Kesuksesan bukan hanya sekadar mencapai hal-hal yang kamu impikan selama ini. Dibalik keberhasilan yang kamu dapatkan, ada beberapa hal yang dengan suka rela harus kamu korbankan. Pencapaian yang besar juga membutuhkan kerelaan yang tidak kalah besarnya, bukan?

Kali ini Hipwee akan memaparkan hal-hal yang, kamu sadari atau tidak, sering harus dikorbankan dalam jalan menuju keberhasilan. Apa aja sih yang akan kamu lepaskan dari genggamanmu ketika sedang berjuang mencapai sukses?

1. Kamu Perlu Ikhlas Jika Dalam Perjalanan Kehilangan Teman yang Tidak Lagi Sejalan

Kamu bisa kehilangan teman via jnxrchmt.files.wordpress.com

Awalnya kamu berpikir bahwa teman yang ada di sisimu saat ini akan selalu mendampingimu hingga nanti. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kalian. Tapi seiring perjalanan kamu akan sadar bahwa pertemanan tidak selamanya bisa berjalan mulus. Akan ada masa dimana kalian fokus mengejar impian masing-masing, kehilangan frekuensi komunikasi, hingga akhirnya tanpa sadar menjauh satu sama lain.

Kamu akan sadar bahwa pertemanan butuh usaha dari kedua belah pihak. Dan dalam beberapa kasus, kalian memang hanya ditakdirkan bertemu di persimpangan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

2. Orang-orang Bisa Mencibirmu. Relakan Harga Dirimu Saat Mereka Menganggapmu Tidak Akan Berhasil

Advertisement

Sering dianggap tidak bisa via www.city.fukuoka.lg.jp

Di awal jalan menuju kesuksesan, kamu tidak punya apapun selain keyakinan bahwa hal yang kamu lakukan akan berhasil suatu hari nanti. Tidak jarang, kamu akan dihadapkan pada mereka yang merasa bahwa keyakinanmu itu salah.

Seperti Jack Ma dan Tadashi Yanai, dua orang super sukses di bisnis mereka masing-masing yang juga sempat diremehkan diawal membuka usaha kamu harus punya kegigihan untuk terus bertahan. Sampai nanti kamu sukses, orang-orang itu akan terus mencibir keputusanmu. Akan ada masa kamu harus memasang muka tebal dan merelakan harga diri sebelum bisa membuktikan keberhasilan.

3. Waktumu Akan Tersita Untuk Kerja. Kamu Perlu Ikhlas Mengkhidmati Hidup yang Sepi Tanpa Cinta di Dalamnya

Kamu nggak akan punya waktu untuk hubungan romantis via worldofweddingorganizer.com

Waktu bagi kehidupan pribadi akan berkurang dengan sangat drastis, saat kamu benar-benar fokus mendedikasikan seluruh waktumu untuk usaha yang baru kamu rintis. Bisa jadi kamu akan kehilangan kekasih yang sudah menjalin hubungan denganmu sekian lama karena dia keberatan atas kesibukanmu, bisa juga kamu memang secara sadar memilih untuk tidak berinvestasi hati dulu karena benar-benar nggak punya waktu.

Walau orang bilang keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karir itu nomor satu, tapi kamu harus mengakui bahwa menjalin hubungan romantis dan membangun karir di saat bersamaan itu sangat sulit untuk dilakukan.

4. Dalam Beberapa Masa Kamu Akan Bekerja Seperti Orang Gila. Jam Tidur dan Waktu Istirahat Harus Rela Kamu Buang Sementara Ke Luar Jendela

Merelakan jam tidur via cs403020.vk.me

Selain kemana-kemana sendirian karena nggak ada pacar, kamu juga harus akrab pada kantung mata dan lingkaran hitam. Yup, jam tidur normal juga harus kamu relakan saat sedang meretas jalan menuju kesuksesan. Kalau biasanya bisa tidur 7 jam sehari, sekarang tidur 3-4 jam saja sudah cukup untukmu. Dibanding digunakan untuk tidur, waktu itu bisa kamu manfaatkan untuk mengembangkan usahamu.

Kamu juga akan menemukan dirimu lebih sering bangun pagi demi bisa mempersiapkan harimu lebih baik. Secara tidak sadar kamu akan menjadi penganut keyakinan bahwa tidur hanya untuk mereka yang lemah. Dan demi mencapai kesuksesan, lemah tidak bisa jadi pilihan.

5. Investasi dan Pengembangan Usaha Jadi Fokus Utama. Gaya Hidupmu Perlu Mengalah Sementara

Tidak ada lagi agenda nongkrong-nongkrong via proto.areamagz.com

Seperti yang pernah Hipwee tulis di 10 Cara Biar Kamu Bisa Kaya Di Usia Muda, investasi dan membuka bisnis sendiri jadi jalan paling ciamik kalau kamu benar-benar ingin jadi orang sukses. Nah, demi mencapainya tentu kamu harus mengatur pengeluaranmu sedemikian rupa.

Kamu akan mengikhlaskan anggaran untuk beli kopi mahal atau nongkrong di kafe demi bisa menggunakannya untuk investasi. Tidak ada lagi nonton bioskop di akhir pekan, kamu akan lebih memilih membeli tiket di hari kerja yang lebih murah. Usahamu masih membutuhkan suntikan dana, mau tidak mau kamu harus menahan keinginan untuk hedon demi bisa terus mengembangkan usaha.

