Apa yang kamu pikirkan memengaruhi apa yang akhirnya akan kamu lakukan. Jadi wajar jika dalam usaha mencapai kesuksesan cara berpikir seseorang juga harus diperhatikan.

Dalam usahamu, mungkin kamu pernah merasa patah arang. Kamu merasa kerja kerasmu tak membuahkan hasil untuk dinikmati. Kamu sudah bekerja banting tulang tak kenal waktu, apa yang kamu harapkan belum juga datang. Mungkin memang tak ada yang salah dengan cara kerjamu. Tapi, barangkali yang salah adalah bagaimana caramu berpikir tentang sebuah kesuksesan itu.

1. Mungkin kamu selalu berkilah menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Padahal, kamu sendiri tak tahu kapan datangnya “waktu yang tepat” itu.

Tak ada waktu yang benar-benar sempurna untuk memulai sesuatu via www.pinterest.com

Orang paling sukses di dunia ini sekalipun tak akan pernah benar-benar tahu kapan waktu yang tepat buatnya untuk melakukan sesuatu. Terlalu lama membuang waktu hanya untuk mempertimbangkan soal waktu yang tepat — yang bahkan kamu sendiri tak tahu kapan pastinya — akan membuatmu melewatkan banyak kesempatan emas.

Menunggu tak akan pernah memberikan kontribusi apapun pada kesuksesanmu. Tak ada waktu yang benar-benar sempurna, setiap waktu punya tantangan dan rintangan berbeda-beda yang pasti harus kamu hadapi. Jadi, daripada hanya menunggu, lebih baik lakukan sekarang juga dan nikmati perjalananmu!

2. Buatmu, hidup apa adanya saja sudah cukup. Bukan sebab kamu pandai bersyukur, namun karena kamu malas berusaha atau tak berani bermimpi besar.

Advertisement

Kamu terima dengan hidupmu yang basa-biasa saja via www.flickr.com

Hidup memang harus apa adanya, tak perlu ‘ngoyo’ dan sombong dengan hal-hal yang memang tak mampu kamu miliki. Tapi sifat apa adanya ini tidak lantas membuatmu jadi orang yang terima-terima saja dengan kesuksesan yang biasa-biasa saja. Asal hidupmu tentram, tak kekurangan, dan kebutuhan sehari-hari tercukupi, kamu sudah cukup merasa bahagia. Gak perlu lagi bersusah payah untuk mencapai kesuksesan yang lebih.

Tapi bukankah hidup dari hari ke hari itu harus lebih baik dari sebelumnya? Karena itulah kenapa kamu tak boleh cepat puas dengan keadaan yang kamu alami sekarang. Terus tingkatkan targetmu dan pencapaianmu dari hari ke hari. Bermimpilah sebesar mungkin, dan beranilah untuk menjadikannya kenyataan. Selama hidupmu, kamu harus punya ambisi untuk terus berkembang. Jangan hanya puas dengan keadaanmu saat ini.

3. Idemu baru dan menyegarkan. Tekadmu garang. Namun, kamu memilih mundur jika orang-orang di sekelilingmu tidak memberi persetujuan.

Kamu tak berani melangkah tanpa support via semneletimpului.ro

Kamu terlalu memikirkan tentang dukungan dan persetujuan dari orang-orang di sekelilingmu. Ya, dukungan dan juga restu orang-orang tersayang memang bisa jadi sebuah energi dan semangat buatmu, tapi sayangnya kamu tak bisa selalu mendapatkannya dengan mudah.

Banyak orang sukses pada awal karir mereka mendapat tentangan dari orang-orang dekatnya, tapi mereka tetap yakin, tanpa dukungan dan persetujuan dari orang-orang dia bisa terus maju. Dan saat mereka meraih kesuksesan, pada akhirnya orang-orang terdekatnya mengakui bahwa mereka adalah orang yang hebat.

Tak semua sahabat-sahabatmu selalu sepemikiran denganmu, dan keluargamu juga tak selalu setuju denganmu. Berjalan sendiri tanpa restu dari mereka memang berat, tapi jangan jadikan hal itu jadi penghalang besar buatmu untuk bertindak. Teruslah maju dan berusaha, karena satu-satunya kunci untuk mendapat persetujuan dan restu dari mereka adalah dengan membuktikan bahwa kamu bisa sukses dengan pilihanmu.

