A: Mau ke mana?
B: Pulang dong. Ke mana lagi?
A: Yailah, baru juga jam 5. Teng-go mulu mau ke mana sih?
B: Hehehe

Pulang teng-go terkadang menjadi dilema sendiri bagi karyawan. Antara kepingin pulang karena jam kerja memang sudah selesai, namun ditahan oleh rasa tak enak karena meninggalkan rekan-rekan lain yang masih bekerja. Belum lagi, predikat malas bisa dengan mudah disematkan untuk kamu yang datang dan pulang tepat pada waktunya. Seolah loyalitas kepada kantor harus dibuktikan dengan bekerja sampai malam.

Padahal kamu yang suka teng-go, justru memiliki kualitas-kualitas yang istimewa lho. Bukan hanya bisa menerapkan konsep life-work balance, kamu si Ratu Teng-go justru bisa lebih produktif daripada yang bekerja sampai malam.

1. Dia yang datang dan pulang persis seperti yang tertuang di kontrak kerja justru punya manajemen waktu yang baik, sehingga semuanya selesai tepat waktu

Kamu sudah punya to do list yang oke sehingga semua bisa selesei tepat waktu via stocksnap.io

Sebagai ratu teng-go, kamu selalu berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, sehingga ketika jarum jam sudah sampai di pukul lima, kamu bisa langsung melesat. Untuk mencapai hal ini, sebelum mulai kerja, kamu sudah punya to-do list yang sempurna. Kamu juga sudah tahu apa saja yang harus kamu selesaikan sebelum jam makan siang, saat tenagamu masih penuh-penuhnya. Dan kamu juga pastinya tahu bagaimana menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kilat. Seperti kata Bill Gates, yang paling efektif adalah memperkerjakan orang-orang malas. Sebab mereka akan mencari cara paling cepat untuk menyelesaikan pekerjaan.

2. Dia yang selalu berusaha pulang teng-go tahu bahwa jam kerja adalah waktunya bekerja. Bukan untuk haha-hihi yang tidak berguna, yang sering membuat pekerjaan tak selesai pada waktunya

Advertisement

Saatnya kerja ya kerja via unsplash.com

Selain punya manajemen waktu yang oke, kamu juga super profesional. Kamu tahu betul bahwa jam 9-17 minus waktu istirahat makan siang, adalah waktunya kamu dibayar untuk bekerja. Karena itu, kamu tidak akan membuang-buang waktu dengan ngobrol rumpi atau sekadar haha-hihi dengan teman-teman. Bersosialisasi ada waktunya sendiri, yaitu di jam istirahat. Di luar itu, kamu adalah orang yang sangat serius dalam bekerja. Terlalu banyak bercanda saat bekerja hanya akan membuat pekerjaanmu tak selesai pada waktunya. Dan apa akibatnya? Jam lima tepat, kamu belum bisa pulang. Duh.

3. Dia yang pulang teng-go punya waktu yang cukup untuk istirahat dan men-charge energi. Wajar esok hari mudah terkendali

Cukup atau tidak istirahat bakal pengaruhi performamu esok hari via www.netdoctor.co.uk

Pulang tepat waktu artinya kamu juga punya waktu lebih banyak untuk istirahat. Bila kamu lembur, pulang ke rumah sudah dalam keadaan kelelahan. Jangankan ngobrol dengan keluarga (karena mungkin saat kamu pulang keluarga sudah tidur semua), biasanya malah hanya sempat cuci muka sebelum langsung tepar ke ranjang. Berbeda dengan kamu yang tepat waktu, kamu masih sempat untuk ngobrol dengan keluarga, nonton TV atau hiburan-hiburan lainnya. Kamu juga masih sempat makan malam dengan tenang dan membersihkan badan sehingga tidurmu akan lebih berkualitas. Dengan begitu, kamu bangun pagi dengan energi yang full terisi. Kamu siap mengarungi hari sampai pukul lima nanti.

4. Dia yang teng-go selalu bisa jadi punya pekerjaan sampingan. Jadi satu harinya tak hanya untuk mengurusi kerja kantoran

Kamu masih bisa nyari sampingan via stocksnap.io

Bila kamu pulang kerja tepat pukul 5 (atau sebagian ada yang jam kerjanya sampai pukul 4 sore), kamu masih punya waktu untuk melakukan banyak hal. Kamu bisa mencari pekerjaaan sampingan untuk mendapatkan penghasilan di luar gaji bulanan. Portofoliomu meningkat, dan penghasilanmu juga bertambah. Kata siapa teng-go itu selalu berarti tak produktif? Justru dengan pulang tepat waktu, kamu bisa mengembangkan potensimu. Bila kamu menjadikan lembur sebagai hobi, apa yang kamu kerjakan ya sebatas pekerjaan harianmu di kantor. Tambahan penghasilanmu mungkin hanya insentif yang terkadang hanya berupa traktiran makan malam.

5. Dia yang teng-go melulu punya dunia di luar ruang kerja. Banyak hal yang dia selesaikan, dan tak melulu soal pekerjaan

Masih bisa kumpul-kumpul bareng teman via unsplash.com

Tak hanya bisa mencari pekerjaan sampingan, kamu yang rajin pulang teng-go juga sadar betul bahwa hidup bukan cuma soal bekerja. Persoalan yang harus kamu selesaikan tak hanya deadline pekerjaan. Barangkali ada masalah keluarga, masalah dengan pacar, atau kamu juga perlu menjalin link untuk mempersiapkan bisnismu sendiri kelak. Pulang kantor tepat waktu memberimu kesempatan untuk melakukan ini semua. Produktivitasmu tidak sebatas pada pekerjaan di kantor, namun juga hal-hal lain di luar pekerjaan.

6. Durasi bekerja tak menentukan tingkat produktivitasmu seberapa. Efektivitas dalam bekerja justru lebih menentukan kualitas

Yang efektif justru lebih menentukan kualitas via unsplash.com

Seberapa lama kamu bekerja tidak serta merta menentukan kualitasmu. Bagaimana bila lemburmu selama ini dikarenakan pekerjaanmu tak selesai sebab kamu terlalu sering bercanda saat bekerja? Bagaimana bila kamu harus menyelesaikan pekerjaan di luar jam kerja, karena kamu merasa overload dengan beban kerja yang tidak bisa kamu manajemen dengan baik? Yang tidak pernah lembur dan pekerjaan selesai tepat waktu menunjukkan bahwa kamu punya manajemen waktu yang baik dan bisa bekerja dengan efektif.

Tidak pernah lembur dan selalu pulang teng-go juga tidak serta merta menunjukkan bahwa kamu pergawai berprestasi. Namun selama performamu meningkat dan hasil kerjamu tidak ada masalah, pulang tenggo bukan sesuatu yang perlu dihindari. Sebab yang terpenting adalah efektifitas dan kualitas, bukan durasi kerja.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!