Hore! Akhirnya setelah sekian tahun lamanya, kamu berhasil menyelesaikan pendidikanmu. Tali toga telah disampirkan ke kanan, ijazah sudah kamu pegang, dan kamu-pun siap menghadapi tantangan selanjutnya, yaitu bekerja dan mencari uang. Surat lamaran, CV, serta ijazah dan transkrip nilai yang terlegalisir sudah kamu persiapkan.

Namun bukan berarti kamu bisa diterima begitu saja di perusahaan impian. Boro-boro, kamu bahkan harus belajar sesuatu yang kemungkinan besar tak kamu dapat di bangku kuliah: psikotes.

Yap! Benar sekali. Psikotes adalah salah satu “ujian masuk” untukmu yang ingin bekerja di perusahaan tertentu. Dengan psikotes, perusahaan berharap bisa lebih mengenal karaktermu dan meramal apakah dirimu cocok bekerja di perusahaan mereka atau tidak. Namun sayangnya, banyak sekali lulusan baru yang tak mempersiapkan hal ini sebelumnya. Nah, daripada kamu melongo sepanjang proses seleksi karyawan nanti, yuk mulai belajar psikotes-psikotes itu mulai saat ini!

1. Pertama, pelajarilah Tes Kemampuan Verbal yang menguji kecakapanmu berkomunikasi dan berbahasa

Keterampilan berkomunikasi dan menggunakaan kata-kata via www.tampabay.com

Keterampilanmu dalam berkomunikasi dapat dilihat dalam sebuah tes bernama tes kemampuan verbal. Tes ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa kaya kosa kata yang kamu kuasai, dan seberapa banyak pemahamanmu mengenai bahasa Indonesia.

Advertisement

Tes jenis ini biasanya terdiri dari tiga kategori, yaitu:

a. Mencari sinonim, contoh:

BERAGAM (a. satu; b. semua; c. sendiri; d. banyak)
KOLEKTIF (a. mandiri; b. bersama-sama; c. publik; d. sendiri)

b. Mencari antonim, contoh:

NOMADEN (a. berpindah; b.menetap; c. telanjang; d. transmigrasi)

c. Mencari hubungan kata (analog), contoh:

MENGANTUK : TIDUR = (a. jatuh:sakit; b. obat:sehat; c. minum:limun; d. makan:gizi)
LAMPU:TERANG = (a. matahari:siang; b. tenaga:gerak; c. hitam:putih; d. bensin:mobil)

Banyak peserta yang menyepelekan tes ini sehingga mereka kurang teliti dalam mengerjakannya. Oleh karenanya, bacalah tiap soal dan jawaban dengan cepat, namun tetap mengindahkan ketelitian.

2. Tes numerik bertujuan untuk menguji secepat dan seakurat apa kamu menjawab soal dalam bentuk angka

Tes seperti ini biasanya berbentuk deret, baik secara vertikal. Bisa juga berbentuk sebuah soal cerita matematika sederhana. Carilah soal yang sekiranya mudah terlebih dulu, jangan penasaran pada satu soal saja. Soal-soal selanjutnya kadang lebih mudah daripada soal sebelumnya.

a. Tes deret angka, contoh:

– 18  10  6  4  ?
– 2  5   10 17  ?

b. Soal cerita sederhana, contoh:

Jika jarak ke London 26 mil dan jarak ke Roma 23 mil, berapa jarak ke Moskow?

3. Jangan lupakan Tes Kraepelin/Pauli yang digunakan untuk mengukur ketahananmu pada beban kerja

Meski hanya menjumlahkan, namun lumayan pegel juga via vantheyologi.wordpress.com

Disebut tes koran, karena kamu harus menyelesaikan soal penjumlahan dari angka 0 sampai 9, dimana soalnya memang selebar koran. Ikuti petunjuk dari panitia, apakah kamu harus menjumlahkan secara urut dari atas kebawah, atau dari bawah keatas. Kemudian simak pula apakah kamu cukup menuliskan angka terakhir, atau kedua-duanya. Tes ini berguna untuk mengetahui seberapa tahan dirimu dengan beban dan tekanan kerja nantinya.

