Yang namanya manusia pasti sering dihampiri rasa bosan, termasuk dalam bekerja. Padahal, kalau sudah memutuskan untuk bekerja, kamu jadi punya tanggungjawab. Separah-parahnya lagi bosan, kamu tetap harus menyelesaikan pekerjaan secara profesional.

Meski begitu, rasa bosan ternyata dapat mendorong kamu untuk mengajukan surat resign lho. Untuk hal satu ini, kebosanan yang menyelimuti perlu kamu perhatikan. Karena rasa itu akan selalu muncul kapanpun dan kamu harus tahu cara menghadapinya. Nggak mungkin juga kan saat rasa bosan muncul, kamu jadi resign melulu?

Oleh karena itu, kalau mau resign sebaiknya pertimbangkan dulu beberapa hal lain yang lebih utama dibanding rasa bosan. Hipwee sudah menyiapkannya lho untuk kamu, mulai dari jobdesk hingga kesejahteraan sebagai karyawan. Langsung aja yuk simak!

1. Karena pekerjaan adalah tanggung jawabmu, rasa gak nyaman dengan jobdesk jadi salah satu penyebab ingin resign. Yah, daripada kamu jadi gak maksimal bekerja juga ‘kan?

jobdesk kamu jadi melebar via www.thebusinesswomanmedia.com

Kadang, jobdesk yang tertulis saat melamar pekerjaan dengan jobdesk sesungguhnya berbeda. Kamu jadi multitasking yang tentunya jadi mengurusi banyak hal di luar posisimu. Nggak heran kalau berbagai hal remeh-temeh pun turut kamu lakukan. Makanya, kamu jadi nggak nyaman dan terbebani. Kamu memang tetap menyelesaikannya secara profesional, namun hati dan pikiran lelah. Lambat laun pun profesionalitasmu jadi berkurang.

2. Gaji yang gak sesuai dengan beban kerja biasanya sering menghantui pikiranmu. Apalagi saat tahu bahwa posisi sejenis di tempat lain ternyata bisa dapat gaji yang lebih besar.

Advertisement

gaji gak seberapa, bahkan nyawa jadi taruhan via www.merdeka.com

“Bete nih gue gaji gak naik-naik, tapi tuntutan dateng terus.”

“Nunggu momen kali naik gajinya. Sabar aja.”

“Udah lama lho ini, lagian di kantor lain yang posisinya sama kayak gue gajinya lebih gede. Kan bete.”

Membanding-bandingkan gaji dengan posisi serupa memang sering terjadi. Apalagi kalau kamu punya kenalan yang terjun di dunia yang sama, namun berbeda tempat. Wah, pasti menjadi rahasia umum deh tentang gaji dan jobdesk pekerjaan. Belum lagi kamu juga dituntut untuk selalu ada peningkatan dan memberikan yang terbaik. Hal tersebut memang bagus untuk kemampuan di masa depan, tapi dengan gaji nggak seberapa pun kamu jadi berpikir ulang ikhlas menerimanya.

3. Kurangnya tunjangan di luar gaji juga merupakan salah satu faktor penyebabnya. Bagaimana pun, tunjangan itu penting demi kesejahteraan hidup yang lebih baik.

gak ada catering, jajan di luar deh via www.tribunnews.com

Sebagai pekerja tentu kamu berharap ada tunjangan lain di luar gaji. Seperti uang transportasi, makan, kesehatan, dan lembur. Sayangnya, nggak semua perusahaan menerapkan hal serupa. Masih banyak yang memasukkan tunjangan tersebut bareng dengan gaji. Bahkan, ada yang nggak memberikan tunjangan di luar gaji lho.

4. Meski bukan yang utama, adanya masalah dengan atasan menjadi hal yang membuat kamu gak nyaman saat bekerja.

masalah sama atasan juga menjadi hal gak nyaman di kantor via marksandfrantz.com

Karakter orang memang berbeda-beda. Nggak heran kalau dalam bekerja pun masalah dapat muncul. Entah menyangkut pekerjaan atau hal lainnya seperti hubungan pribadi. Masalah seperti ini bisa terjadi kepada siapa aja, termasuk antara kamu dengan atasan. Sikap atasan yang nggak kamu suka atau sebaliknya ini sering terjadi. Misalnya aja kerja kerasmu jarang dihargai atau sering dimarahi padahal kamu nggak salah. Beberapa kali mungkin bisa kamu maklumi, tapi lambat laun rasa malas berinteraksi dengan atasan pun menghinggapi.

5. Gak hanya atasan, tapi partner kerja yang kurang “klop” bisa banget jadi halangan dalam menyelesaikan tugas.

partner kerja juga menjadi masalah via beautydart.wordpress.com

Selain atasan, masalah di kantor juga bisa muncul dengan partner kerja. Hal satu ini biasanya sering terjadi nih, misalnya karena salah satu dari kalian belum menyelesaikan pekerjaan padahal sedang ditunggu-tunggu yang lain. Bisa juga karena adanya rasa iri atau masalah pribadi yang tanpa disadari telah memengaruhimu dalam bekerja. Lambat laun pun kamu jadi malas pergi ke kantor dan nggak bersemangat bekerja.

6. Kamu tentu ingin punya karir yang berkembang. Gak salah kalau jenjang karir yang kurang baik menjadi alasan kuat untuk resign segera.

jenjang karir pun harus yang baik via www.kouhl.com

Karena bekerja menjadi tumpuanmu dalam menjalani hidup, tentu kamu ingin karir yang bagus untuk ke depannya. Jenjang karir yang selalu meningkat dan pendapatan sepadan pun menjadi pertimbangan ketika sedang bekerja. Hal ini semata-mata demi kesejahteraanmu yang lebih baik dari sebelumnya. Agar masa depan penuh kebahagiaan.

7. Rasa lelah sudah kamu dapat saat bekerja, eh masih juga ditambah dengan jarak dari rumah ke kantor yang cukup jauh. Gak ada pilihan lain kecuali pamit resign aja…

lelah banget sampai jadi begini di kantor via askagamedev.tumblr.com

Jarak tempuh yang cukup jauh antara tempat tinggal dan kantor menjadi alasanmu untuk segera mengajukan surat resign. Berjam-jam setiap harinya kamu habiskan waktu di jalan untuk bekerja, mau nggak mau kondisi badanmu pun drop.  Rasa lelah selalu kamu rasakan dan lambat laun kamu pun berpikir untuk memilih bekerja yang jaraknya lebih dekat. Meski moda transportasi saat ini semakin beragam dan mempermudah akses, tapi tetap aja kamu nggak tahan berlama-lama seperti itu.

Setiap orang pasti pernah punya keinginan untuk resign. Namun, jangan sampai kamu resign karena hal sepele ya. Beberapa yang Hipwee sebutkan tadi bisa menjadi pertimbanganmu saat rasa ingin resign muncul. Namun, jangan lupa apa yang kamu rasakan itu dipikirkan kembali. Kamu pun perlu memikirkan langkah ke depan seperti apa, misalnya pekerjaan apa yang sebaiknya kamu tekuni sebagai salah satu yang bisa menjamin hidupmu kelak. Atau kalau mau berwirastwasta silahkan cari tahu lebih dalam lagi agar bisnismu berjalan lancar. Sedangkan kalau mau bekerja ke tempat lain, kamu harus sudah dari jauh-jauh hari sebelum resign mengirim curriculum vitae (CV). Berikan yang terbaik untuk hidupmu ya!