamu memeriksanya dan mencatatnya.

Jika kamu membatasi 150 ribu untuk bensin motor tiap bulan, maka kamu harus mencatat berapa liter dan rupiah yang kamu keluarkan tiap kali pergi ke SPBU, bukan diterka-terka pada akhir bulan. Memang terdengar ribet, namun dengan cara ini kamu bisa menemukan di mana kebocoran besar terjadi. Kalau kamu ingin keuangan yang anti-jebol pastikan kamu membuka buku anggaran kamu tiap hari. Agar lebih praktis gunakan aplikasi dompet digital yang ada pada smartphone kamu.

4. Penyebab utama mengapa keuanganmu jebol adalah: kamu terlalu mudah menyerah pada godaan mencari hiburan yang terkutuk

Irit BBM, naik sepeda via ardhyaskamy.blogspot.com

Besar pasak daripada tiang, kalau kata pepatah. Boros atau pengeluaran lebih besar daripada pemasukan adalah penyebab utama kenapa anak kos selalu merasa kekurangan uang. Jika udah terlalu parah bukan gak mungkin kamu akan terlilit hutang. Untuk itu, lihat lagi dengan seksama berapa banyak yang kamu habiskan dalam sebulan, apakah berbanding wajar dengan uang yang dikirim orang tuamu?

Jika terbukti bahwa pengeluaran kamu lebih besar daripada kiriman orang tua berarti kamu harus melakukan perubahan drastis. Dengan kata lain, kamu harus melakukan pengurangan dan penghematan uang besar-besaran. Kalau perlu kamu harus menghentikan kebiasaanmu makan dengan porsi ekstra, jalan-jalan sore, nongkrong di kafe dan kebiasaan lain yang gak mengganggu jalan hidupmu bila ditinggalkan.

5. Atau mungkin kamu sebenarnya sudah berusaha hemat. Namun, usaha ini kayak Hubungan Tanpa Status, nggak berdasarkan komitmen kuat dan terlalu singkat.

Ngirit itu harus konsisten via irmasafni.blogspot.com

Membiasakan tubuh dan pikiran untuk menjalani gaya hidup hemat bukan perkara mudah memang. Kamu membutuhkan penyesuaian selama berbulan-bulan. Kamu akan kewalahan dan harus menahan keinginan untuk hedon selama berbulan-bulan sebelum tubuh dan pikiranmu terbiasa untuk hemat. Sayangnya, kamu terlalu sering dan terlalu cepat menyerah saat memaksakan diri untuk berhemat, padahal penghematan ini mau gak mau harus kamu lakukan karena kamu gak bisa seenaknya minta uang tambahan dari orang tua. Ingat ya, mereka juga punya pengeluaran lain, mungkin buat sekolah adikmu?

Jika kamu udah mencoba membuat anggaran dan menjalani gaya hidup hemat tapi masih juga gagal, jangan cepat menyerah. Lihat di mana ada kebocoran dan perbaiki. Coba lagi bulan depan dengan mengetahui di mana uangmu sering bocor. Memang membutuhkan waktu untuk bisa terbiasa, tapi jika konsisten dilakukan kamu pasti bisa. Semangat!