6. Kekurangan Uang Jadi Hal Biasa. Untuk Beberapa Saat Pertama Keuntungan Finansial Tak Akan Langsung Datang Begitu Saja

Kamu harus rela hidup sederhana dulu untuk beberapa waktu via bakung16.files.wordpress.com

Walau kamu super pintar atau sangat bertalenta, tidak ada orang yang langsung mendapat penghargaan besar di awal karirnya. Semua orang perlu merintis segalanya dari nol. Kamu harus merelakan rasa gemas karena merasa tidak layak dihargai sekecil ini demi membuktikan bahwa kamu layak dihargai lebih tinggi.

Begitu pula yang terjadi ketika kamu memulai usaha sendiri. Kamu harus rela mendapat keuntungan paling kecil, bahkan lebih kecil dari gaji karyawanmu demi membuat roda perusahaan bisa terus berjalan. Di langkah pertama menuju kesuksesan keuntungan finansial harus kamu relakan sepenuhnya.

7. Waktu Bersantai Dan Bersenang-Senang Bersama Teman Akan Jadi Kemewahan. Seluruh Waktumu Akan Habis Untuk Pekerjaan

Tidak ada lagi kesempatan bersenang-senang dengan teman via 4.bp.blogspot.com

Selain keuntungan finansial, hubungan romantis dan jam tidur, waktu bersosialisasi dan bersantai juga perlu kamu ikhlaskan. Tidak ada waktu yang bisa kamu “sia-siakan” untuk berleha-leha atau jalan-jalan bareng teman. Seluruh waktumu sudah dihabiskan demi pekerjaan. Jangankan meluangkan waktu untuk karaokean bareng teman, tidur aja kamu harus pintar-pintar mencuri waktu.

Akhir pekan bukan lagi jalan keluar bagi kepenatan kerja. Waktu ini justru kamu manfaatkan untuk fokus membangun usaha yang baru kamu rintis. Jika dulu sepulang kantor kamu masih bisa nongkrong bareng teman sekarang kamu akan memilih segera pulang dan mendedikasikan waktu untuk menghubungi klien-klien bisnis toko buku online yang baru kamu mulai.

8. Perlahan Kamu Belajar Mengikhlaskan Gengsi. Penampilan Luar Tak Penting Lagi — Selama Kamu Bisa Mewujudkan Mimpi

Teman-temanmu bisa lebih dulu sukses via www.ntuaccountingbusinessdegree.com

Saat teman-teman seangkatanmu sudah bisa tampil mentereng dengan mobil baru, kamu masih bertahan dengan kendaraan bututmu semasa kuliah. Gajimu sebagai karyawan habis untuk membiayai usaha yang sedang kamu bangun. Jangankan untuk membayar DP dan cicilan mobil, dana belanja pakaian dan ganti gadget saja sudah terpangkas dengan signifikan.

Kamu akan belajar bahwa setiap orang punya jalan sukses dan rejeki masing-masing. Kamu hanya bisa turut berbahagia atas keberhasilan mereka sembari terus bekerja keras demi meraih kesuksesanmu sendiri. Jika dulu gengsi dan penampilan luar adalah segalanya bagimu, kini kamu tahu bahwa harga diri yang hakiki sesungguhnya datang dari kerja keras.

9. Hatimu Perlu Lebih Besar, Saat Orang-orang Terdekatmu Membandingkan Pencapaian

Harus rela dibandingkan dengan orang lain via 31.media.tumblr.com

Tidak jarang orang tuamu akan berkata, “Anaknya teman Mama aja udah bisa beli rumah, masak kamu belum bisa?“. Atau, “Duuuh Bu X aja udah punya cucu loh. Kamu kapan mau ngasih?”. Dipikir cucu itu voucher belanja apa, bisa asal dibagiin?. Yup, dibandingkan dengan orang lain akan sering kamu rasakan dan tak jarang hal ini bisa bikin gondok setengah mati.

Tidak semua orang bisa memahami prioritas yang sedang kamu jalani, bahkan orang tuamu sekalipun. Kamu hanya bisa diam dan terus berusaha untuk melanjutkan jalan sukses yang sedang berusaha kamu hilangkan ilalangnya yang mengganggu langkah. Satu-satunya hal yang membuatmu terus berjuang adalah keyakinan bahwa apa yang sedang kamu perjuangkan saat ini pasti bisa membawa hasil manis di kemudian hari.

10. Perjuangan Menuju Sukses Selalu Sepaket Dengan Keikhlasan Menerima Kegagalan Diri. Di Titik Ini Kamu Akan Diajari Untuk Banyak Introspeksi

Kamu akan lebih sering menyalahkan diri sendiri via lh5.ggpht.com

Keberhasilan akan selalu sepaket dengan kegagalan. Ketika kamu menghadapi kegagalan yang mengecewakan, kamu akan belajar bahwa menyalahkan diri sendiri akan lebih bermanfaat dibanding repot mencari kesalahan orang lain. Kamu akan merelakan egomu, menerima kenyataan bahwa kegagalan tidak bisa dilepaskan dari kesalahanmu sendiri.

Walau kesalahan datang dari rekan kerja atau karyawanmu, meski kamu merasa bahwa andilmu lebih besar membawa kesuksesan dibanding kegagalan, tapi kamu hanya punya kekuatan untuk memperbaiki dirimu sendiri terlebih dahulu. Kegagalan akan kamu jadikan bahan introspeksi untuk meningkatkan performa kedepan.

Walau banyak yang harus kamu relakan dalam menuju kesuksesan, tapi yakinlah bahwa semuanya akan menemui akhir yang manis. Jika kamu memang sungguh-sunguh, semua hal yang sedang kamu perjuangkan saat ini akan terwujud. Di akhir hari kamu akan sadar bahwa kerja keras memang tidak pernah membuatmu jadi pecundang.