Pernah dengar nama Wu Yajun? Walau kurang terkenal di Indonesia, namun wanita yang satu ini nggak bisa diremehkan keberadaannya. Dia adalah wanita terkaya di dunia yang memulai bisnisnya tanpa modal dari keluarga. Majalah Richest menjulukinya sebagai self-made women billionaire.

Yajun adalah direktur dari perusahaan properti Longfor. Dari usahanya membangun properti dan real estate tersebut ia telah menghasilkan tidak kurang dari 6,1 miliar US Dolar. Kebayang nggak tuh kalau dikonversi ke rupiah jadi berapa? Yajun memiliki cerita menarik dibalik kesuksesannya. Ia bahkan memiliki hal yang anti untuk dilakukan. Mau tahu apa rahasia dibalik kesuksesannya?

Lahir Dari Keluarga Penjahit

Anak penjahit biasa via usa.chinadaily.com.cn

Wu Yajun lahir dan besar di wilayah barat daya Cina, di sebuah kota kecil bernama Chongqing. Keluarganya bukanlah keluarga pengusaha yang punya bisnis besar. Kedua orang tua Yajun hanyalah penjahit biasa.

Yajun mendapatkan gelar dari Northwestern Polytechnical University pada tahun 1984. Setelah lulus Yajun sempat bekerja beberapa tahun di perusahaan keluarganya. Ia fokus untuk mengembangkan usaha jahit yang kecil menjadi sebuah produksi berskala besar. Namun pada tahun 1988 Wu Yajun memutuskan membangun karirnya sendiri. Ia banting setir menjadi jurnalis di sebuah surat kabar lokal.

Dari Jurnalis Ke Kontraktor Properti

Advertisement

Sempat bekerja sebagai jurnalis via 2.bp.blogspot.com

Wu Yajun diterima di China City Sightseeing Newspaper. Ia mengawali karirnya dari menjadi reporter. Pada awal dekade ’90an Yajun dipromosikan menjadi editor. China City Sightseeing Newspaper adalah sebuah koran yang dimiliki pemerintah. Orang-orang dibalik organisasi surat kabar ini adalah mereka yang dekat dengan pengembangan konstruksi di Beijing.

Dari menciptakan artikel di balik meja, Yajun mulai membangun relasi dengan orang-orang pemerintah yang mengurusi bidang konstruksi plus pengusaha di bidang tersebut. Dia menciptakan jejaring yang sangat berguna bagi pengembangan bisnis yang akan dibangunnya kelak.

Memutuskan fokus di properti via img.infonet.vn

Bersama mantan suaminya, pada tahun 1995 akhirnya Yajun memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai jurnalis. Mereka mendirikan Chongqing Zhongjianke Real Estate Co Ltd, dengan modal awal sekitar 10 juta Yuan. Nama tersebut kemudian diganti dua tahun kemudian dengan Chongqing Longfor Properties Co Ltd.

Di tahun yang sama Wu Yajun mengerjakan proyek pertama perusahaan pengembang propertinya di wilayah Nanyuan. Walau masih belum memiliki pengalaman tapi proyek ini termasuk salah satu proyek yang sangat sukses di Chongqing.

Penasaran, Apa Rahasia Dibalik Keberhasilan Wu Yajun?

1. Selalu Bisa Mengambil Manfaat Dari Tempatnya Bekerja

Pengalamannya sebagai jurnalis membuka jalan kesuksesan via img.caixin.com

Kesuksesan Wu Yajun saat ini tidak bisa dipisahkan dari pengalaman dan relasi yang dibangunnya selama masih menjadi jurnalis. Wu Yajun adalah pribadi yang pandai memanfaatkan kesempatan yang ada di depan matanya. Ia menggunakan jejaring kepada pengusaha dan orang-orang penting pemerintahan untuk melancarkan bisnis properti yang baru dibangunnya.

