(Pukul 10.00 WIB)

“Lagi dimana nak?”

“Di kantor ma, kerja.”

(Pukul 20.00 WIB)

“Sudah di kosan? Sudah makan?”

“Masih di kantor ma, sudah tadi ada tukang mie ayam lewat.”

Kamu memang butuh kerja, tapi juga jangan kebanyakan, yang sewajarnya aja. Hidupmu nggak sebatas kubikel kantor lho guys. Sesekali lihatlah dunia di luar sana, syukur-syukur membuat wawasanmu jadi kaya. Sibuk? Ah itu alibimu saja. Masa iya kerjaanmu nggak ada abisnya, sampai kamu rela tidur-mandi-dan segala aktivitas dilakukan di kantormu sana? Yang namanya orang sibuk itu nggak ada, yang ada cuma mereka yang kesulitan membagi waktunya saja.

Bagus memang kalau kamu merasa sangat cocok dengan pekerjaan yang kamu miliki sekarang, dan ketika kamu merasa begitu nyaman dengan kantor plus fasilitas yang diberikan. Tapi bukankah ‘terkungkung’ dalam zona nyaman itu nggak bagus? Apa kamu nggak merasa ingin terus berkembang-berkembang-dan-berkembang lagi? Mungkin, ‘piknik’ sudah wajib kamu lakukan saat ini. Bukan dalam arti naik ke gunung atau main ke pantai, cukup coba dengan keluar kantor dan perbaiki kehidupan sosialmu.

1. Karena temanmu tak hanya teman kantor saja, perluas pergaulanmu dengan banyak macam orang di luar sana

kamu bisa nonton dengan orang yang berbeda misalnya via images.wisegeek.com

Advertisement

Mungkin kamu tidak belum merasa bosan dengan kawan-kawanmu saat ini. Kawan-kawan kantor yang juga kawan makan, kawan nonton, dan kawan sehari-hari. Saking nyamannya kamu bersama mereka, kamu pun kini tak menghiraukan kawan-kawanmu yang lainnya. Memang, seiring bertambahnya usia, jumlah kawanmu akan berbanding terbalik alias semakin sedikit. Tapi, bukan berarti kan kalau kawanmu yang berkualitas berasal dari lingkungan yang sama?

Jika kamu terus berada di lingkungan yang sama, bagaimana kamu bisa belajar? Percayalah, setiap bertemu orang baru pasti akan ada hal baru pula yang kamu dapat. Jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah malas bertemu orang baru. Apalagi kalau kamu kerja di dunia kreatif yang terus mengharapkan pembaharuan dan inspirasi-inspirasi, inspirasimu nggak hanya mandeg di kantor kan??

2. Jangan salah sangka, kebanyakan kerja malah bikin produktivitasmu ngga maksimal

loss an inspiration via 233livenews.files.wordpress.com

Bagaimana hal ini dapat terjadi? Sebab, (lagi-lagi) saking nyamannya kamu dengan rutinitas bekerja tadi, kamu merasa tidak tertekan dengan berbagai aktivitas yang dilakukan di tempat kerja. Tekanan itu terkadang bisa jadi pemicumu untuk semakin produktif lho. Nah, jangan-jangan kamu tipe orang yang jadi nggak semangat lagi ketika semua aktivitasmu sudah kamu hafal di luar kepala. Pun begitu sudah mengenal luar-dalam seluruh rekan kerjamu.

Tak hanya produktivitas, antusiasme pun dapat menurun lantaran kebanyakan kerja. Bahkan, kemungkinan kamu sudah tak lagi tertarik pada hal-hal yang menjadi cita-citamu, atau juga kehilangan motivasi. Beristirahatlah dan cari alternatif lain yang bisa meringankan pikiran dan motivasi. Seperti bertemu kawan-kawanmu lainnya (jangan cuma main sama teman kantor terus) atau cari tempat-tempat sunyi yang bisa mengembalikan inspirasimu.

3. Masih kepo dampak buruk kebanyakan kerja untukmu? Kamu bisa kehilangan fokus dan konsentrasi, kesulitan memperhatikan pun jadi kendala tersendiri

Hati-hati, kalau kamu sudah merasa kesulitan untuk memperhatikan sesuatu. Artinya fokus dan konsentrasi mulai buruk. Itu bisa jadi pertanda bahwa kemampuan kognitifmu terganggu. Kalau hal itu kamu teruskan, terbayang apa yang terjadi pada tubuhmu?

Tentu saja, kemampuan konsentrasimu akan terus berkurang dari waktu ke waktu. Sudah, jangan dipaksakan. Istirahatlah. Tak hanya dari pekerjaan, dari lingkungan kantormu juga iya. Ambil cuti barang sejenak tak akan jadi masalah, kemudian seimbangkan aktivitas kantor dengan yang lainnya.

4. Teruntuk para pria, kebanyakan kerja atau memikirkan pekerjaan saja dapat membuat kesuburanmu menurun lho~

jadi layu karena ngga subur~ via www.wallpaperup.com

Sering berkutat dengan pekerjaan, termasuk bekerja lembur, diketahui memicu banyak gangguan yang berhubungan dengan kesuburan. Seperti kemandulan, disfungsi ereksi, menurunnya jumlah sperma, dan menurunnya gairah seksual. Hal tersebut berhubungan dengan kecanduan stimulan yang kerap dialami pekerja lembur. Okelah kamu bilang nggak lembur, tapi seharian sampai malam kamu berkutat terus di lingkup kantor. Yakin kamu nggak ngomongin kerjaan sama sekali dengan kawan-kawanmu itu?

Bekerja memang sesuatu yang hebat, yang diinginkan oleh semua orang. Berupaya maksimal mungkin memang tidak ada salahnya, namun perlu dipahami juga tentang keseimbangan hidup. Bekerja terlalu keras tanpa mempedulikan kesehatan itu adalah kesalahan. Terlalu banyak menghabiskan waktu di kantor (terlepas untuk bekerja atau tidak), akan berdampak yang buruk terhadap kebahagiaan, produktivitas dan kesehatan.

5. Baiknya sih kamu harus segera “keluar” kantor dan piknik! Biar kehidupan sosialmu makin asik dan produktivitasmu juga membaik

piknik makanya via www.bowsandsequins.com

Walau kamu sudah khatam dengan rutinitas kerja sehari-hari, tapi apa iya kamu puas dengan hasil kerja yang begitu-gitu aja? Kerjaan yang numpuk memang bisa kamu selesaikan, tepat waktu pula. Tapi yakin deh, kamu juga sering stres. Luangkan waktu untuk piknik. Tak harus ke luar kota, cukup cari suasana baru yang ngga ada hubungannya sama pekerjaanmu dan kantor. Nonton film secara maraton di rumah pun cukup bikin pikiranmu kembali segar.

Selain agar produktivitasmu kembali tinggi, kamu juga akan menemukan banyak inspirasi di luar sana. Pikiranmu yang sempat berkeliaran saat kamu mengerjakan hal yang butuh konsentrasi penuh juga akan segera kembali. Piknik dapat membuat fokusmu kembali lagi.

Intinya, jadilah pekerja yang sehat namun produktif dengan tidak terlalu memaksakan diri terlalu banyak menghabiskan waktu bekerja. Berilah sekat antara kehidupanmu di luar sana dengan kehidupan di kantor, supaya pikiranmu jadi lebih kaya dan terbuka. Nggak mau ketemu orang baru juga bikin kamu seret jodoh lho!