4. Kesuksesan orang lain tidak menginspirasimu, tapi membutakanmu. Kamu tak pernah menciptakan kesuksesan versimu sendiri.

Kamu tak punya kesuksesan versimu sendiri via twitter.com

Setiap orang pasti memiliki definisi sukses menurut dirinya sendiri. Orang-orang lain yang sudah sukses lebih dulu, boleh kamu jadikan sebagai contoh dan panutan, tapi jangan sesekali ‘mencuri’ kesuksesan meraka. Apa yang menjadi kesuksesan orang lain, belum tentu sukses menurutmu.

Temukan kesuksesan menurut versimu sendiri. Tak perlu takut punya kesuksesan yang berbeda dari orang kebanyakan, karena sukses memang tak bisa diseragamkan. Mengikuti kesuksesan orang lain tak akan pernah membuatmu benar-benar merasa sukses. Meskipun di mata orang lain dirimu sukses, tapi buatmu kesuksesan yang sudah kamu capai bagai tak bernyawa, karena kamu tak bahagia dengan pencapaianmu sendiri.

5. Motivasimu mencapai kesuksesan bukanlah sesuatu yang bermakna dalam, melainkan uang.

Motivasimu untuk sukses adalah uang via boredbug.com

Jangan jadikan uang dan kekayaan sebagai motivasi utamamu untuk mencapai kesuksesan. Ukuran sebuah kesuksesan itu lebih dari sekadar uang dan kekayaan. Jika kamu menginginkan kesuksesan, maka jadikan apa hal yang kamu suka sebagai motivasimu untuk meraih sebuah kesuksesan. Orang-orang yang sukses pun tak pernah menjadikan uang sebagai motivasinya untuk sukses. Mereka sukses karena mereka ingin melakukan sesuatu yang berarti dalam hidup mereka.

Sebuah kesuksesan itu bukan berarti saat kamu kaya dan banyak uang. Sukses itu adalah disaat kamu bisa mencapai semua keinginan dan targetmu. Percuma punya banyak uang tetapi kamu tidak merasakan sebuah pencapaian yang berarti dalam hidupmu. Kamu kaya tapi tak merasakan adanya kesuksesan di genggaman tanganmu.

6. Kamu menganggap jika kamu sukses dalam karir, maka hidupmu akan sepenuhnya sukses. Kamu lupa bahwa semua aspek dalam hidupmu juga perlu keberhasilan yang sama.

Kamu tak mencoba menyeimbangkan segala aspek dalam hidupmu via ugowrite.blogspot.com

Kesuksesan yang kamu rasakan tak bisa dinilai dari satu sisi aspek hidupmu saja. Kamu tak bisa mengejar kesuksesan hisup hanya dengan mencoba sukses dari berkarir saja. Kamu bisa sukses soal karir, tapi kalau kamu menelantarkan keluargamu di rumah dan hubunganmu dengan pasanganmu tak baik, apakah itu bisa membuatmu merasakan kesuksesan?

Semua aspek yang ada dalam hidupmu sebisa mungkin dijaga keseimbangannya. Saat kamu menginginkan kesuksesan dalam berkarir, kamu pun juga harus berusaha untuk mengimbangi dalam aspek kehidupanmu yang lain. Kamu tak akan bisa merasakan kesuksesan jika yang kamu suksesakan hanyalah salah satu aspek dari kehidupanmu saja,

7. Kamu sering menghibur diri, berkata semua kesempatan yang lewat bukan rejeki. Bukannya malah berusaha lebih keras, kamu malah berpasrah…

Mungkin itu memang bukan rejekimu via galleryhip.com

Mungkin tak sekali dua kali kamu melewatkan kesempatan emas begitu saja, dan kamu berkilah bahwa itu memang bukan rejekimu. Tapi apakah kamu cukup yakin kalau itu rejeki orang lain? Bukan rejekimu? Atau memang karena kamu saja yang terlalu malas untuk menjemput kesempatan yang selalu lewat di depan matamu?