Kalau sekarang kamu masih jadi karyawan di sebuah perusahaan, manfaatkan posisimu untuk belajar dan membangun jejaring. Walau harus menghadapi pekerjaan menumpuk dan rentetan rapat yang membuat ngantuk, yakin deh pasti semua akan ada manfaatnya kok kelak. Tinggal pintar-pintarnya kamu saja memanfaatkan pengalaman yang sudah kamu miliki.

2. Berani Mengikuti Instingnya

Mengikuti insting yang diyakininya via buzlly.com

Kalau mau enak dan hidup nyaman, sebenarnya Yajun tinggal meneruskan usaha keluarganya. Jalan sudah tersedia untuknya. Tinggal mengembangkan saja, tidak perlu susah payah. Tapi insting memang tidak bisa dibohongi. Keputusan Yajun untuk mengikuti kata hati banting setir ke bidang jurnalisme ternyata justru menjadi jalan kesuksesannya.

Kalau kamu punya panggilan hati yang kamu rasa harus segera dikerjakan, ikutilah. Panggilan hati dan insting sering jadi tanda yang tepat dari semesta untuk hidupmu kedepan. Merasa udah harus berhenti jadi pegawai kantoran dan beralih profesi jadi peternak lele dumbo? Diolok-olok teman karena dianggap keputusanmu gila? Tutup telinga dan ikutilah kata hatimu, saat kelak kamu sukses mereka yang menganggapmu gila bakalan tutup mulut kok.

3. 90% Duplikasi, 10% Inovasi Untuk Menciptakan Pelayanan Cepat

Menekankan pada inovasi

Perbedaan Longfor dan perusahaan pengembang properti lainnya adalah kecepatan proses pengerjaan proyek. Di Longfor, Wu Yajun hanya membutuhkan 5 bulan untuk mendapatkan hak guna sebuah lahan dan mulai membangun properti diatasnya. Sementara perusahaan properti lainnya rata-rata membutuhkan minimal 8 bulan.

Cepatnya proses pekerjaan di Longfor dikarenakan Yajun memiliki formula khusus untuk menyingkat persiapan. Yajun menginisiasi pengarsipan seluruh desain dan modul bangunan. Dalam setiap rencana pembangunan, arsitek hanya perlu menentukan bangunan jenis apa yang akan dikerjakan. Ia kemudian akan memanfaatkan arsip desain bangunan yang telah dimiliki Longfor sebelumnya, baru memodifikasi 10% sisanya sesuai kebutuhan.

Salah satu pembangunan perumahan oleh Longfor Properties via himg2.huanqiu.com

Dengan cara ini Longfor mampu menciptakan sistem kerja yang cepat. Waktu berbulan-bulan yang biasanya habis untuk perencanaan proyek bisa mereka manfaatkan untuk mulai membangun bangunan. Selain itu Yajun juga memastikan efisiensi pegawai. Ia memilih membangun kantor di tengah kota Beijing yang mudah diakses dari manapun.

3. Tidak Terburu-Buru Mengembangkan Usaha

Selepas proyek pertamanya sukses di pasaran, sebenarnya Yajun memiliki cukup modal untuk segera mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar. Namun ia menahan diri. Terlalu terburu-buru menggunakan modal untuk pengembangan usaha bisa membuatnya kehilangan sudut pandang yang jernih untuk mengkalkulasikan risiko.

Menunggu waktu paling tepat untuk mengembangkan usaha via www.commchest.org

Bukannya langsung merencanakan pengembangan bisnis, Yajun justru membiarkan perusahaannya berjalan dulu. Ia kemudian magang di Vanke, sebuah perusahaan properti besar di Provinsi Shenzen untuk belajar mengenai manajemen perusahaan properti.

Dari proses belajar tersebut Yajun mendapat insight bahwa perusahaan properti harus memiliki akuntabilitas publik yang baik. Sepulangnya dari magang di Vanke, Yajun langsung menyewa auditor untuk mengerjakan laporan keuangan perusahaan yang bisa diakses publik.