4. Pada Wartegg Test, bermainlah dengan kreativitas dan detail

Lanjutkan menggambar dari garis dan titik tersebut

Di dalam soal Wartegg Test ini, kamu diharuskan menggambar bentuk apapun di 8 kotak yang telah disediakan. Di kotak-kotak tersebut sudah ada titik maupun garis, dan kamu dipersilakan untuk melanjutkan gambar-gambar itu. Sebisa mungkin, buatlah gambar yang kreatif dan yang tak biasa. Bisa menggambar bangunan, tapi bangunan yang tak biasa, jangan hanya rumah sederhana. Lalu kalau ingin menggambar pohon, gambarlah pohon yang tak biasa. Sekali lagi, gunakan kreativitasmu semaksimal mungkin. Dan bermainlah dengan detail.

5. Ini trik mengerjakan tes menggambar orang, atau bahasa kerennya Draw Man Test

Gambarlah dirimu sendiri via www.laurennassef.com

Biasanya panitia akan menyuruh kamu untuk mengambar seseorang, siapapun itu. Lalu setelahnya kamu disuruh untuk mengisi nama, jenis kelamin, serta usia. Tips untuk tes jenis ini adalah menggambar seseorang dengan tubuh lengkap. Gambarlah sesuai dengan jenis kelaminmu, dan perlihatkan kesuksesan pada karaktermu itu. Misalnya saja seorang eksekutif yang sedang membawa koper. Lalu isilah namanya dengan namamu, begitu juga umur dan jenis kelamin.

Jika kamu menggambarkan seperti saran Hipwee diatas, pihak personalia akan menganggapmu sebagai orang yang memiliki motivasi tinggi untuk sukses di masa datang. Selain itu, dengan menuliskan nama, umur, dan jenis kelaminmu kamu, akan memperlihatkan bahwa kamu adalah pribadi yang memiliki percaya diri tinggi.

6. Jangan sepelekan menggambar pohon, karena bisa jadi gambar inilah yang akan menentukan masa depanmu nanti

Gambarlah pohon dengan detail via www.dreamstime.com

Panitia biasanya akan menginstruksikan bahwa kamu harus menggambar pohon yang berkambium atau memiliki kulit kayu. Artinya, kamu tak boleh menggambar pohon pisang, bambu, pohon kelapa, dan semak-semak. Meski kamu tak pandai menggambar, usahakan agar gambarmu detail: memperlihatkan kerapatan daun, buah, dan batangnya.

Perhatikan berapa banyak cabang yang kamu gambar di kertas tersebut. Pohon yang banyak bercabang mungkin menggambarkan pribadi yang tak memiliki arah hidup jelas. Sebaliknya, pohon yang tegak lurus tanpa cabang menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang tidak kreatif, dan hidupmu cenderung monoton. Ukuran pohon serta posisi gambar pohon di kertasmu juga memiliki arti tersendiri.

7. Tes Kemampuan Spasial juga penting kamu pelajari, agar perusahaan tahu kemampuan imajinasimu tinggi

Mencocokkan gambar bangun via soaltestiq.com

Dalam tes ini kamu diharuskan memilih gambar mana yang paling sesuai dengan contoh soal. Dalam soal di atas, misalnya, jawaban dari soal nomor satu adalah A.

Tes semacam ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuanmu dalam memahami sebuah bentuk ruang. Ini adalah alat untuk membuktikan kemampuan visualisasimu juga, sehingga perusahaan berharap dengan tes ini kekuatan imajinasimu dapat diketahui.

8. Meski jarang diujikan, tak ada salahnya kamu mempelajari tes Rorschach

Meski tak umum diujikan, tak ada salahnya mempelajari Rorschach Test via hannavallberg.webblogg.se

Tes ini sepertinya memang tak umum diujikan di Indonesia. Namun tak ada salahnya jika kmu memang ingin mempelajari tes ini. Tes Rorschach merupakan tes yang ditemukan oleh seorang psikolog Swiss bernama Hermann Rorschach. Psikolog menggunakan tes ini untuk mengetahui karakter dan emosional seseorang.

Misalkan dari gambar bercak tinta diatas, apakah yang kamu lihat? Wajah seorang kakek-kakek? Kelelawar? Atau dua orang wanita kembar? Tes ini memang tergolong tes yang lumayan susah. Tapi jika tertarik mempelajarinya, klik saja tautan ini.

Sekali lagi, hasil psikotes tergantung pada keadaan emosional kamu pada saat mengikuti tes. Oleh karena itu, usahakan agar kamu tetap tenang, dan usahakan pula supaya datang tepat waktu pada saat tes dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan agar kamu bisa fokus dalam mengerjakan soal-soal yang telah diberikan. Jadi, sudah siapkah kamu untuk mengikuti tes kerja minggu depan?