Dengan alasan bahwa itu bukan rejekimu, kamu pun jadi hanya pasrah menunggu adanya keajaiban. Bagamana bisa keajaiban datang menghampiri orang yang hanya berpasrah diri tanpa berusaha menciptakan keajaiban bagi dirinya sendiri? Jangan berkilah itu bukan rejekimu lagi, karena rejeki memang harus dicari, dia tidak akan memilihmu jika kamu tak menariknya. Jika kamu melewatkannya, cari rejeki yang lain, jangan menunggu!

8. Selama ini kamu tak pernah memikirkan tentang target hidup yang ingin kamu capai. Kamu membiarkan dirimu terombang-ambing, tanpa arah dan tujuan.

Kamu ingin sukses tapi tak punya target via www.uniqhotels.com

Kamu ingin sukses, tapi pada nyatanya kamu tak tahu apa yang menjadi target yang ingin kamu capai dalam hidupmu. Kesuksesan adalah dimana saat kamu bisa mencapai dan mewujudkan apa yang menjadi target hidupmu. Tapi kalau target hidup saja tak punya, apa yang mau kamu sukseskan dalam hidupmu?

Kalau sampai saat ini kamu masih membiarkan dirimu hidup mengalir saja tanpa tujuan, maka seterusnya hidupmu akan seperti ini-ini saja. Tak ada tujuan yang harus kamu capai sebagai motivasi hdupmu. Kehidupanmu pun tak akan mengalami perubahan yang jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Pasang targetmu, tentukan apa yang ingin kamu capai, baru kamu boleh bilang kalau kamu ingin sukses.

9. Kamu terlalu percaya bahwa untuk sukses kamu harus mengorbankan orang-orang terdekatmu. Akhirnya, kamu pun takut berusaha!

Kamu terlalu takut untuk berkorban via www.holidaypoint.com.au

Ya, untuk jadi orang sukses memang harus benar-benar bekerja keras, banting tulang, kerja tak kenal waktu. Banyak yang bilang juga kalau mau sukses, kamu harus mau mengorbankan banyak hal dalam kehidupanmu, termasuk waktu-waktu bersama keluargamu. Mungkin itulah yang menghambatmu untuk melangkahkan kakimu untuk mencapai sebuah kesuksesan. Tapi percayalah, hal ini benar-benar bisa kamu atasi dengan sebaik-baiknya.

Mungkin memang kamu jadi kehilangan banyak waktu bersama orang-orang terdekatmu, tapi orang-orang terdekatmu pasti bisa memakluminya. Sesibuk-sibuknya dirimu, kamu pasti bisa menyisihkan waktumu untuk diri sediri dan orang-orang terdekatmu. Ini hanya bagaimana soal membagi waktumu saja. Jika kamu bisa mengaturnya dengan baik, ini tak akan lagi jadi sebuah permasalahan besar.

10. Dalam lubuk hatimu, kamu menginginkan kesuksesan yang mustahil. Kamu ingin sukses, tapi tak mau salah dan gagal.

Kamu ingin sukses tapi dengan cara yang mustahil via mrs-durden.deviantart.com

Kesuksesan tanpa adanya kesalahan dan kegagalan adalah hal paling mustahil di dunia ini. Sukses hanya akan bisa kamu dapat jika kamu berani menghadapi segala risiko yang ada. Layaknya seorang petinju, untuk bisa jadi juara, dia harus mau baku hantam dulu dengan lawannaya. Dan untuk bisa menghajar lawannya, dia harus mau kena pukul oleh lawannya.

Sama halnya dengan mencapai kesuksesan. Kamu harus mau bergaul dengan kegagalan dan kesalahan. Kamu tak akan tahu bagaimana cara terbaik untuk mencapai sukses jika kamu tak bertemu dengan kesalahan dan kegagalan. Jangan berharap sukses jika kamu saja enggan untuk mengambil risikonya, karena sudah pasti itu mustahil terjadi.

Meraih kesuksesan itu memang bukan perkara mudah. Kerja keras harus selalu diiringi dengan pemikiran-pemikiran positif dan juga cerdas. Jalan pemikiran kitalah yang akan menentukan bagaimana cara kita berusaha dan bekerja. Mulai sekarang coba yuk kita ubah mindset kita tentang sebuah kesuksesan. Mungkin memang ternyata bukan cara kerja kita yang salah, melainkan cara pikir kitalah yang menjauhkan kita dari kesuksesan.