4. Memperhatikan Detail dan Perfeksionis

Perfeksionis dalam kehidupan personal dan profesional via static2.therichestimages.com

Wu Yajun adalah seseorang yang selalu menginginkan kesempurnaan dalam setiap karya yang dibangunnya. Dalam kehidupan sehari-hari ia juga selalu memperhatikan semua hal hingga ke detail yang remeh sekalipun. Ini yang dikatakan salah satu karyawan Longfor tentang sifat cermat Wu:

“Setiap tahun kami mengadakan hiking bersama. Wu Yajun selalu meminta tim untuk mengecek lokasi hiking sampai 3x demi memastikan keamanan. Beliau bahkan menggambar sendiri rute hiking, lengkap dengan tanjakan licin dan curam yang harus dihindari”

Kecermatan ini tercermin dalam bangunan yang dihasilkan oleh Longfor. Perusahaan Wu Yajun benar-benar memperhatikan detail dan kualitas. Dampaknya, konsumen percaya pada developer yang satu ini. 38% konsumen yang pernah membeli rumah dari Longfor mengatakan akan membeli rumah dari developer yang sama. Sementara 50% konsumen mengaku akan merekomendasikan Longfor kepada orang lain.

Yu Liang, Direktur Vanke via www.scmp.com

Direktur Vanke bahkan telah bisa membaca perfeksionisnya Wu Yajun:

“Saat aku mengunjungi salah satu proyek pembangunan Longfor, aku meninggalkan sepatuku di luar ruangan. Ketika aku kembali, posisi sepatuku sudah menghadap keluar dan siap digunakan. Dari situlah aku yakin bahwa perusahaan ini akan berkembang pesat”

5. Menghargai Karyawan

Sangat menghargai talenta karyawan via www.bloomberg.com

Penghargaan terhadap hasil karya orang lain amat dijunjung tinggi oleh Yajun di perusahaannya. Talenta seseorang dihargai mahal. Di Longfor, pegawai dengan keahlian akan dibayar tinggi. Seorang pemimpian proyek akan digaji tidak kurang dari 1,5-2 juta Yuan setiap tahunnya. Penanggung jawab finansial bahkan digaji tidak kurang dari 4 juta Yuan setiap tahun.

Salah satu filosofi Longfor adalah “Be kind to yourself throughout your life”. Keyakinan ini benar-benar diaplikasikan dalam kultur perusahaan. Pegawai dibuat senyaman mungkin agar tidak ingin pindah ke perusahaan lain. Wu Yajun memastikan bahwa setiap orang diperlakukan dengan baik, tanpa arogansi.

6. Menghindari Arogansi Lewat Menolak Publisitas

Enggan kehidupan pribadinya dipublikasikan via www.sinaimg.cn

Wu Yajun adalah orang yang sangat rendah hati. Ia bahkan memiliki 3 hal yang anti untuk dilakukan (3 NO’S POLICY) : anti diliput media, anti tampil di televisi dan anti diambil fotonya. Memang benar, saat mencoba mencari fotonya via Google Hipwee hanya bisa menemukan sedikit hasil.

Dalam sebuah wawancara dengan China Daily Wu Yajun menyatakan kenapa ia enggan diliput dan diekspos kehidupan pribadinya:

“Aku tidak punya hal lain yang penting untuk dibicarakan. Aku cuma orang yang fokus pada bisnis”

Walau sukses Yajun tidak arogan via media.novinky.cz

Wang Zhigang, seorang perencana proyek terkenal asal Cina juga menyatakan kekagumannya pada sifat rendah hati Wu Yajun di wawancara yang sama:

“Wu Yajun adalah orang yang sudah berhasil mengembangkan sebuah perusahaan kecil menjadi entitas besar. Tapi kamu tidak akan menemukan sedikitpun kenagkuhan atau arogansi dalam dirinya”

Ternyata keengganan Yajun menemui media ini justru berdampak baik untuk bisnisnya. Pasar dan media jadi semakin penasaran pada orang dibelakang pengembang properti raksasa Cina ini. Branding Yajun sebagai wanita misterius membuat citra perusahaan kian terangkat.

Gimana nih, adalah inspirasi yang bisa kamu ambil dari kisah Wu Yajun demi kesuksesanmu?